Apa Saja Pandangan Syariah Tentang Investasi, Simak yaa

Apa Saja Pandangan Syariah Tentang Investasi, Simak yaa

PANDANGAN SYARIAH TENTANG INVESTASI

Apa Saja Pandangan Syariah Tentang Investasi, Simak yaa – sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan sosial bahwa sebagian orang yang memiliki kemampuan melaksanakan kegiatan bisnis dan ekonomi tapi tidak memiliki modal . Sementara di sisi lain ada yang memiliki harta , tapi tidak cakap dalam mengembangkannya . Al Bajuri menyatakan bahwa dalil dibolehkannya qiradh adalah ijma ‘ dan hajat , karena ada pemilik harta yang tidak mampu mengelola modalnya , dan sebaliknya ada orang mampu mengelolanya tetapi tidak punya modal . Maka yang pertama memerlukan pengelolaan modal , sementaran yang kedua memerlukan pekerjaan . ( Hasyiah Fathul Qarib Al Baijuri , JUZ hal 21 ) .

Baca Juga : Ini Dia Manfaat Telur Dan Resep Membuat Gadon Telur

Reksadana dan produk investasi lain sebagai lembe yang mengelola harta memiliki kemampuan untuk mengembangkannya dari para pemilik modal secara sendiri sendiri yang melakukannya . Investasi adalah tuntutan perkembangan ekonomi yang akan terus berkembang . Ia akan menghimpun dana dari ummat yang tidak dapat dicegah untuk berinvestasi . Di sisi lain umat Islam harus dapat bersaing dalam bidang ekonomi dalam usaha mempersiapkan diri menghadapi globalisasi yang kian mendekat dan sukar dihindari . Kegiatan investasi yang ada sekarang masih banyak mengandung unsur unsur yang tidak sesuai dengan syariah Islam , baik dari

  • akad ,
  • sasaran investasi ,
  • teknis transaksi ,
  • pendapatan ,
  • maupun dalam hal pembagian keuntunganya .

Untuk itu perlu dibentuk Investasi Syariah , dimana Investasi ini mengikuti prinsip – prinsip syariah dalam bidang Muamalah maliyah . Adanya investasi syariah merupakan uapaya untuk memberi jalan bagi ummat Islam agar tidak bermuamalah dan memakan harta dengan cara yang bathil seperti yang disebutkan dalam Al Qur ‘ an Surat An Nisa ayat 29 . Di samping itu investasi Syariah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui investasi yang sesuai dengan syariat Islam .

Prinsip Muamalat

Pada prinsipnya setiap sesuatu dalam muamalat adalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan Syariah , mengikuti kaidah fiqih yang dipegang oleh mazhab Hambali dan fuqaha lainnya, yaitu:

  • Prinsip-prinsip dasar transaksi dan kerangka acuannya dapat ditegakkan, selama mereka tidak dilarang oleh Syariah atau bertentangan dengan hukum Syariah. (Al Fiqh al Islamy wa Adillatuh, Juz IV hal. 199)
  • Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk memenuhi perjanjian mereka seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur’an: X “Hai kamu yang beriman, penuh dengan perbuatan-perbuatan itu “(QS. Al Maidah: 1)

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Kondisi yang berlaku dalam perjanjian adalah aturan yang telah ditetapkan oleh umat Islam sendiri, selama saya melanggar ajaran Islam.  – Muslim kecuali perdamaian yang melarang halal atau legalisasi Islam Muslim harus memenuhi persyaratan yang mereka setujui kecuali yang melarang larangan halal atau sah (HR. Abu Daud, Ibn Majah dan Tirmizy dari Amru bin  Dalam investasi konvensional hukum Islam, itu adalah penjualan dan distribusi pendapatan (mudharbah / musyarakah). seperti mempromosikan ekonomi, saling menguntungkan para pelaku, meminimalkan risiko di pasar modal dan sebagainya.

Hal Yang Bertentangan Dengan Syariah

Tetapi ada juga hal-hal yang bertentangan dengan Syariah, dalam hal perjanjian, operasi, investasi, transaksi dan pembagian keuntungan.  Syariah dapat menerima investasi seperti investasi reksa dana, investasi emas, dan investasi lainnya untuk tujuan yang tidak sesuai dengan Syariah.  Dr.  Wahab Az Zuhaily mengatakan bahwa kondisi apa pun yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dan dapat disamakan dengan hukum (dibenarkan) dengan ketentuan hukum.  (Al Fiqh al Islamy Wa Adillatuh, hal. 200).  Prinsip komitmen adalah mematuhi hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT.  yang disebutkan dalam Al Qur’an sebagai berikut.  “Orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan barang milik orang lain dengan cara yang buruk, kecuali dalam cara bisnis yang kamu sukai dan cintai di antara kamu sendiri.” (QS. An Nisaa: 29).

Aktivitas Investasi Syariah

Investasi syariah dapat melakukan apa saja yang bertentangan dengan syariah.  Di antara investasi non-halal yang tidak dapat dilakukan adalah

  • perjudian,
  • pelacuran,
  • pornografi,
  • makanan
  • minuman ilegal,
  • lembaga keuangan ribawi dan lainnya

yang ditentukan oleh Dewan Pengawas Syariah.  Melakukan Investasi Syariah dengan emiten dapat dilakukan melalui : Mudharabah ( Qiradh ) Musyarakah. Investasi Syariah yang dalam hal ini bertindak selaku Mudharib dalam kaitannya dengan investor dapat melakukan akad Mudharabah ( Qiradh ) / Musyarakah. Dr Wahbah Az Zuhaily menjelaskan bahwa Mazhab Hanafi mengatakan bahwa Mudaharib tidak boleh mengadakan Mudharabah dengan orang lain. Kecuali pemilik harta memberikan mandat .

Sumber : Tanti Haikal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: