Yuk Tes Hamil Atau Tidak Dengan Daun Dandelion

Cek kehamilan dengan daun dandelion

Yuk Tes Hamil Atau Tidak Dengan Daun Dandelion – Melakukan tes kehamilan di rumah memang terbilang simple. Satu hal yang susah dalam melakukan tes dengan menggunakan daun dandelion adalah menemukan daun dandelion yang dibilang cukup sulit. Pertama, anda harus memetic daun dandelion dan letakkan pada wadah. Setelah itu, pastikan bahwa seteah daun dandelion dipetik tidak mendapat kontak langsung dengan panas ataupun sinar matahari. Selanjutnya, ambil sampel urin anda dan letakkan pada wadah kemudian taruh daun dandelion diatas sampel urin anda.

Caranya

Biarkan daun terendam selama 10-15 menit kemudian cek hasilnya. Jika anda melihat adanya gumpalan kemerahan yang terbentuk dari daun, itu berarti kadar hormone HCG pada urin tinggi yang menandakan bahwa anda sedang hamil.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Cek kehamilan dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung minyak pinus

Ada banyak jenis cairan pembersih yang di luar sana, dan saya yakin anda pasti menggunakan salah satu diantaranya. Beberapa diantaranya mengandung minyak pinus sebagai bahan utamanya. Bagaimana melakukan tes kehamilan di rumahm tanpa menggunakan alat? Untuk melakukan tes ini, anda memerlukan cairan pembersih dengan kandungan minyak pinus seperti merek Pine Sol.

Caranya adalah:

  • Ambil larutan pembersih dan masukkan ke dalam wadah, pastikan anda perhatikan warna sebelum berubah
  • Sekarang, tambahkan sampel urin anda ke dalamnya dan diamkan selama 5 menit

Jika larutan berubah warna, maka itu tandanya anda positif hamil. Perubahan warna bergantung pada produk pembersih yang anda gunakan jadi anda tidak perlu khawatir tentang hal itu. Selama ada perubahan warna, artinya masih ada kesempatan anda menjadi seorang ibu. Walaupun tes ini membantu anda mendeteksi kehamilan namun anda juga perlu mengenali apakah anda perubahan pada tubuh anda yang termasuk tanda-tanda kehamilan minggu pertama.

Cek kehamilan dengan baking soda

Tes kehamilan ini banyak digunakan di Asia, terutama di India. Orang-orang percaya bahwa cara ini tidak hanya akan mengetahui bahwa anda hamil namun juga akan memberitahukan pada anda jenis kelamin calon bayi yang akan dikandung. Sementara kebanyakan orang mengatakan bahwa ini hanya sebuah mitos (karena belum ada alasan ilmiah yang mendasarinya), maka saya pikir anda perlu mengetahuinya.

Untuk tes ini langkah-langkah yang dilakukan cukup simple.

  • Yang anda butuhkan adalah 2 sendok makan baking soda dan taruh dalam wadah
  • Tambahkan hanya dua tetes dari sampel urin anda pada baking soda. Ingat hanya dua tetes

Jika baking soda memberikan reaksi terhadap urin, itu berarti anda positif hamil. Untuk mengetahui jenis kelamin menggunakan Teknik ini, hal pertama yang harus anda pastikan bahwa anda benar-benar hamil. Aturan untuk mengetahui jenis kelamin bayi menggunakan Teknik ini memang sedikit membingungkan,  namun mari kita coba. Jika penambahan urin tadi mengakibatkan baking soda berbuih maka kemungkinan bayi anda laki-laki, jika tidak ada reaksi maka bisa dipastikan bayi anda perempuan.

Cek kehamilan dengan Hidrogen piroksida dan Tylenol

Tylenol merupakan obat anti nyeri yang banyak digunakan di rumah. Hydrogen peroksida memang masih terdengar asing namun anda bisa mendapatkannya dari ahli kima dan sering pula ditemukan pada pemutih (anda bisa melihant pada kandungan pemutih anda).

Bahan untuk melakukan tes ini memang tidak umum ditemukan di rumah. Namun Teknik ini merupakan salah satu tes yang sangat akurat dan layak untuk dibicarakan.

Untuk melakukan tes ini :

  • Ambil satu tablet Tylenol dan hancurkan dalam wadah
  • Tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida ke dalamnya
  • Biarkan bercampur dan tunggu sekitar setengah jam
  • Taruh sampel urin anda pada wadah yang berbeda dan tambahkan campuran Tylenol dan Hidrogen peroksida ke dalamnya.
  • Hormon HCG akan bereaksi terhadap larutan dan akan berubah warna menjadi biru jika anda hamil. Dan jika tidak ada perubahan warna maka ini berarti anda tidak hamil.

Cek kehamilan dengan pemutih pakaian

Cara yang terakhir, anda bisa mengecek kehamilan anda di rumah tanpa alat dengan menggunakan pemutih. Tes yang satu ini merupakan tes yang lebih akurat dibandingkan tes yang lain dan bahkan paling mudah dilakukan. Anda hanya tinggal mengambil sampel urin anda dan taruh dalam wadah tertentu kemudian tambahkan pemutih ke dalamnnya. Jika mulai muncul gelembung dan campuran tadi berbusa maka selamat anda hamil. Tapi jika hal itu tidak terjadi maka anda masih belum beruntung. Teknik ini akan lebih baik dilakukan di luar ruangan atau pada tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik, karena reaksi dari pemutih dengan urin akan mengeluarkan gas yang nantinya akan membuat pengap ruangan.

Baca Juga : Simak Cara Memastikan Kehamilan Secara Alami Tanpa Test Pack

Catatan :

Akan lebih baik menggunakan urin pada pagi hari sebagai sampel untuk semua tes di atas. Karena pada pagi hari HCG dalam urin ada pada tingkat tertinggi dan hal ini akan lebih memudahkan untuk mendeteksi kehamilan.

 

  1. Melihat semua tanda perubahan fisik tubuh

  2. Mencoba merasakan seperti PMS tapi tidak menstruasi

  3. Sudah merasakan semua gejala awal kehamilan

Dalam keadaan tertentu mungkin anda akan mengalami missed period dan tes kehamilan negatif secara bersamaan. Maka sangat dianjurkan bagi anda untuk membaca tentang penyebab dan alasan anda melewatkan akhir periode anda atau apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Memperbanyak membaca tentang ciri ciri orang hamil juga akan membantu anda untuk lebih paham tentang tubuh anda. Bagaimanapun juga, walaupun anda sudah tahu tentang cara mengetahui kehamilan tanpa test pack anda tetap dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter ataupun bidan untuk memastikannya.

Sumber : Laila Andaryani,dkk

 

Simak Cara Memastikan Kehamilan Secara Alami Tanpa Test Pack

Cek Kehamilan

Simak Cara Memastikan Kehamilan Secara Alami Tanpa Test Pack – Cara alami ini bisa mama coba di rumah sendiri dengan menggunakan alat atau bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di dalam rumah. Apa sajakah alat-alat tes kehamilan alami? sebagai berikut.

  1. Pasta gigi

Pasta gigi ternyata tidak hanya untuk membersihkan gigi, Ma. Untuk mengecek kehamilan, gunakanlah pasta gigi yang bewarna putih.

Caranya, ambil beberapa tetes urine dan diaduk bersama pasta gigi. Diamkan beberapa menit. Apabila warna pasta gigi berubah jadi biru atau berbusa itu tandanya kehamilan Mama positif.

  1. Gula

Untuk menguji kehamilan, gula bisa digunakan juga, Ma. Caranya mudah kok. Setelah bangun pagi, tampunglah urine Mama ke mangkuk, lalu campur dengan dua atau tiga sendok gula. Tunggu beberapa menit. Apabila gula cepat melebur, artinya negatif. Jika gula menggumpal maka hasilnya adalah Mama positif hamil.

  1. Garam

Garam punya segudang manfaat, Ma. Tidak hanya untuk bumbu penyedap masakan. Untuk mengecek kehamilan, caranya ialah taburkan garam secukupnya di mangkuk dan campurkan dengan urine. Apabila Mama positif hamil, hormon HCG dalam urine akan bereaksi ketika tercampur dengan garam. Reaksi ini akan mengubah campuran garam dan urine menjadi larutan putih seperti susu.

  1. Sabun

Cara mengetes kehamilan dengan sabun ini juga sama dengan cara-cara sebelumnya, Ma. Mama hanya perlu menyiapkan sabun yang sudah tercampur dengan air di dalam mangkuk. Lalu campurkan air sabun tersebut dengan urine. Apabila Mama positif hamil, maka campuran air sabun dengan urine tersebut akan mengeluarkan busa banyak.

5.Cek kehamilan dengan pasta gigi

Tidak semua pasta gigi dapat digunakan untuk mengetes kehamilan anda. Pasta gigi dengan warna putih polos atau pasta gigi yang memiliki kandungan warna putih didalamnya akan dapat bekerja dengan baik. Pasta gigi dengan warna -warni ataupun pasta gigi yang mengandung gel tidak dapat digunakan untuk tes kehamilan ini.  Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Buang air kecil dan ambil sampel untuk diletakkan pada sebuah wadah
  • Ambil beberapa pasta gigi (sedikit saja) kemudian tempatkan pada mangkuk atau wadah
  • Usapkan sikat kedalam air kencing dan campurkan dengan pasta gigi.
  • Hormon HCG akan bereaksi terhadap pasta gigi ketika urin dan perhatikan apakah akan mulai berbuih atau berubah menjadi biru
  • Jika urin tidak bereaksi terhadap pasta gigi , maka besar kemungkinan anda tidak hamil.

Hasilnya Cukup Akurat

Uji kehamilan menggunakan pasta gigi inii merupakan tes yang lumayan akurat namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Urin dapat bereaksi dengan pasta gigi yang menyebabkan adanya buih namun dalam waktu yang cukup. Jadi anda harus benar-benar bijak dalam menentukan berapa lama atau bahkan jika terlalu lama karena itu akan sangat berpengaruh terhadap hasil tes.

Baca Juga : Penyebab Bintik Merah, Gejala dan Cara Mengatasinya

 

6.Cek kehamilan dengan cuka

Siapa disini yang tidak suka dengan cuka? Siapa juga yang pernah berpikir bahwa dengan cuka anda bisa memastikan kehamilan anda di rumah? Pada kenyataannya anda bisa. Yang perlu anda lakukan yaitu ambil cuka yang belum kadaluarsa dan tempatkan pada wadah. Selanjutnya anda hanya perlu menambahkan sampel urin anda pada wadah berisi cuka tadi.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Perhatikan Cairan

Jika anda perhatikan cairan akan mulai berbuih. Namun itu belum berarti apa-apa jadi anda harus menunggu lebih lama. Dalam beberapa saat anda akan melihat perubahan warna pada cairan. Jika ini terjadi maka anda beruntung, karena ini berarti anda positif hamil. Berbeda jika tidak ada perubahan warna maka anda bisa mencobanya lagi.

Cara Yang Paling Diandalkan

Menggunakan cuka untuk memastikan kehamilan tanpa alat di rumah tanpa merupakan salah satu cara  yang paling dapat diandalkan dan termasuk tes yang paling popular diantara cara-cara yang lain. Jika anda positif hamil maka penggunaan cuka bagi ibu hamil muda bisa menjadi referensi bacaan anda.

Sumber : Hendrati Handini,dkk

Penyebab Bintik Merah, Gejala dan Cara Mengatasinya

Ruam Merah

Penyebab Bintik Merah, Gejala dan Cara Mengatasinya – Munculnya ruam atau bintik merah pada kulit bayi pasti membuat Anda khawatir. Ini normal terjadi karena kulitnya masih sensitif dan bayi harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Walaupun umum terjadi, Anda harus mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter mengenai penyebab munculnya bintik merah tersebut. Sebab bintik merah tersebut bisa saja muncul sebagai tanda suatu penyakit.

Baca Juga : Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan

Bintik merah yang muncul pada kulit bayi sulit dibedakan. Entah itu karena gigitan serangga, biang keringat, atau kondisi lain yang lebih serius. Bila bintik merah terjadi tanpa diikuti gejala lain, kemungkinan bayi mengalami ruam ringan dan akan hilang dengan perawatan kulit yang tepat. Namun, bila muncul gejala lain yang menyertai, sebaiknya segera periksa kesehatan bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kondisi umum penyebab bintik merah pada kulit bayi

Kondisi ini umum terjadi namun tetap harus diperhatikan. Bila kondisinya semakin parah, tidak hilang, dan bayi semakin tidak nyaman dengan kondisinya tersebut Anda harus melakukan konsultasi ke dokter. Berikut kondisi umum yang menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi, seperti:

Biang keringat

Kondisi ini terjadi akibat keringat yang terjebak di bawah kulit karena pori-pori pada kulit bayi tersumbat. Ini bisa disebabkan paparan cuaca panas, kondisi kamar yang panas, atau baju yang terlalu tebal. Saat bayi mengalami kondisi ini, biasanya muncul bintik merah yang menyebar dan terasa gatal di sekitar leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan lipatan paha.

 Ruam popok

Ruam popok terjadi di daerah sekitar pantat bayi atau daerah yang tertutupi popok. Popok yang kotor bila tidak segera diganti akan membuat kulit bayi memerah, lembap, dan menyebabkan iritasi. Kulit yang terbuka karena iritasi bisa memungkinkan bakteri atau jamur untuk masuk dan membuat ruam popok menjadi lebih buruk. Untuk itu, bayi harus rutin mengganti popoknya yang kotor. Kemudian, bersihkan dengan lap basah atau tisu sebelum memakaikannya dengan popok yang baru.

Jerawat bayi

Jerawat bayi bukan seperti halnya jerawat yang muncul pada kulit remaja atau orang dewasa. Ini menyebabkan adanya benjolan berwarna merah atau putih kecil di sekitar pipi, hidung, dan dahi bayi. Ini berkembang sekitar dua sampai empat minggu setelah kelahiran dan penyebabnya tidak diketahui.

Kondisi serius penyebab bintik merah pada kulit bayi

Eksim

Kondisi ini menimbulkan ruam kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi bintik-bintik merah, terasa gatal, bersisik, dan terkadang terasa nyeri. Bila terus digaruk akan menyebabkan iritasi kulit atau bisa menyebabkan jaringan parut. Ini bisa terjadi pada bayi yang berumur sekitar enam bulan dan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Penyakit ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun cenderung lebih sering muncul di bagian leher, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, lipatan siku atau lutut, dan pantat bayi.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Penyakit eksim pada bayi  yang paling sering terjadi adalah dermatitis atopik. Ini dipicu oleh hal-hal yang sifatnya alergen atau zat kimia yang mengiritasi kulit, contohnya seperti tungau, debu, detergen, atau bulu bintang peliharaan. Tidak ada obat untuk kondisi ini. Namun, gejala bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau pelembap yang disarankan oleh dokter untuk menjaga kulitnya agar tetap lembap.

Selulitis dan impetigo

Selulitis disebabkan oleh infeksi pada kulit oleh bakteri Streptococcus yang membuat kulit memunculkan bintik merah, bengkak, dan terasa panas. Terkadang kondisi ini muncul disertai dengan demam. Ini harus segera diobati supaya infeksi tidak menyebar dengan cepat.

Cacar air

Penyakit cacar air disebabkan oleh virus dan ditandai dengan bintik merah seperti gigitan nyamuk. Namun, dalam beberapa jam, bintik tersebut akan membentuk lenting berisi cairan. Ini terasa sangat gatal dan biasanya disertai demam serta dalam waktu singkat dapat menyebar seluruh tubuh.

Penyakit kelima (fifth disease)

Penyakit kelima atau fifth disease adalah infeksi virus yang gejala awalnya ditandai dengan demam. Kemudian, bintik merah yang semakin memerah akan muncul setelah satu minggu kemudian pada daerah pipi dan pucat di sekitar mulut. Kondisi ini memberi kesan seperti bayi habis ditampar (slapped cheek syndrome). Ruam bisa menyebar ke seluruh tubuh hingga telapak tangan atau bahkan telapak kaki. Ini bisa terjadi selama satu atau tiga minggu.

Meningitis

Penyakit ini bisa memunculkan ruam keunguan pada kulit bayi. Gejala meningitis lainnya adalah demam, kulit pucat, muntah, dan tentu membuat bayi menjadi rewel. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi pada lapisan saraf tulang belakang oleh virus atau bakteri. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan pertolongan dokter secepatnya untuk menghindari komplikasi.

Sumber : Aprinda Puji

Penyebab Ruam Popok Dan Cara Mengatasinya, Bunda Wajib tau

Ruam Popok

Penyebab Ruam Popok Dan Cara Mengatasinya, Bunda Wajib tau – Ruam popok merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bercak kemerahan, kulit kering dan melepuh, serta luka lecet pada bokong, paha, maupun alat kelamin. Tanda lainnya adalah bayi tampak kesakitan dan kulitnya teraba hangat ketika disentuh. Kondisi ini tentunya membuat bayi tidak nyaman dan menjadi rewel.

Penyebab Ruam Popok

Ruam popok cukup sering terjadi pada bayi baru lahir dan balita yang masih menggunakan popok. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi mengalami ruam pokok, yaitu:

Popok yang lembap

Popok yang yang jarang diganti dapat meningkatkan risiko bayi terkena ruam popok. Perlu Bunda ketahui, urine yang tercampur dengan tinja pada popok bisa menyebabkan infeksi bakteri dan iritasi pada kulit bayi. Inilah sebabnya, bayi yang popoknya sudah lembap namun jarang diganti rentan terkena ruam popok.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Popok terlalu ketat

Popok yang terlalu ketat bisa bergesekan dengan kulit bayi. Hal ini bisa menimbulkan iritasi, ruam atau lecet pada kulitnya yang masih lembut dan tipis.

Makanan baru

Pada usia 4-6 bulan, bayi sudah mulai mendapat makanan pendamping ASI berupa asupan makanan padat. Nah, beberapa jenis makanan, seperti buah-buahan yang asam, bisa memengaruhi tinja bayi sehingga mudah mengiritasi kulit di daerah bokong dan menimbulkan ruam.

 Infeksi bakteri dan jamur

Area bokong, paha, dan alat kelamin yang kerap bersentuhan dengan popok, memiliki kondisi yang lembap dan hangat. Hal ini memudahkan kulit di bagian tersebut rentan mengalami infeksi bakteri atau jamur.

 Iritasi produk kebersihan bayi

Penggunaan produk perawatan kulit, seperti sabun, bedak, tisu basah, atau minyak, pada area popok juga mungkin bisa mengiritasi kulit bayi.

Kulit sensitif

Bayi yang menderita masalah kulit, seperti eksim atau dermatitis atopik, akan lebih rentan mengalami ruam popok.

Konsumsi antibiotik

Tidak peduli bakteri jahat maupun baik, keduanya dapat terbasmi oleh antibiotik. Nah, ketika bayi diberi obat ini, bakteri baik pada kulit yang mampu mencegah pertumbuhan jamur bisa ikut mati. Akibatnya, bayi dapat mengalami ruam popok akibat infeksi jamur.

Baca Juga : Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan

Ibu menyusui yang mengonsumsi antibiotik juga membuat bayi yang disusuinya lebih berisiko untuk mengalami ruam popok.

Cara Mengatasi Ruam Popok

Penanganan ruam popok yang paling utama adalah menjaga agar kulit bayi selalu bersih dan kering. Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang bisa Bunda lakukan di rumah jika Si Kecil mengalami ruam popok:

  • Cuci tangan hingga bersih sebelum mengganti popok Si Kecil.
  • Segera ganti popok Si Kecil ketika sudah basah atau terkena tinja.
  • Bersihkan area yang tertutup popok dengan air bersih. Keringkan area yang tertutup popok dengan kain berbahan lembut.
  • Oleskan krim atau salep pelembap yang mengandung zinc oxide pada area yang terkena ruam popok. Krim atau salep ini bisa dibeli tanpa resep dokter.
  • Tunggu krim atau salep hingga kering, lalu pakaikan Si Kecil popok yang bersih.
  • Jika setelah penanganan di atas ruam popok belum juga sembuh dalam waktu 2-3 hari atau justru semakin parah, Bunda perlu membawa Si Kecil ke dokter.

Dokter dapat meresepkan krim kortikosteroid, salep antijamur, atau antibiotik, tergantung penyebabnya.

Untuk mempercepat penyembuhan ruam popok :

  • Tidak menggosok kulitnya yang sedang lecet.
  • Menghentikan pemakaian popok untuk sementara waktu. Hal ini bisa membuat area ruam popoknya kering sehingga mempercepat penyembuhan.
  • Memilih popok dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.

Umumnya, ruam popok butuh waktu beberapa hari untuk sembuh. Jika ruam popok belum juga membaik meski sudah diolesi obat dari dokter, Bunda perlu membawa Si Kecil ke dokter spesialis kulit agar dapat ditangani lebih lanjut.

Sumber : Dr. Kevin Andrian

Penyakit Yang Sering Muncul Dan Menyerang Berbagai Usia

Infeksi Saluran Pernapasan

Penyakit Yang Sering Muncul Dan Menyerang Berbagai Usia – Infeksi saluran pernapasan atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI) terjadi pada rongga hidung, sinus, dan tenggorokan. Beberapa penyakit yang termasuk dalam infeksi saluran pernapasan atas adalah pilek, sinusitis, tonsillitis, dan laringitis. Sedangkan Infeksi saluran pernapasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRI/LRTI) terjadi pada jalan napas dan paru-paru. Beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam infeksi ini adalah bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia.

Dialami Segala usia

Infeksi saluran pernapasan dapat dialami oleh segala usia. Meski demikian, kondisi ini lebih rentan diderita oleh anak-anak karena sistem pertahanan tubuh mereka terhadap virus penyebab infeksi belum terbentuk.

Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan

Beberapa jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, di antaranya adalah Influenza dan Parainfluenza, Thinoviruses, Epstein-Barr Virus (EBV), Respiratory Syncytial Virus (RSV), Streptococcus grup A, Pertussis, serta Diphteria.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Sedangkan beberapa jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah, di antaranya adalah Influenza A, Human metapneumovirus (hMPV), Respiratory syncytial virus (RSV), Varicella-zoster virus (VZV), H. influenzae, Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Enterobacteria dan bakteri anaerob.

Dapat Menular

Orang yang sehat dapat tertular infeksi saluran pernapasan setelah menghirup percikan air liur yang mengandung virus atau bakteri yang dikeluarkan oleh penderita saat batuk atau bersin. Selain dari kontak langsung, penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung dengan diperantarai oleh benda-benda yang sudah terpapar virus atau bakteri dari penderita infeksi saluran pernapasan.

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan

Gejala infeksi saluran pernapasan atas dapat berupa batuk, hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, nyeri otot, sakit tenggorokan, sakit kepala, serta demam. Gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung selama 3 hingga 14 hari. Sedangkan gejala infeksi saluran pernapasan bawah dapat berupa batuk berdahak, sesak napas, mengi, dan demam. Pada anak-anak dan bayi, gejala lain yang mungkin timbul, adalah sulit makan, rewel, dan gangguan tidur.

Diagnosis Infeksi Saluran Pernapasan

Untuk mendiagnosis infeksi saluran pernapasan atas biasanya hanya berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan kadang-kadang pemeriksaan darah. Tanda-tanda yang dapat ditemukan dokter adalah tenggorokan merah, hidung merah dan bengkak, amandel membengkak, nyeri tekan pada daerah pipi, serta muncul benjolan di sekitar leher. Penyebab tersering dari infeksi saluran napas atas adalah virus, sehingga tidak diperlukan pemeriksaan lanjutan lainnya, kecuali dokter mencurigai penyebab lain  seperti bakteri dan alergi. Pemeriksaan yang dapat dilakukan seperti pemeriksaan darah dan kultur bakteri dengan mengambil sampel dari swab hidung, tenggorokan, atau dahak.

Untuk infeksi saluran napas bawah, selain memerhatikan tanda-tandanya (misalnya sesak napas), dokter juga akan mengukur tingkat oksigen dalam darah (pulse oximetry) untuk mendeteksi adanya gangguan pernapasan. Di samping itu, pemeriksaan penunjang di laboratorium juga perlu dilakukan, seperti:

  • Foto Rontgen. Pemeriksaan dengan foto Rontgen dada dilakukan untuk melihat corakan dan kondisi paru-paru serta jalan napas.
  • Tes d Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terlihat peningkatan jumlah sel darah putih dalam darah yang merupakan tanda infeksi.
  • Pemeriksaan dahak atau s Biakan atau kultur dari sampel dahak atau sputum dilakukan untuk melihat pertumbuhan bakteri.
  • Bila dicurigai penyebab infeksi adalah tuberkulosis, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan lain untuk mendiagnosisnya.

Baca Juga : Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan

Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan

Penyebab infeksi saluran napas atas, bronkitis, dan bronkiolitis umumnya adalah virus, dan tidak ada terapi yang spesifik untuk mengobati berbagai tipe virus yang menyerang saluran napas atas. Infeksi saluran napas atas karena virus dapat sembuh sendiri dan tidak diperlukan obat-obatan. Penderita dapat meredakan gejala infeksi saluran pernapasan dengan cara mandi air hangat, minum air hangat, berkumur dengan air garam, mengompres wajah dengan air hangat, menghindari udara dingin, banyak minum air, dan beristirahat. Dalam hal obat-obatan untuk mengurangi gejala, penderita dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran guna meredakan gejala infeksi saluran pernapasan, misalnya paracetamol untuk demam, atau obat batuk pilek lainnya. Jika infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik, seperti amoxicillin.

Penanganan Medis Lebih

Pada kasus tertentu, penanganan medis secara lebih serius diperlukan jika penderita infeksi saluran pernapasan memiliki atau mengalami kondisi tertentu, seperti:

  • Menderita penyakit paru yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkiektasis.
  • Penderita penyakit jantung, hati, atau ginjal.
  • Menderita cystic fibrosis atau multiple sclerosis.
  • Batuk yang telah berlangsung selama lebih dari tiga minggu.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri pada dada.
  • Benjolan di leher.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita diabetes dan minum obat kortikosteroid.

Komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan

Komplikasi yang umumnya timbul akibat infeksi saluran pernapasan atas adalah infeksi sekunder karena bakteri, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga tengah (otitis media), atau meningitis yang menyebar dari sinusitis. Sedangkan komplikasi yang dapat muncul akibat infeksi saluran pernapasan bawah meliputi sepsis, empiema, abses paru, dan efusi pleura.

Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernapasan, di antaranya adalah:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok dan menghindari asap rokok.
  • Mengurangi tingkat stres.
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita infeksi.
  • Mencuci tangan setelah melakukan kegiatan.
  • Selalu menutup mulut dan hidung setiap bersin atau batuk.
  • Menjaga kebersihan diri dan barang-barang di sekitar.

Selain cara-cara tersebut, pemberian vaksin flu untuk melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan juga dapat dilakukan, terutama pada anak-anak. Bagi ibu yang memiliki bayi, dianjurkan untuk menyusui bayinya guna membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

Sumber : Dr. marianti

Pilihan Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 Bulan, Simak yaa

Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

Pilihan Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 Bulan, Simak yaa – Sebelum memikirkan makanan sehat untuk bayi Anda, perlu diperhatikan pula faktor kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Waktu terbaik untuk mengenalkan makanan padat pada bayi Anda adalah ketika ia sudah memiliki kesiapan dan kemampuan untuk makan. Umumnya, tanda-tanda Si Kecil mulai siap makan, akan muncul ketika usianya mencapai 4-6 bulan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian makanan padat pada bayi dimulai sejak usia 6 bulan.

Jangan Terburu Buru

Bunda tidak perlu terburu-buru dalam memberikan makanan padat yang sehat untuk Si Kecil. Sangat tidak dianjurkan untuk memberikan makanan padat pada bayi yang berusia kurang dari 4 bulan. Ini karena bayi belum memiliki kemampuan fisik untuk menelan makanan padat dengan aman sebelum usianya memasuki 4 bulan. Ini juga terkait dengan sistem pencernaan bayi yang baru siap menerima makanan padat pada usia 4 bulan.  Mengenalkan makanan padat terlalu dini dapat meningkatkan risiko obesitas, alergi makanan, asma, dan infeksi pernapasan pada bayi.

Tanda-tanda Bayi Siap Makan

Proses tumbuh kembang pada setiap bayi berbeda, begitu juga dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan padat. Jadi, penting untuk memperhatikan tanda-tanda bayi telah siap untuk mengonsumsi makanan padat.

Coba perhatikan bayi Anda, apakah sudah nampak tanda-tanda di bawah ini?

  • Berat badannya sudah naik dua kali lipat dari bobot lahirnya.
  • Dia sudah bisa mengangkat leher dan kepalanya.
  • Dia mulai nampak tertarik dengan apa yang Anda makan, misalnya dengan mencoba untuk meraih makanan dari piring Anda.
  • Terlihat kelaparan walau baru saja diberi susu.
  • Dia bisa menahan makanan di dalam mulut.

Jika Si Kecil sudah menampakkan tanda-tanda di atas, itu berarti dia sudah siap diberi makanan padat.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Pilihan Makanan Sehat untuk Bayi

Sereal

Sereal yang terbuat dari satu jenis bijian-bijian dan sudah diberi tambahan zat besi. Anda bisa mencampurkannya dengan ASI, susu formula, atau air mineral. Menu tambahan ini bisa diberikan pada bayi berusia 6 bulan.

Yoghurt

Anda boleh memperkenalkan yogurt pada bayi berusia 6 bulan. Kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi pada yoghurt bisa memberi efek baik bagi perkembangan tulang dan giginya. Selain itu, Si Kecil juga jadi tidak mudah sakit karena yoghurt bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dan mendukung kesehatan jantung serta otak. Pilih yoghurt rasa tawar tanpa tambahan gula. Lalu, tambahkan pada buah-buahan yang dihaluskan seperti pisang, apel, atau alpukat. Anda bisa juga memberi tambahan ASI atau susu formula untuk membuatnya encer agar mudah ditelan olehnya.

Sayur dedaunan hijau gelap

Jenis makanan ini mengandung zat besi dan folat tinggi yang baik untuk kesehatannya. Pilihan sayuran terbaik yang bisa Anda berikan kepada Si Kecil yaitu bayam.

Brokoli

Selain kalsium, serat, dan folat yang baik bagi perkembangan tubuhnya, brokoli juga diberkahi oleh kandungan sulfur. Kandungan ini bisa memberi rasa unik di lidah yang bisa membuat bayi mengenal berbagai jenis rasa. Tidak hanya itu, brokoli juga memiliki kandungan antikanker.

Kacang-kacangan

Makanan ini kaya akan protein dan serat. Kacang merupakan salah satu sumber makanan yang sehat, namun hati-hati jika Si Kecil memiliki alergi terhadap kacang.

Baca Juga : Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan

Jeruk

Rasa dari buah yang kaya akan vitamin C dan zat antioksidan ini sangat disukai oleh bayi. Anda bisa memberinya sebagai finger food (camilan).

Labu

Sayuran ini memiliki rasa manis yang alami dan bertekstur creamy (lunak). Selain nikmat disantap, labu kaya akan vitamin A dan C.

Daging

Mungkin Anda berpikir bahwa daging tidak cocok untuk bayi karena teksturnya yang keras. Namun, itu tergantung dari cara memasaknya. Memasak daging yang tepat untuk bayi adalah dengan cara direbus dalam waktu lama agar teksturnya empuk dan mudah dipotong kecil-kecil atau dihaluskan. Mengonsumsi daging bagus untuk bayi karena mengandung protein, zinc, dan zat besi. Daging sudah bisa diberikan pada bayi berusia 6–8 bulan ke atas.

Pada usia ini bayi tidak mengutamakan makanan yang memanjakan lidahnya. Dia hanya makan untuk memenuhi kebutuhannya ketika lapar. Jadi, hindari makanan yang mengandung banyak perasa tambahan, termasuk gula. Menjauhkan Si Kecil dari makanan yang terlalu manis bisa membantu mencegahnya dari kerusakan gigi. Untuk memberikan rasa manis, Anda bisa menambahkan ASI, susu formula, atau buah-buahan pada makanannya.

Jangan pula memberinya terlalu banyak garam, karena garam tidak baik bagi kesehatan ginjalnya.

Makanan Yang Harus Di Hindari

Selain itu, hindari memberinya jenis-jenis makanan seperti madu, kacang, telur mentah atau setengah matang, jenis ikan laut yang diduga mengandung merkuri, kerang-kerangan mentah, makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, dan makanan rendah lemak.

Dengan memberikan makanan sehat untuk bayi sesuai usia, Anda bisa memiliki buah hati dengan tubuh yang prima. Jika Si Kecil bermasalah dalam mengonsumsi makanan pendamping ASI, atau berat badannya tidak naik setelah mencoba memberi asupan nutrisi tambahan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter anak.

Sumber : Indita Indriani

Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan

Cara Membuat Bubur Sum Sum Untuk Bayi 6 Bulan – Indonesia adalah negara yang kaya raya. Tidak hanya kaya akan kebudayaanya, tetapi juga memiliki makanan tradisional yang beragam. Memang untuk saat ini makanan tradisional mulai bergeser peminatnya karena menjamurnya fast food. Namun di pasar-pasar, masih banyak kok makanan tradisional Indonesia, mulai dari makanan berat sampai camilan.

Makanan Tradisional

Nah, bagaimana jika Mums mengkreasikan makanan tradisional menjadi bubur untuk bayi 6 bulan? Menarik bukan? Mengingat kebutuhan nutrisi bayi 6 bulan tidak hanya bisa dicukupi dengan ASI saja, tetapi membutuhkan MPASI. Mums bisa mengkreasikan bubur tradisional menjadi bubur untuk bayi 6 bulan pertama, lho.

Masih bingung bubur tradisional apa yang cocok untuk bayi usia 6 bulan? Karena MPASI untuk bayi usia 6 bulan harus bertekstur lembut dan tidak terlalu padat atau encer, maka bubur sumsum sangat direkomendasikan. Namun karena akan diberikan kepada bayi usia 6 bulan, maka Mums harus mengkreasikan bahan-bahan yang ada di dalamnya, agar sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Bubur Sum Sum

Adalah makanan tradisional asli Indonesia yang terbuat dari tepung beras. Bubur ini biasa disantap bersama kuah manis berbahan dasar gula jawa. Walau namanya sumsum, bubur ini tidak mengandung sumsum. Nama sumsum diberikan karena penampilannya mirip seperti sumsum tulang. Bubur sumsum memiliki banyak penggemar. Buktinya tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tetapi juga negara lain seperti Malaysia.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Cara Membuat

Bahan-bahan

  • 15 gr (1,5 sdm) tepung beras,
  • 10 gr (1 sdm) kacang hijau yang sudah direbus dan dihaluskan,
  • 75 cc (1/3 gelas belimbing) santan encer,
  • dan 20 gr daun bayam yang diiris halus.

Cara membuatnya,

  • pertama rebus kacang hijau dan daun bayam.
  • Setelah itu, saring dengan saringan atau diblender halus, kemudian sisihkan.
  • Kedua, larutkan tepung beras dengan sedikit air dan tambahkan santan.
  • Masak di atas api kecil hingga matang.
  • Jangan lupa tambahkan hasil saringan kacang hijau dan daun bayam, kemudian aduk rata.
  • Pemberian bubur sumsum sebaiknya 2-3 sekali.
  • Dalam sekali konsumsi, berikan sebanyak 2-3 sendok.
  • Tidak perlu banyak-banyak, karena bayi masih dalam tahap pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI).
  • Bubur sumsum ini juga tidak menggunakan kuah seperti pada umumnya.
  • Hal ini dikarenakan kuah tersebut berbahan dasar gula jawa.
  • Sedangkan bahan-bahan seperti gula, garam, dan penyedap rasa tidak boleh ditambahkan ke dalam MPASI.

Apakah Boleh Bubur Bayi Ditambah Santan?

Mungkin Anda  bertanya-tanya apakah boleh bubur bayi ditambahkan santan? Apakah santan baik bagi tumbuh kembang si Kecil? Ya, santan boleh diberikan kepada si Kecil saat ia sudah dikenalkan dengan MPASI. Namun, dalam batas wajar dan dibarengi dengan sayur-sayuran pada makanannya ya, Mums.

Baca Juga : Manfaat Bubur Labu Kuning Untuk Bayi 6 Bulan Dan Manfaatnya

Jika si Kecil masih berusia 6 bulan, berikan santan dalam jumlah sedikit saja ya, Mums. Pasalnya, sistem pencernaannya masih belum sempurna. Santan mengandung lemak yang dapat membantu perkembangan otaknya. Selain itu, ternyata santan dapat membantu penyerapan vitamin, memperlancar metabolisme tubuh, dan meningkatan kecerdasan.

Sumber : Indita Indriani

Bubur Sum Sum Kuah Mangga Untuk Bayi 5 Bulan

Bubur Sum Sum Kuah Mangga

Bubur Sum Sum Kuah Mangga Untuk Bayi 5 Bulan – Kalau biasanya bubur sumsum identik dengan gula jawa sebagai kuahnya, nah resep bubur sumsum kali ini tidak menggunakan gula jawa loh Moms, melainkan menggunakan buah Mangga sebagai toppingnya. Wah pastinya rasanya segar dari rasa buah mangganya ya Moms. Yuk intip cara buatnya:

Bahan:

  1. 3 sdm tepung beras
  2. 250 ml santan yang sudah dicairkan, pisah jadi dua bagian
  3. 1 buah mangga harum manis, kupas dan potong-potong
  4. Air secukupnya

Cara membuat:

  1. Masukkan 3 sdm tepung beras ke dalam 125 ml larutan santan, aduk perlahan hingga tidak ada yang menggumpal
  2. Panaskan 125 ml santan lainnya dan jika sudah mendidih tuang perlahan ke dalam adonan tepung beras.
  3. Aduk terus hingga mengental dan tercampur merata, kemudian angkat jika sudah meletup-letup
  4. Blender mangga yang telah dipotong-potong dan tambahkan air secukupnya (tekstur tetap kental dan tidak cair karena kebanyakan air)
  5. Tuangkan saos mangga diatas bubur sumsum
  6. Sajikan

Nah gimana mudah bukan membuatnya Moms? Rasa manis alami yang didapatkan dari mangga, pastinya akan lebih sehat daripada menggunakan gula ya Moms.

Bubur Sum Sum

tepung beras yang gurih,enak dimakan dengan sirop gula merah yang legit. Bubur yang lembut ini bisa jadi menu sarapan. Mengenyangkan dan dapat jadi sumber energi. Bubur sumsum adalah salah satu hidangan trasional dari Jawa. Terbuat dari tepung beras, santan dan daun pandan. Teksturnya yang lembut terasa gurih karena santan. Biasanya disajikan dengan gula merah cair yang manis. Meskipun tampil sederhana namun hidangan ini banyak manfaatnya.

Baca Juga : Manfaat Bubur Labu Kuning Untuk Bayi 6 Bulan Dan Manfaatnya

Tepung beras yang jadi bahan utamanya mengandung banyak nutrisi. Seperti mineral, vitamin dan serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus juga sistem pencernaan. Karena mengandung karbohidrat, tepung beras juga bisa jadi pengganti nasi. Sedangkan santannya yang mengandung lemak jenuh, ternyata dapat membantu meningkatkan energi. Juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena bersifat sebagai antibakteri juga antivirus. Santan kelapa ini juga dapat menyembuhkan radang tenggorokan.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

 5 manfaat buah mangga untuk kesehatan bayi

Membantu Fungsi Otak

Buah mangga mengandung vitamin B6. Vitamin tersebut berfungsi untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan otak pada bayi. Selain itu, buah mangga juga mengandung asam glutamin yang bisa membantu meningkatkan ingatan dan konsentrasi bayi.

Pencernaan yang Sehat

Kandungan biokimia dan enzim seperti terpen, ester, dan aldehida dalam buah mangga bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan bayi agar tetap sehat. Serat pada buah mangga juga bisa membantu bayi agar tidak mudah terkena sembelit.

Menjaga Kesehatan Mata

Mangga kaya vitamin A yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata bayi, agar penglihatannya tetap normal dan terhindar dari berbagai penyakit mata

Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Buah mangga mengandung lebih banyak beta karoten dibanding buah lainnya. Betakaroten adalah zat karotenoid yang merupakan antioksidan yang bisa melindungi tubuh bayi dari serangkan radikal bebas. Bahkan, karotenoid pada mangga juga bisa mencegah penyakit kanker dan jantung sejak dini.

Anti Mikroba

Mangga sangat dikenal sebagai buah yang bisa memperbaiki epitel tubuh. Hal ini diperlukan oleh bayi untuk membantu melawan kuman dan infeksi pada tubuhnya.

Sumber : Indita Indriani

Cara Membuat Bubur Wortel Untuk Bayi Usia 5 Bulan

Cara membuat bubur wortel untuk bayi Anda

Cara Membuat Bubur Wortel Untuk Bayi Usia 5 Bulan – Wortel merupakan sayuran yang sangat bergizi. Sebuah wortel berukuran sedang bisa menghasilkan sekitar 3 ons bubur. Ibu juga bisa mencampurnya dengan buah-buahan lain, atau sayuran dan daging, kemudian menyajikannya dalam berbagai cara.

Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk membuat bubur wortel untuk bayi Anda:

  • Cuci 1-2 buah wortel berukuran sedang secara menyeluruh dan kupaslah kulit luarnya dengan menggunakan pengupas kulit sayur.
  • Potong kecil-kecil.
  • Rebus air dalam panci.
  • Tuangkan potongan wortel saat air mulai mendidih.
  • Masak selama sekitar 10 sampai 15 menit, sampai wortel menjadi lembut.
  • Buang air yang tersisa dan bilas dengan air dingin.
  • Gunakan blender makanan atau food processor lainnya untuk menghaluskan wortel menjadi bertekstur seperti pasta halus.
  • Jika perlu, tambahkan air.
  • Jika bayi Ibu sudah berusia sekitar 10 bulan, Ibu bisa menyajikan wortel rebus dalam bentuk potongan-potongan kecil.
  • Ibu bisa menggunakan wadah kedap udara yang bersih untuk menyimpan bubur wortel.

Baca Juga : Manfaat Bubur Labu Kuning Untuk Bayi 6 Bulan Dan Manfaatnya

Bubur wortel tidak boleh disimpan lebih dari 3 hari.

Sebagai penambah rasa, Ibu bisa mencampurnya dengan buah-buahan dan sayuran lainnya. Cobalah mencampur bubur wortel dengan buah, bahan makanan dan/atau sayur berikut:

  • Ayam
  • Kacang buncis
  • Brokoli
  • Daging sapi
  • Beras merah
  • Kacang lentil
  • Ubi jalar
  • Persik
  • Kentang
  • Saus/bubur apel

Tips dalam mempersiapkan bubur wortel

Pastikan bayi Ibu mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh sehat dengan memberinya menu terbaik. Jika Ibu menggunakan bubur wortel sebagai makanan padatnya yang pertama, Ibu mencampurnya dengan ASI agar teksturnya lebih lunak. Bayi Ibu akan lebih menyukainya karena rasanya sudah akrab di lidahnya. Jika bayi Ibu berusia lebih dari 6 bulan, Ibu bisa mulai memperkenalkan susu sapi jika diperlukan. Pastikan dia tidak alergi laktosa. Tapi ingat, ASI adalah susu terbaik baginya hingga ia berusia 2 tahun. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini.

 

Ibu bisa menambahkan susu pada saat memblender bubur agar teksturnya lebih lembut. Kurangi durasi merebus wortel setelah bayi Ibu mulai bisa mengunyah makanan dengan baik. Hal ini akan membantu mempertahankan vitamin pada wortel.

Gunakan bahan organik.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memperkenalkan makanan baru, terutama jika bayi Ibu mengembangkan reaksi alergi. Kalau Anda senang membaca buku bagus mengenai perawatan anak, simak ulasan kami tentang buku Panduan Lengkap Perawatan Bayi.

Manfaat Wortel untuk Bayi

Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan betakroten pada wortel dapat berfungsi untuk menjaga dan juga memperbaiki kondisi mata akibat kekurangan vitamin A. Ini dikarenakan sifat antioksidannya yang dapat mencegah timbulnya katarak pada mata, khususnya pada mata bayi. Betakaroten merupakan senyawa organik yang terdapat pada berbagai jenis buah dan sayur juga merupakan pigmen yang berpengaruh pada warna buah maupun sayur, seperti pada wortel yang berwarna orange terang. Warna orange ini dipengaruhi oleh pigmen karotenoid yang lantas dikonversi menjadi vitamin A, sehingga banyak anggapan bahwa warna orange identik dengan vitamin A. (Baca Juga: penyebab mata merah dan berair pada bayi , Vitamin A untuk Ibu Hamil)

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Sebagai sumber vitamin dan mineral terbaik

Wortel merupakan salah satu sayuran kaya nutrisi yang sangat bagus untuk kesehatan bayi. Selain itu juga banyak kandungan vitamin lainya seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B9, dan C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan sodium. Sumber kalsium dan magnesium yang baik, yang berguna untuk pembentukan tulang pada bayi. Kandungan zat besinya pun berperan penting dalam memproduksi hemoglobin. Serta kandungannya yang tinggi Vitamin C membantu menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh dan mencegah timbulnya infeksi. Manfaat dari wortel ini dapat dinikmati oleh semua tingkatan usia baik tua, muda, anak-anak dan juga bayi yang sedang belajar makan bahkan termasuk dalam vitamin yang dibutuhkan untuk ibu menyusui.

Membantu melancarkan pencernaan

Memasak wortel dengan cara di steam(kukus) dan menghaluskannya membuat wortel mudah dicerna bayi, dan membantu sekresi enzim dalam pencernaannya. Jika bayi rutin mengkonsumsi wortel ini dapat membantu mencegah bayi terkena asam lambung, yang menjadi penyebab bayi sering muntah.

Mengatasi sembelit secara alami

Masalah susah buang air besar ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa namun bayi juga. Ini terjadi karena tinja atau feses didalam usus bayi mengeras hingga menjadi penyebab bayi susah buang air besar.  Kondisi semacam ini bisa membuat bayi menjadi rewel dan cengeng. Serat dalam wortel akan membantu mencegah sembelit, ini karena serat berfungsi menyerap air juga menjadikan feses lebih lunak, sehingga dapat bergerak dengan mudah melalui usus. Dengn rutin mengkonsumsi wortel bayi akan terhindar dari sembelit.

Membantu mengatasi diare

Infeksi parasit, bakteri, atau virus seringkali menjadi penyebab diare pada bayi. Daya tahan tubuhnya yang masih dalam tahap perkembangan membuat bayi lebih rentan terkena diare. Saat diare menyerang bayi, keseimbangan air dan garam (elektrolit) pada tubuh bayi menjadi terganggu. Memberikan bayi sup wortel yang hangat dapat menggantikan cairan yang hilang akibat diare yang dialami bayi dan jugan mencegah dehidrasi. Namun bila diare tetap berlanjut segera hubungi dokter terdekat untuk pengobatan lebih lanjut.

Sumber : Henny

Manfaat Bubur Labu Kuning Untuk Bayi 6 Bulan Dan Manfaatnya

Labu Kuning

Manfaat Bubur Labu Kuning Untuk Bayi 6 Bulan Dan Manfaatnya – Labu kuning mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk bayi. Anda dapat membuat labu kuning sebagai MPASI bayi. Ketahui resep MPASI labu kuning dan manfaatnya untuk bayi. MPASI atau makanan pendamping ASI dikenalkan pada bayi saat usia bayi 6 bulan. Saat usia 6 bulan, bayi membutuhkan pelengkap nutrisi dan gizi untuk menunjang tumbuh kembangnya yang bisa ia dapatkan dari makanan pendamping.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Makanan bayi tentunya berbeda dengan makanan orang dewasa. Jenis, rasa dan tekstur makanan bayi harus benar-benar diperhatikan karena mengingat sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Makanan sehat akan membantu menunjang tumbuh kembang bayi. Banyak pilihan bahan makanan sehat yang dapat diolah menjadi makanan pendamping untuk bayi, dimana salah satunya yaitu labu kuning.

Olahan Labu Kuning

Labu kuning itu sendiri dapat diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Selain dapat dikonsumsi orang dewasa, ternyata labu kuning juga baik dikonsumsi oleh bayi karena terkenal kandungan gizinya yang bermanfaat untuk bayi. Labu kuning umumnya memiliki ukuran yang cukup besar dengan bentuk bulat, pipih, panjang atau bahkan lonjong tergantung varietasnya. Labu kuning yang masih muda sebagian besar berwarna hijau. Sedangkan untuk labu kuning yang berwarna tua memiliki warna kuning yang pucat. Warna kuning yang terdapat pada daging labu kuning ini menandakan adanya kandungan karotenoid yang tinggi. Dimana kandungan karotenoid yang terdapat dalam labu kuning untuk bayi umumnya berbentuk betakaroten.

Nutrisi dan Manfaat Labu Kuning Untuk Bayi

Vitamin A & Betakaroten

Betakaroten merupakan pigmen yang berwarna orange atau kuning, yang mana apabila dicerna oleh tubuh bayi akan berubah menjadi vitamin A. Dimana fungsi betakaroten dan vitamin A itu sendiri yaitu untuk kesehatan mata dan kulit, membantu reproduksi dan meningkatkan kekebalan tubuh si kecil. Selain itu, kandungan zat gizi yang terdapat pada labu kuning pun bermanfaat sebagai antioksidan, dan dapat mengurangi risiko terjadinya kanker serta penyakit jantung di kemudian hari. Zat Besi Zat besi dibutuhkan tubuh bayi untuk proses pembentukan darah, terutama hemoglobin. Karena seperti itu, anda dapat memberikan olahan labu kuning karena zat besi yang terdapat di dalamnya sangat baik dan bermanfaat untuk bayi anda.

Baca Juga : Cara Membuat Bubur Susu Crackers dan Apa Manfaatnya

Vitamin C

Di dalam labu kuning terkandung vitamin C. Dimana vitamin C itu sendiri merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat larut dalam air yang sangat dibutuhkan oleh si kecil untuk metabolisme tubuhnya. selain itu, vitamin C juga memiliki peran untuk kekebalan tubuh dan antioksidan si kecil. Kalium Kalium berperan untuk menunjang proses metabolisme tubuh agar lancar. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.

Resep MPASI Labu Kuning

Untuk Bayi Bubur Labu Kuning Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 100 gram labu kuning
  • 300 ml kaldu ayam
  • 100 bayam hijau
  • 50 gram tahu putih

Cara Membuat MPASI Labu Kuning

  • Pertama langkah yang harus anda lakukan yaitu mencuci bayam yang sudah disiapkan sampai benar-benar bersih.
  • Jika sudah, tiriskan terlebih dahulu, kemudian iris-iris.
  • Potong-potong tahu putih.
  • Bersihkan labu kuning.
  • Rebus labu kuning bersama dengan bayam menggunakan air kaldu.
  • Rebus bahan-bahan sampai matang atau empuk.
  • Setelah itu, tambahkan potongan tahu. Lalu masak kembali hingga kaldu mendidih.
  • Jika sudah mendidih, anda dapat langsung mematikan kompor dan mengangkatnya.
  • Tiriskan semua bahan-bahan.
  • Kemudian, haluskan dengan menggunakan blender.
  • Jika sudah, anda dapat langsung menyajikannya untuk si kecil.

Puree Labu Kuning Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram labu kuning
  • ASI atau susu formula secukupnya

Cara Membuat Puree Labu Kuning

  • Langkah pertama kali yang harus anda lakukan yaitu mencuci labu kuning terlebih dahulu.
  • Kemudian, siapkan panci berisi air dan didihkan air tersebut.
  • Jika air sudah mendidih, anda dapat memasukan potongan labu kuning dan rebus hingga matang dan empuk.
  • Jika sudah matang dan empuk, anda dapat mengangkat dan meniriskannya.
  • Saring labu hingga benar-benar lembut.
  • Kemudian, tambahkan ASI atau susu formula yang sudah anda siapkan. Aduk-aduk sampai rata.
  • Jika sudah, anda dapat segera menyajikannya.

 Puree Labu Kuning Campur Tempe dan Daging

 Bahan Bahan yang Dibutuhkan

  • 50 gram labu kuning
  • 20 gram tempe
  • 30 gram daging ayam
  • 1 sendok teh keju parut
  • ASI secukupnya

 Cara Membuat

  • Puree Langkah pertama, kupas labu kuning yang sudah anda siapkan.
  • Kemudian cuci sampai bersih dan potong dadu.
  • Buang lemak daging ayam.
  • Cuci sampai bersih dan potong dadu.
  • Potong dadu tempe.
  • Rebus daging ayam yang sudah anda siapkan sampai setengah matang.
  • Kemudian tambahkan tempe dan labu kuning.
  • Lalu masak kembali sampai matang.
  • Tambahkan susu dan keju.
  • Lalu blender sampai halus.
  • Kemudian anda dapat langsung menyajikannya untuk si kecil

Sumber : Perawatan Bayi

error: Content is protected !!