Bertanam Secara Hidroponik, Pengertian, Dan Manfaat

Hidroponik

Bertanam Secara Hidroponik, Pengertian, Dan Manfaat - Dunia pertanian menjadi satu di antara sektor penting di bumi sebab berhubungan dengan ketahanan pangan tanah air. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kita pun harus aktif menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Maraknya berbagai komunitas yang mengangkat visi go green, semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Terutama, kebutuhan konsumsi sayur yang sehat dan bergizi . Hampir tiap hari, kita menyantap bermacam-macam jenis sayuran dalam beraneka ragam olahan. Apa itu Hidroponik? “Hidroponik”. Kata yang cukup asing bagi yang baru mendengarnya. Hidroponik sendiri intinya adalah menanam tanpa tanah, tetapi seluruhnya menggunakan air dan campuran nutrisi yang hanya dibutuhkan sayuran dalam menanam tumbuhan

Sejarah Hidroponik

Hidroponik sendiri adalah serapan bahasa latin dari kata hydro=air dan phonos=tenaga. Sejarah bahwa cara penanaman dengan teknik hidroponik ternyata sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala sudah pernah dilakukan, seperti pada zaman Babylonia yang terkenal dengan hanging garden atau kebun gantung. Hidroponik juga sudah mulai di teliti pada tahun 1600-an oleh Jan van Helmont dari Belgia yang beropini bahwa tumbuhan mendapatkan zat-zat penyusunnya dari air 100 %. Peneliti dari Inggris pada 1699 John Woodward juga berkesimpulan bahwa tanaman bertumbuh sebagai hasil dari zat-zat yang ada di air, yang berasal dari tanah, tidak hanya berasal dari air itu sendiri. Penelitian mengenai penanaman dengan air terus berlangsung hingga pada 1860 – 1861, duo Jerman, Sach dan Knop, akhirnya berhasil menumbuhkan tanaman langsung dalam larutan air mengandung mineral. Metode ini diberi nama “nutriculture,” awal mula teknik hidroponik yang berkembang sampai saat ini jaman modern ini.

Hidroponik di Indonesia

Sedangkan Indonesia sendiri Hidroponik awalnya mulai dipelajari pada tahun 1970-an yang menjadi bahan praktikum di Perguruan Tinggi (ada yang menyebut UGM). Lalu pada 1982 Hidroponik mulai dikembangkan menjadi lahan bisnis dan di aplikasikan dalam skala industri oleh sang legenda Almarhum Bob Sadino dengan menggunakan lahan seluas 2,5 hektar lebih . Seiring berjalannya waktu Hidroponik semakin berkembang di Indonesia karena kemudahan penanaman dan juga keuntungan yang maksimal yang bisa didapat dibanding menanam secara konvensional. Kemudahan akses informasi saat ini juga membuat Hidroponik lebih mudah dipelajari sendiri serta membantu penyebaran informasi mengenai Hidroponik itu sendiri di indonesia

Urban Farming Masa Kini

Metode Hidroponik pada dasarnya cukup mudah untuk di lakukan dalam skala rumah tangga. Sayur-sayuran hasil panen sendiri memang nikmat rasanya, apalagi jika hasilnya bagus. Cukup banyak sayuran maupun buah-buahan yang bisa ditanam menggunakan sistem hidroponik contohnya yang paling sering adalah sayur jenis sawi-sawian seperti pakcoy, caisim, sawi putih, tatsoi atau sawi pagoda, samhong, kailan, sawi pahit dan lain lain. Selain itu sistem hidroponik juga terkenal untuk menumbuhkan berbagai macam jenis selada, seperti, selada air, selada butterhead, romaine, green coral, dan masih banyak lagi. Untuk herbs dan penambah bumbu makanan seperti, seledri, bawang daun, kucai, , thyme dan lainnya juga bisa menggunakan hidroponik. Lalu untuk buah-buahan hidroponik seringkali digunakan untuk menanam melon, semangka, tomat, timun, cabai, paprika dan lainnya.

menjadi tren

Mudahnya pemeliharaan dan hasil yang bagus serta dapat menggunakan lahan relatif sempit juga turut membuat hidroponik menjadi tren yang diminatii akhir-akhir ini. komunitas maupunasosiasi penggemar dan egiat hidroponikpun sudah banyak muncul di berbagai kota, sehingga penyebaran sistem hidroponik di Indonesia menjadi lebih luas. Dengan adanya komunitas maupun asosiasi juga turut memudahkan pemula yang ingin belajar mengenai hidroponik lebih jauh serta bisa dengan mudah mendapatakan prasarana maupun starter kit untuk mulai belajar menanam hidroponik sendiri di rumah, karena memang perlengkapan hidroponik masih dinilai kurang tersebar dan tersedia di semua tempat. Jadi Inti dari hidroponik sendiri adalah menanam tanpa tanah, melainkan dengan bantuan air yang telah kita campurkan dengan hanya vitamin dan nutisi tanaman yang dibutuhkan oleh si tanaman itu sendiri yang di laha oleh tanaman melalui akarnya. Baca Juga : Indonesia Terapkan New Normal – Tatanan Baru Menghadapi Covid

Meningkatkan Omset

Budidaya tanaman yang mengaplikasikan metode hidroponik membuat nilai ekonomis citra beberapa tanaman sayur seperti kangkung di mata masyarakat meningkat. Bisa dikatakan bahwa omset budidaya kangkung secara hidroponik meningkat hingga 300% dibanding menerapkan sistem budidaya konvensional. Tren bertanam secara hidroponik menjadi beberapa versi macam, yaitu berhidroponik untuk hobi dan berhidroponik untuk menjalankan bisnis . Bahkan hingga saat ini, banyak orang berlomba-lomba menjalankan usaha budidaya secara hidroponik. dikatakan bahwa tren hidroponik semakin meningkat di masyarakat. Memulai budidaya secara hidroponik, Anda tidak lagi dituntut untuk memiliki lahan yang luas. Oleh karena itulah, tren hidroponik masih sangat digemari. Karena, potensi yang dihasilkan dari bercocok tanam secara hidroponik memiliki keunggulan, baik itu membudidayakan tanaman sayur dan tanaman buah.

Berikut ini perkembangan tren hidroponik untuk skala usaha.

1. Tidak tergantung pada kondisi tanah Jika Anda menjalankan usaha budidaya sayuran dengan sistem konvensional, pasti produksi tanaman yang akan dibudidayakan tergantung pada besaran luas lahan bukan?! Ditambah lagi faktor keberhasilan suatu budidaya juga dilihat dari kandungan unsur hara pada tanah. Jika melakukan budidaya dengan metode hidroponik, Anda sama sekali tidak berkaitan dengan tanah pada keseluruhan proses budidayanya. 2. Tidak tergantung pada cuaca Beberapa negara dengan beriklim dan cuaca ekstrem seperti di Timur Tengah pada umumnya sangat sulit membudidayakan sayuran karena tidak dapat tumbuh tidak akan maksimal. Dengan begitu, negara-negara itu harus impor untuk mendapatkan sayuran. Kini, dengan adanya teknik menanam secara hidroponik halangan cuaca dan iklim dapat diminimalisir. 3. Waktu panen lebih cepat Pemberian vitamin secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan masing-masing tanaman membuat pertumbuhan tanaman hidroponik maksimal dan dapat dipanen lebih cepat dibanding sistem konvensional. Panen pada berbagai jenis sayuran hidroponik lebih cepat daripada yang ditanam dengan sistem biasa di tanah

lainnya

4. Hasil panen bersih dan segar Hasil panen sayuran hidroponik lebih disukai oleh konsumen karena segar. Hal ini karena pada budidaya hidroponik pertumbuhan tanaman terjadi maksimal yang membuat tampilan sayuran dan buah bedadengan sayuran yang ditanam dengan sistem di lahan tanah 5. Biaya operasional tidak mahal lebih murah Biaya operasional produksi sayuran seperti pupuk (nutrisi) dan penggunaan air untuk menyiram dapat diefisienkan pada hidroponik karena pemberian nutrisi dapat disesuaikan dan dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga tidak ada nutrisi yang terbuang. hidroponik juga sangat irit penggunaan air karena air yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tidak perlu disiram secara terus menerus , tetapi cukup sekali memberikan air yang dicampurkan dengan vitamin yang kemudian diletakkan di bagian bawah tanaman ataupun dialirkan secara kontinyu Ayo Jangan takut untuk mencoba dan praktek langsung bagaimana cara menanam dengan menggunakan cara hidroponik dimulai dengan persiapan perlengkapan, penyemaian benih dan pemberian vitamin bagi tanaman kita nantinya.

Indonesia Terapkan New Normal – Tatanan Baru Menghadapi Covid

Apa itu new normal ?

Indonesia Terapkan New Normal - Tatanan Baru Menghadapi Covid - New normal merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memperbolehkan kembali aktifitas seperti normal kembali. Di dalam pelaksanaanya, pemerintah Indonesia memperbolehkan mereka yang berusia dibawah 45 tahun untuk beraktifitas di luar rumah secara normal seperti dedia kala, hal ini dikarenakan karena  mereka yang masih dibawah 45 tahun masih memiliki sistem imunitas yang tinggi, tentu berbeda dengan para lanjut usia yang imunitas tubuhnya kurang bagus yang dikhawatirkan lebih rentan terpapar virus covid 19 Baca Juga : Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Siswi SMP Bunuh Balita

Dapat memperbaiki perekonomian

Pemerintah kita mempunyai tujuan  akan memberlakukan  new normal tersebut dikarenakan kebijakan sebelumnya yakni memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta imbauan pemerintah agar tetap dirumah yang menimbulkan resiko krisis ekonomi yaitu menurunnya kegiatan ekonomi kita yang berdampak pada ekonomi makro  bahkan krisis politik, pemerintah berupaya mencari jalan untuk memulihkan dengan menerapkan new normal agar masyarakat kita dapat melakukan  seperti semula dan diharapkan dapat memperbaiki kondisi perekonomian Negara terutama ekonomi makro agar tidak terulang terjadi krisis ekonomi seperti tahun 1998.

Perekonomian kian merosot

Jika metode PSBB terus dilanjutkan tidak  adanya inovasi baru. Bukan tidak mungkin ancaman krisis politik yang berimbas dari krisis ekonomi besar besaran akan terjadi. Dapat kita lihat hingga saat ini sangat banyak para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja  akibat perekonomian yang kian merosot. Kesenjangan sosial semakin terlihat jelas sehingga dapat membuka peluang terjadinya krisis, dan apabila terjadinya krisis keamanan ini akan menimbulkan kriminalitas seperti maraknya pencurian, perampokan dan kerusuhan massal yang dapat mengancam terjadinya krisis politik.

Pro dan Kontra

Diberlakukannya “new normal” ini banyak juga komentar baik  ,yaitu dengan ada nya pemberlakuan kebijakan baru itu “new normal”  ini dapat melancarkan ekonomi dan produktivitas masyarakat yang sempat terhambat seperti berjualan dan berpergian jauh tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan . Ada juga yang berkomentar negatif, yaitu dengan ada nya “new normal” ini semakin meningkat nya kecenderungan untuk terinfeksi virus corona ini. Masyarakat sudah mulai berkumpul di tempat keramaian  dan sudah mulai ber aktivitas seperti biasa nya juga akan meningkatkan angka masyarakat yang akan terinfeksi virus corona  .dengan diberlakukan nya kebijakan “new normal” ini juga akan meningkatkan produktivitas dan aktivitas  masyarakat di tingkat ekonomi seperti sektor UMKM dapat kembali pulih dan tetap juga untuk melaksanakan protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah  indonesia

Dan dari sisi sektor politik

Dapat meningkatkan kinerja masyarakat yang telah lama berada di rumah karena di pemutusan hubungan kerja  .dan dengan ada nya pemberlakuan “new normal” ini juga masyarakat-masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan bekerja seperti biasa nya dan tetap menjaga kesehatan dan lingkungan  dengan memberlakukan protokol kesehatan pada diri masing-masing dengan memakai masker membawa hand sanitizer, rajin mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak aman  terhadap orang disekeliling. Karena pada masa diberlakukan nya PSBB dan Lockdown banyak masyarakat-masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja  akibat ada nya virus covid-19 ini dan apalagi diberlakukan nya PSBB dan Lockdown dimana masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan diluar  dan harus mematuhi protokol kesehatan apalagi pada saat keluar rumah dan keluar rumah pun hanya untuk hal-hal mendesak saja.

Pertimbangan New Normal

New normal direncanakan secara komprehensif pemerintah. Karena  penerapan new normal seperti pisau bermata dua, bisa menguraikan masalah dan sebaliknya menambah beban lain . Protokol kesehatan dapat dengan mudah dilakukan , namun belum tentu rpraltek pelaksanaannya dilapangan mudah dilakukan.  Untuk itu berbagai wacana dan rencana dari berbagai  teori  perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan kebijakan new normal. Penerapan new normal dapat dilihat pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan terjadi. Lalu bagaimana dengan tingkat pelanggaran protokol kesehatan saat diterapkannya new normal. Pelanggaran protokol kesehatan di masa transisi new normal dapat tergambarkan pada suasana di terminal,bandara , pusat pertokoan, dan transportasi publik. Rupanya tidak berbeda jauh dengan pelanggaran di masa pembatasan social berskala besar

Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

Untuk meningkatkan rasa kepercayaan antar dalam terciptanya kolaborasi. Maka pemenuhan perlindungan sosial, jaminan sosial, maupun pelayanan sosial menjadi hal wajib yang harus dipenuhi . Masyarakat  harus bekerja sama dengan pemerintah dengan baik dan disiplin  karena negara hadir dan peduli. Jangan selalu disalahkan apabila suasana jadi tidak terkenddali. Hal ini dipicu karena kebutuhan primer di tengah wabah yang sangat mendesak. Nasibnya karena merasa tidak aman  dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini. Masyarakat  harus memikirkan bagaimana harus memenuhi kebutuhan pokok hidup keluarganya, bagaimana membayar cicilan / angsuran bank  hutang piutang. Maka untuk itu Pemerintah harus hadir dalam rupa yang maksimal , karena negara memiliki banyak akses sumber daya. Autan baku dan kebijakan  dirumuskan dengan berpihak pada situasi dan kondisi masyarakat. Bukan justru kebijakan atau aturan  yang menambah beban bagi masyarakat. Pemerintah harus berupaya maksimal membangun kepercayaan, kolaborasi  dengan masyarakat luas  

Produsen Gula Merah Tebu Kudus Asli Kudus : Distributor Gula Merah

Produsen Gula Merah Tebu Kudus Asli Kudus : Distributor Gula Merah - Tebu adalah komoditas pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Tebu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gula pasir (gula kristal). Gula pasir diproduksi dengan proses fisikawi dan kimiawi (bantuan penambahan zat kimia) selama proses berlangsung, sehingga memungkinkan adanya efek kurang baik untuk kesehatan, misalnya diabetes. Gulamerah, selain bisa diproduksi dari nira pohon palma, bisa juga diproduksi dengan nira tebu. Gula merah tebu ini mempunyai bentuk seperti gula merah yang berada di pasaran dengan citarasa manis, seperti gula pasir dan berwarna cokelat.

Olahan Tebu

Gula merah merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Gula ini adalah gula yang berbentuk padat dan berwarna coklat kemerahan sampai dengan coklat tua. Nira yang digunakan untuk memproduksi gula merah biasanya berasal dari tanaman kelapa, aren, lontar atau siwalan dan tebu. Mengingat sumber-sumber bahan baku nira yang demikian beragam, produksi gula merah telah lama dikenal di berbagai daerah, antara lain di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Gula merah yang berasal dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur umumnya diproses dengan menggunakan bahan baku tebu atau Siwalan, sedangkan dari Jawa Barat biasanya menggunakan bahan baku nira kelapa atau aren.

Pembuatan

Penambahan air kapur ini mengikat kotoran-kotoran yang masih tertinggal di nira. Setelah penambahan air kapur nira muncul gumpalan kotoran dari nira dalam wajan. Gumpalan kotoran diambil menggunakan serok penyaring. Selanjutnya, nira dimasak dengan pengadukan sampai mengental. Nira yang sudah mengental dicetak menggunakan cetakan berbentuk silinder. Gula merah tebu mempunyai peluang industri cukup besar karena permintaan konsumen terhadap gula merah tebu tinggi dan kesempatan ekspor besar. Dengan adanya gula merah tebu ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi gula pasir dan menambah variasi gula merah. Pada umumnya gula merah tebu diproduksi oleh industri-industri rumah tangga yang biasanya dilakukan secara turun-temurun dan dengan menggunakan peralatan yang sederhana bahkan ada yang masih menggunakan bantuan tenaga hewan. Sebenarnya gula merah tebu tidak hanya diproduksi di Indonesia, tetapi juga di India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Afrika Timur, Bolivia, Jepang, dan Amerika Selatan.

Pengolahan

Pengolahan dengan pemanasan menyebabkan gula merah memiliki warna yang bervariasi dari kuning hingga coklat tua, tetapi pada umumnya berwarna coklat kemerahan. Menurut Nengah (1990), warna merah terbentuk karena adanya reaksi pencoklatan (browning) selama pengolahan, baik melalui reaksi Maillard maupun reaksi karamelisasi. Agar diperoleh warna merah yang baik, kering, berwarna kekuningan, keras dan padat (tidak lembek) sebaiknya pH nira sebelum diolah diatur antara 5,5 - 6,5. Di luar kisaran tersebut gula sukar mengkristal (BALITKA, 1989). Menurut Dachlan (1984), untuk memperoleh warna gula kekuningan, sebelum nira dipanaskan perlu ditambahkan kira-kira 5 gram Na-metabisulfit untuk setiap 25 liter nira. Selain itu, penggunaan api jangan terlalu besar tetapi cukup untuk mendidihkan nira dan nyala api diusahakan stabil.

Kandungan Gula Merah

Gula merah memiliki rasa sedikit asam karena adanya kandungan asam-asam organik. Adanya asam-asam ini menyebabkan gula merah mempunyai aroma yang khas, sedikit asam dan berbau karamel. Rasa karamel diduga disebabkan adanya reaksi karamelisasi akibat panas selama pemasakan. Karamelisasi juga menyebabkan timbulnya warna coklat pada gula merah (Nengah, 1990). Kecukupan pemasakan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan. Pemasakan gula yang terlalu lama biasanya akan menghasilkan gula yang keras dengan warna coklat tua, sedangkan bila pemasakan kurang hasilnya akan lembek dan mudah meleleh (Nengah, 1990). Warna merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas penampakan bahan pangan di samping bentuk dan ukuran. Pada gula merah, warna dijadikan sebagai salah satu faktor kualitas produk. Sardjono (1986) dan Balai Penelitian Kimia Semarang (1978) mengemukakan bahwa gula merah yang warnanya lebih cerah dianggap kualitasnya lebih baik.

Mutu Gula Merah

Distributor Gula Merah. Mutu gula merah terutama ditentukan oleh penampilannya, yaitu bentuk, warna, dan kekerasan. Kekerasan dan warna gula sangat dipengaruhi oleh mutu nira, terutama setelah proses fermentasi (Sardjono, 1986). Gula merah memiliki tekstur dan struktur yang kompak, serta tidak terlalu keras sehingga mudah dipatahkan dan memberi kesan lunak. Selain itu gula merah juga memiliki aroma dan rasa yang khas. Rasa manis pada gula merah disebabkan karena gula merah mengandung beberapa jenis senyawa gula seperti sukrosa, fruktosa, dan maltosa (Santoso, 1988). Selain itu, gula merah memiliki sifat-sifat yang spesifik, sehingga peranannya tidak dapat digantikan oleh jenis gula lainnya.

Menjadi Kebutuhan Pokok

Gula merah hampir  menjadi kebutuhan pokok terutama bagi orang Jawa karena banyak digunakan sebagai bahan tambahan berbagai macam olahan makanan dan industri kecap. Proses pengolahan gula merah tebu meliputi pemerahan, pemurnian nira, pemasakan, dan pencetakan. Batang tebu yang sudah dibersihkan dari daun kering diperah menggunakan mesin giling (mesin pres). Hasil pemerahan ini menghasilkan ampas tebu (bagas) dan nira. Bagas ini bisa dijemur dan digunakan sebagai bahan bakar pemasakan nira. Nira yang dihasilkan seringkali masih mengandung kotoran benda padat, sehingga perlu disaring untuk menghasilkan nira yang bersih. Nirayang sudah bersih dimasak dalam 5 wajan yang berderet sampai mendidih. Nira tebu pada wajan pertama ditambahkan air kapur sekitar 0,02 persen (sampai pH 7) sebagai penjernih nira.

Lebih Sehat Dari Gula Aren

Gula merah tebu lebih sehat dari pada gula aren. Gula tebu yang sudah banyak diproduksi dalam bentuk gula semut (butiran) dan dikemas dengan nama brown sugar. Gulasemut banyak digunakan sebagai bahan baku tambahan pada  industri kecap. Gula merah tebu ini bisa dijadikan alternatif pengganti gula pasir maupun gula merah. Gulamerah adalah gula yang terbuat dari nira pohon palma seperti aren, nipah, siwahan, dan kelapa. Gula merah dikenal juga dengan nama gula aren (terbuat dari nira pohon aren) dan gula kelapa (terbuat dari nira pohon kelapa). Di Pulau Jawa, gula merah banyak dikenal dengan nama gula Jawa. Gula merah berbentuk setengah elips atau silinder. Gula merah mempunyai beragam warna, seperti cokelat kuning sampai cokelat kehitaman. Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Harus Memenuhi Standar

Untuk bisa masuk ke pasar ekspor tentu gula merah tebu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh masing-masing negara pengimpor, selain juga harus telah memenuhi standar mutu nasional SNI. Jika industri-industri gula merah tebu di Indonesia, terutama yang berada di sentra-sentra produksi, mampu meningkatkan kualitas gula merah tebu yang dihasilkan, maka tidak mustahil gula merah tebu akan menjadi salah satu produk andalan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Baca Juga : Distributor Gula Merah Tebu Kudus : Keuntungan Bisnis Gula Tebu

Mampu Memberikan Keuntungan

Secara nasional sentra-sentra produksi gula merah tersebut di atas mencakup lebih dari 70 persen dari total produksi gula merah nasional. Dari perspektif pengembangan usaha pedesaan, produksi gula merah tebu mampu memberikan harapan keuntungan yang memadai. Terbukanya peluang ekspor untuk produk gula merah tebu juga semakin menguntungkan industri gula merah tebu. Salah satu industri gula merah tebu di Kediri, Jawa Timur, merupakan salah satu contoh industri gula merah yang telah mencapai pasar ekspor ke Jepang. Kebutuhan gula merah tebu di Jepang cukup besar, karena selain mengimpor gula merah tebu dari Indonesia, Jepang pun masih mendatangkan dari Cina, Korea, India, dan Bolivia (Ehman, 1998). Sumber : Leli Nofita          

Distributor Gula Merah Tebu Kudus : Keuntungan Bisnis Gula Tebu

Distributor Gula Merah Tebu Kudus : Keuntungan Bisnis Gula Tebu - Tebu adalah komoditas pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Tebu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gula pasir (gula kristal). Gula pasir diproduksi dengan proses fisikawi dan kimiawi (bantuan penambahan zat kimia) selama proses berlangsung, sehingga memungkinkan adanya efek kurang baik untuk kesehatan, misalnya diabetes. Gulamerah, selain bisa diproduksi dari nira pohon palma, bisa juga diproduksi dengan nira tebu. Gula merah tebu ini mempunyai bentuk seperti gula merah yang berada di pasaran dengan citarasa manis, seperti gula pasir dan berwarna cokelat.

Mutu Gula Merah

Distributor Gula Merah. Mutu gula merah terutama ditentukan oleh penampilannya, yaitu bentuk, warna, dan kekerasan. Kekerasan dan warna gula sangat dipengaruhi oleh mutu nira, terutama setelah proses fermentasi (Sardjono, 1986). Gula merah memiliki tekstur dan struktur yang kompak, serta tidak terlalu keras sehingga mudah dipatahkan dan memberi kesan lunak. Selain itu gula merah juga memiliki aroma dan rasa yang khas. Rasa manis pada gula merah disebabkan karena gula merah mengandung beberapa jenis senyawa gula seperti sukrosa, fruktosa, dan maltosa (Santoso, 1988). Selain itu, gula merah memiliki sifat-sifat yang spesifik, sehingga peranannya tidak dapat digantikan oleh jenis gula lainnya.

Pembuatan

Penambahan air kapur ini mengikat kotoran-kotoran yang masih tertinggal di nira. Setelah penambahan air kapur nira muncul gumpalan kotoran dari nira dalam wajan. Gumpalan kotoran diambil menggunakan serok penyaring. Selanjutnya, nira dimasak dengan pengadukan sampai mengental. Nira yang sudah mengental dicetak menggunakan cetakan berbentuk silinder. Gula merah tebu mempunyai peluang industri cukup besar karena permintaan konsumen terhadap gula merah tebu tinggi dan kesempatan ekspor besar. Dengan adanya gula merah tebu ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi gula pasir dan menambah variasi gula merah. Pada umumnya gula merah tebu diproduksi oleh industri-industri rumah tangga yang biasanya dilakukan secara turun-temurun dan dengan menggunakan peralatan yang sederhana bahkan ada yang masih menggunakan bantuan tenaga hewan. Sebenarnya gula merah tebu tidak hanya diproduksi di Indonesia, tetapi juga di India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Afrika Timur, Bolivia, Jepang, dan Amerika Selatan.

Kandungan Gula Merah

Gula merah memiliki rasa sedikit asam karena adanya kandungan asam-asam organik. Adanya asam-asam ini menyebabkan gula merah mempunyai aroma yang khas, sedikit asam dan berbau karamel. Rasa karamel diduga disebabkan adanya reaksi karamelisasi akibat panas selama pemasakan. Karamelisasi juga menyebabkan timbulnya warna coklat pada gula merah (Nengah, 1990). Kecukupan pemasakan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan. Pemasakan gula yang terlalu lama biasanya akan menghasilkan gula yang keras dengan warna coklat tua, sedangkan bila pemasakan kurang hasilnya akan lembek dan mudah meleleh (Nengah, 1990). Warna merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas penampakan bahan pangan di samping bentuk dan ukuran. Pada gula merah, warna dijadikan sebagai salah satu faktor kualitas produk. Sardjono (1986) dan Balai Penelitian Kimia Semarang (1978) mengemukakan bahwa gula merah yang warnanya lebih cerah dianggap kualitasnya lebih baik.

Menjadi Kebutuhan Pokok

Gula merah hampir  menjadi kebutuhan pokok terutama bagi orang Jawa karena banyak digunakan sebagai bahan tambahan berbagai macam olahan makanan dan industri kecap. Proses pengolahan gula merah tebu meliputi pemerahan, pemurnian nira, pemasakan, dan pencetakan. Batang tebu yang sudah dibersihkan dari daun kering diperah menggunakan mesin giling (mesin pres). Hasil pemerahan ini menghasilkan ampas tebu (bagas) dan nira. Bagas ini bisa dijemur dan digunakan sebagai bahan bakar pemasakan nira. Nira yang dihasilkan seringkali masih mengandung kotoran benda padat, sehingga perlu disaring untuk menghasilkan nira yang bersih. Nirayang sudah bersih dimasak dalam 5 wajan yang berderet sampai mendidih. Nira tebu pada wajan pertama ditambahkan air kapur sekitar 0,02 persen (sampai pH 7) sebagai penjernih nira.

Lebih Sehat Dari Gula Aren

Gula merah tebu lebih sehat dari pada gula aren. Gula tebu yang sudah banyak diproduksi dalam bentuk gula semut (butiran) dan dikemas dengan nama brown sugar. Gulasemut banyak digunakan sebagai bahan baku tambahan pada  industri kecap. Gula merah tebu ini bisa dijadikan alternatif pengganti gula pasir maupun gula merah. Gulamerah adalah gula yang terbuat dari nira pohon palma seperti aren, nipah, siwahan, dan kelapa. Gula merah dikenal juga dengan nama gula aren (terbuat dari nira pohon aren) dan gula kelapa (terbuat dari nira pohon kelapa). Di Pulau Jawa, gula merah banyak dikenal dengan nama gula Jawa. Gula merah berbentuk setengah elips atau silinder. Gula merah mempunyai beragam warna, seperti cokelat kuning sampai cokelat kehitaman. Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Harus Memenuhi Standar

Untuk bisa masuk ke pasar ekspor tentu gula merah tebu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh masing-masing negara pengimpor, selain juga harus telah memenuhi standar mutu nasional SNI. Jika industri-industri gula merah tebu di Indonesia, terutama yang berada di sentra-sentra produksi, mampu meningkatkan kualitas gula merah tebu yang dihasilkan, maka tidak mustahil gula merah tebu akan menjadi salah satu produk andalan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Baca Juga : Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Siswi SMP Bunuh Balita

Mampu Memberikan Keuntungan

Secara nasional sentra-sentra produksi gula merah tersebut di atas mencakup lebih dari 70 persen dari total produksi gula merah nasional. Dari perspektif pengembangan usaha pedesaan, produksi gula merah tebu mampu memberikan harapan keuntungan yang memadai. Terbukanya peluang ekspor untuk produk gula merah tebu juga semakin menguntungkan industri gula merah tebu. Salah satu industri gula merah tebu di Kediri, Jawa Timur, merupakan salah satu contoh industri gula merah yang telah mencapai pasar ekspor ke Jepang. Kebutuhan gula merah tebu di Jepang cukup besar, karena selain mengimpor gula merah tebu dari Indonesia, Jepang pun masih mendatangkan dari Cina, Korea, India, dan Bolivia (Ehman, 1998).

Olahan Tebu

Gula merah merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Gula ini adalah gula yang berbentuk padat dan berwarna coklat kemerahan sampai dengan coklat tua. Nira yang digunakan untuk memproduksi gula merah biasanya berasal dari tanaman kelapa, aren, lontar atau siwalan dan tebu. Mengingat sumber-sumber bahan baku nira yang demikian beragam, produksi gula merah telah lama dikenal di berbagai daerah, antara lain di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Gula merah yang berasal dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur umumnya diproses dengan menggunakan bahan baku tebu atau Siwalan, sedangkan dari Jawa Barat biasanya menggunakan bahan baku nira kelapa atau aren.

Pengolahan

Pengolahan dengan pemanasan menyebabkan gula merah memiliki warna yang bervariasi dari kuning hingga coklat tua, tetapi pada umumnya berwarna coklat kemerahan. Menurut Nengah (1990), warna merah terbentuk karena adanya reaksi pencoklatan (browning) selama pengolahan, baik melalui reaksi Maillard maupun reaksi karamelisasi. Agar diperoleh warna merah yang baik, kering, berwarna kekuningan, keras dan padat (tidak lembek) sebaiknya pH nira sebelum diolah diatur antara 5,5 - 6,5. Di luar kisaran tersebut gula sukar mengkristal (BALITKA, 1989). Menurut Dachlan (1984), untuk memperoleh warna gula kekuningan, sebelum nira dipanaskan perlu ditambahkan kira-kira 5 gram Na-metabisulfit untuk setiap 25 liter nira. Selain itu, penggunaan api jangan terlalu besar tetapi cukup untuk mendidihkan nira dan nyala api diusahakan stabil. Sumber : Leli Nofita  
     

Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Siswi SMP Bunuh Balita

Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Siswi SMP Bunuh Balita  - Kisah NF (15), siswi SMP yang mengakui perbuatannya membunuh APA (6) ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, secara terang-terangan NF memberi pengakuan telah membunuh APA di hadapan kepolisian sektor Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2020) pagi. Keterangan NF tersebut akhirnya didalami hingga akhirnya Polres Jakarta Pusat menemukan sosok mayat di lemari pelaku. AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, seperti papan tulis dan buku catatan milik korban. Polisi menemukan sebuah gambar seorang wanita dalam posisi terikat di dalam sebuah buku catatan milik pelaku. "Ada gambar seorang wanita dengan terikat, lalu ada tulisan 'keep calm and give me torture," ungkapnya. Ia menambahkan, papan tulis dan buku catatan itu berisi curahan hati dari sang pelaku. Baca Juga : Raup Keuntungan, Inilah Ancaman Penjara Penimbun Masker

Catatan Papan Tulis

Hal itu diungkapkan jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat, menunjukkan papan tulis dan buku-buku yang ditemukan dirumah pelaku, pada Sabtu (7/3/2020) siang. "Ini ada papan curhat milik pelaku," kata AKBP Susatyo Purnomo Condro, sambil menunjukkan papa tulis dengan sejumlah tulisan. Dalam isi papan curhat ini, tertulis beberapa kalimat dalam bahasa Inggris dan Indonesia.
  1. Tidak benci, hanya saja aku tenggelam emosi.
  2. I'll learn to change my life, but I need more time. (Aku akan belajar mengubah hidupku, tapi aku butuh banyak waktu).
  3. I will always love you. Who? Unknown. (Aku akan selalu menyayangimu. Siapa? Tak tahu).
  4. I'm the teen that couldn't control of emotional. (Aku anak muda yang tak dapat mengontrol emosi).
  5. Jalan Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, kecamatan Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13120.
  6. Bukan membantah hanya beragurmen.

Dendam Untuk Ayah

Lebih mengejutkan lagi ternyata NF juga menuliskan pesan bernada kebencian untuk sang ayah. "Tomorrow I will try to laugh see my dad is death gone forever (Besok aku akan mencoba tertawa melihat ayahku mati selamanya)." Kalimat tersebut disertakan dengan gambar seorang perempuan. Total ada 13 lembar kertas yang digambar oleh pelaku dan kini menjadi barang bukti kepolisian. "Tomorrow I will try to laugh see my dad is death gone forever (Besok aku akan mencoba tertawa melihat ayahku mati selamanya)." Kalimat tersebut disertakan dengan gambar seorang perempuan. Total ada 13 lembar kertas yang digambar oleh pelaku dan kini menjadi barang bukti kepolisian.

Sadar Dan Mengakui

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto itu menuturkan pengakuan NF. "Tersangka melakukan (pembunuhan) dengan kesadaran dan dia terinspirasi, kalau berdasarkan tadi kita wawancara, dia (melakukan pembunuhan) terinspirasi oleh film," ujar Heru yang dikutip dari Tribun Jakarta. Saat itu APA berkunjung ke rumah tersangka dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi selama 5 menit. "Jadi, si anak (korban) diajak ke kamar mandi kemudian disuruh mengambil mainan yang ada di dalam (bak mandi). Anak itu diangkat dan dimasukan ke dalam bak, baru ditenggelamkan," ungkap Heru. Kemudian, tersangka NF juga mencekik leher korban. Setelah korban lemas, korban pun diikat dan dimasukan ke dalam lemari. Sebelumnya, tersangka berniat membuang jenazah korban. "Setelah (korban) lemas, baru dibawa naik ke atas, didudukan. Karena (korban) mengeluarkan darah, lalu disumpal pakai tisu dan diikat." "Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore, akhirnya disimpan di dalam lemari," ungkap Heru

Pengakuan tetangga

Mengetahui hal tersebut, para tetangga pelaku yang mengaku terkejut dengan kejadian itu akhirnya turut membeberkan keseharian pelaku. "Anaknya jarang main di luar, dia di dalam rumah terus. Pulang sekolah langsung masuk ke dalam rumah," ucap Yuli (45) tetangga NF yang dikutip dari Tribun Jakarta, Jumat (6/3/2020). Menurut pengakuan Yuli, NF merupakan sosok yang pendiam. NF juga dikenal jarang bergaul dengan teman sebayanya. Senada dengan pernyataan Yuli, Sofyan, Ketua RT tempat pelaku tinggal juga turut angkat bicara. "Paling yang kelihatan ibu dan adiknya saja, dia keluar rumah paling ke sekolah. Setelah pulang langsung masuk rumah," kata Sofyan. Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengungkapkan pelaku di bawah umur berinisial NF (15) membunuh teman bermainnya berinisial A (5).

Kronologi

Awalnya, Kamis (5/3) korban bermain ke tempat pelaku NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Keduanya memang tetanggaan yang sering bermain bersama. “Anak kecil itu memang sering main ke rumah tersangka,” ujar Heru saat dikonfirmasi, Jumat (6/3). Saat korban sedang asyik bermain, tiba- tiba pelaku NF menyuruh korban mengambil mainannya di dalam kamar mandi. A kemudian mengiyakan suruhan pelaku. “Awalnya si pelaku nyuruh korban, dek tolong ambilkan mainan di dalam bak kamar mandi,” tutur Kapolres meniru keterangan pelaku. Ketika korban sudah berada di kamar mandi, ia bilang kepada pelaku yang juga merupakan sahabat mainnya itu, hendak melepaskan celananya terlebih dulu. Ketika korban dalam keadaan jongkok saat mau mengambil mainan di kamar mandi. Tiba- tiba, pelaku langsung mendorong sang bocah ke dalam bak kamar mandi. “Nah pada saat jongkok itulah, pelaku melakukan eksekusi dengan cara dicekik dan ditahan di dalam air sehingga korban tidak bisa bernapas sampai 5 menit,” tutur Heru.

Dibawa Ke Kamarnya

Tak sampai disitu, usai korban ditahan di dalam air bak mandi. Pelaku melihat korban masih bernafas sehingga pelaku kemudian mencolok mulut sang bocah sembari dimasukkan air. “Dinaikkan masih ada nafas. Dicolok mulutnya dimasukin air tidak lama korban lemas,” bebernya. Karena pelaku takut perbuatan sadisanya itu diketahui orang tuanya. NF akhirnya mengangkat korban menggunakan ember untuk di bawa ke dalam kamarnya. Pada saat di dalam kamar, pelaku melihat ada darah keluar di mulut korban, sehingga pelaku memasukkan tisu ke dalam mulut korban. “Mulut korban mengeluarkan darah di tutup sama tisu. Setelah itu diikat kemudian dimasuklan ke dalam lemari,” ucap Heru. “Bahkan itu korban sempat mau dibuang tapi dia bingung mau dibuang di mana,” tututrnya. Sehari setelah membunuh korban, pelaku kemudian menyerahkan diri Polsek Taman Sari.

Menyerahkan Diri Ke Kantor Polisi

Kini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan perbuatannya itu karena terinspirasi dengan flim yang sering ia tonton. “Jumat sore ia menyerahkan diri. Kita tanyakan apa yang kamu rasakan setelah membunuh, dia bilang cukup puas,” tuturnya. “Kita coba introgasi. Dia melakukan karena itu ada keinginan untuk membunuh di mana dia pernah menonton flim seperti yang dilakukan sekarang ini, pelaku masih kita periksa intensif,” sebut Heru.

Raup Keuntungan, Inilah Ancaman Penjara Penimbun Masker

Raup Keuntungan, Inilah Ancaman Penjara Penimbun Masker - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mahasiswi tersangka penimbun masker berinisial THF (19) mengaku nekat berbuat curang karena untuk membantu biaya kuliah. "Tersangka mengaku berdagang untuk membayar uang kuliahnya," kata Yusri di Jakarta, Rabu (4/3/2020). THF juga mengaku berjualan baju wanita dan produk kecantikan, sebelum menyadari banyaknya permintaan masker untuk mengantisipasi virus Corona. "Tersangka ini memang sudah lama berdagang lewat online. Namun, baru-baru ini saja dia memutuskan berdagang masker," kata Yusri seperti dikutip Antara. TFH sendiri ditangkap Unit III Reserse Kriminal Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, saat tengah berada di dalam lift. TFH tertangkap basah tengah memindahkan tiga dus masker untuk ditimbun di unit apartemennya. Setelahnya, polisi menggeledah 1 unit Apartemen Mediterania milik TFH. Di kamarnya, polisi menemukan ratusan dus masker lain yang ditimbun oleh TFH. Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Tanpa Ijin Resmi

Sedikitnya, ada 120 kotak masker wajah merek Sensi, 152 kotak masker wajah merek MITRA, 71 kotak masker wajah merek PRASTI dan 15 kotak masker wajah merek Facemas. "Sampai saat ini polisi masih mencari tahu izin resmi dari masker-masker tersebut," kata Yusri. Dibantu Teman-Teman Yusri mengatakan TFH berani menimbun masker dengan modal usahanya sendiri, di tengah kelangkaan masker akibat permintaan tinggi. Selain itu, teman-teman tersangka juga ikut membantu menjual masker yang saat itu langka keberadaannya.  Satu dus masker dijualnya sekitar Rp 300.000-Rp 350.000 per kardus. TFH dikenai Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, karena menimbun masker di tengah permintaan yang tinggi karena isu virus Corona.

Pemburuan Penimbun Masker

Aparat kepolisian masih memburu penimbun-penimbun masker lain di kawasan Jakarta, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo yang meminta aparat kepolisian bergerak menangani penimbunan bahan pokok dan masker yang membuat kepanikan di tengah masyarakat. Polrestabes Makassar menetapkan dua oknum mahasiswa yang menimbun masker sebagai tersangka. Oknum mahasiswa yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu adalah Ja (22) dan Jo (21). Salah seorang tersangka, Ja (22) mengaku, dirinya mendatangi banyak apotek di wilayahnya untuk membeli masker. "Saya kumpulkan dulu di sejumlah apotek," katanya. Setelah berburu selama 2 hari, Ja dan Jo berhasil mendapatkan 200 boks masker. Sedianya, kata dia, masker-masker tersebut akan dikirim ke Selandia Baru. Mereka akan mendapatkan upah besar jika masker tersebut berhasil dikirimkan. "Kalau sudah sampai (ke Selandia Baru), baru saya ditransferkan sekitar kisaran Rp 50 juta hingga Rp 60 juta," kata Ja. Semakin banyak mereka mengumpulkan maka jumlah upahnya semakin besar.

Sudah Biasa

Tak hanya sekali Rupanya, bukan kali pertama mereka menjual masker. Dua mahasiswa itu juga pernah menjual masker ke wilayah lainnya. "Katanya sudah beberapa kali menjual ada di Bali dan Balikpapan," tutur Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono. Kedua oknum mahasiswa itu dikenakan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Mereka dinilai menyembunyikan barang penting berupa masker demi kepentingan pribadi hingga mengakibatkan kelangkaan. Kasus tersebut terkuak saat mahasiswa akan mengirim masker di salah satu konter ekspedisi pengiriman di sebuah hotel di Makassar. Namun tumpukann kardus berisi masker itu rupanya mengundang kecurigaan. Salah seorang pejabat Wali Kota Makassar yang kebetulan berada di tempat tersebut mendapati kardus-kardus berisi masker. "Beliau curiga kenapa ada kardus ditaruh di luar dalam jumlah besar. Setelah itu ditanya apa isinya, ternyata masker. Setelah itu beliau menginformasikan kepada saya, saya langsung ke TKP di hotel horizon ternyata masker itu hendak dikirim ke New Zealand," jelasnya.

Harga Yang Tinggi

Jangan heran jika banyak yang menimbun dan menjual kembali masker dengan harga yang sangat tinggi, lha setelah dihitung-hitung, keuntungannya sangat besar. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam isu virus corona ini adalah soal masker. Begini, walau informasi dari berbagai pihak resmi terkait sudah dengan jelas mengatakan bahwa orang yang sehat tak perlu menggunakan masker, namun tetap saja masker menjadi instrumen kesehatan yang vital. Akibatnya, hampir dalam beberapa waktu terakhir, stok masker di banyak apotek dan swalayan ludes karena banyak dibeli masyarakat. Sulitnya mendapatkan masker ini pun pada akhirnya memancing kepanikan yang baru. Kepanikan ini lantas dimanfaatkan oleh segelintir oknum. Banyak yang memborong masker untuk kemudian menimbunnya, lantas menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Maklum saja, stok yang terbatas bakal membuat orang tetap mau membelinya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasaran.

Ancaman Penjara

Saking banyaknya orang yang memborong dan menimbun masker, pihak kepolisian sampai harus mengambil tindakan tegas. Polisi melalui pernyataan resmi bakal memidanakan siapa saja yang secara sengaja menimbun masker. Walau sudah ada ancaman dari pihak kepolisian, namun masih saja banyak orang yang nekat menimbun masker dan menjualnya dengan harga yang tinggi. Maklum, aji mumpung. Semua orang butuh. Nah, ngomong-ngomong soal penimbun masker, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan yang bisa didapatkan oleh para pencari untung ini kok sampai-sampai di bawah ancaman hukum masih tetap berani menimbun dan bahkan tega mencari untung di tengah kepanikan masyarakat.

Mari kita hitung dengan cara paling kasar

Harga masker sebelum merebak isu corona per boks (isi 50) berada di kisaran angka 30-35 ribu. Kalau dijual eceran satuan, umumnya seribu rupiah per masker. Menurut salah satu karyawan apotek 24 jam di Jogja, harga per boks masker bisa naik sampai dua kali lipat. Antara 60-70 ribu. Kita sebut saja kenaikan harga ini sebagai kenaikan harga periode awal. Nah, kelangkaan masker ini semakin hari semakin parah. Dulu pada awal tahun, walau sulit, tapi masyarakat masih tetap bisa mendapatkannya, sebab masih banyak apotek yang nyetok. Namun, dalam sebulan terakhir, ketersediaan stok masker semakin mengerikan seiring dengan makin naiknya isu corona, terutama setelah diumumkan ada dua pasien positif corona. Beberapa produk masker merek Unimed, Sensi, dan Neo per box isi 50 mulai banyak dijual antara 250-350 ribu. Inilah kenaikan harga periode puncak.

Lantas, berapa keuntungan penjual yang menimbun masker?

Dengan asumsi penjual mendapatkan stok saat periode kenaikan awal yakni 60-70 ribu per boks dan kemudian menjualnya dengan harga 250-350 ribu, maka keuntungan per boks-nya adalah 180-290 ribu. Kalau kita ambil nilai tengah keuntungan, maka didapat angka 240 ribu. Bayangkan, jika penjual bisa menjual 10 boks per hari, maka keuntungan per harinya bisa mencapai 2,4 juta per hari. Jika isu corona ini akan terus naik, atau yang paling parah, jumlah pasien positif corona bertambah, maka permintaan masker akan semakin tinggi. Kalau penjual bisa konsisten menjual dalam sebulan saja, dengan penjualan per hari minimal 10 boks, maka penghasilan per bulannya bisa mencapai minimal 72 juta rupiah. Sedaaaaaaaaaap. Nggak heran kan kalau banyak yang tetap nekat dan tertarik menimbun dan menjualnya kembali dengan harga yang tinggi.

Tapi ingat, semakin banyak keuntungan, tentu semakin besar pula dosa yang didapat.

Semenggiurkannya apa pun uang 72 juta, ia tetap tak ada apa-apanya dibandingkan dengan penderitaan “Penimbun masker meninggal dalam keadaan perut penuh dengan masker bekas pasien corona dari Wuhan!”

Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia

Meliburkan Kegiatan Sekolah

Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mempertimbangkan opsi meliburkan kegiatan sekolah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Fikri mengingatkan Nadiem bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberi rekomendasi untuk meliburkan sekolah guna menjaga kesehatan civitas akademika."Meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun kampus dalam masa karantina yang ditentukan otorita setempat merupakan salah satu rekomendasi WHO yang bertujuan untuk meminimalkan epidemi virus corona," kata Faqih dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3). Selain itu, kata Faqih, menjaga kesehatan civitas akademika adalah amanat Pasal 79 dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Saat ini sudah banyak negara yang meliburkan sekolah untuk menghindari penularan corona. Baca Juga : Kasus Nikita Yang Menjadi Tersangka Penyiksaan Mantan Suaminya

Mengkaji Ulang Opsi

Menurutnya, Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di daerah harus mulai mengkaji opsi tersebut. Dia berharap kesehatan para pelajar menjadi prioritas utama. "Prioritas utama Kemendikbud harus melindungi seluruh warga sekolah, siswa dan guru, serta civitas akademika di kampus mengantisipasi wabah virus corona," ujarnya. Selain itu, Faqih juga meminta Nadiem merumuskan pedoman prosedur pencegahan dan penanganan virus corona di lingkungan pendidikan. Politisi PKS itu menyarankan Nadiem menekankan pola hidup sehat dan rutinitas olah raga dalam aturan tersebut. "Prosedur penanganan yang komprehensif, berkoordinasi penuh dengan dinas-dinas pendidikan di daerah, serta instansi penanganan wabah seperti kementerian kesehatan dan dinas kesehatan," ucap Faqih.

Wabah Corona

Sejak 2019, dunia dihebohkan dengan wabah virus corona (Covid-19). Hingga saat ini, ada 95.124 orang di seluruh dunia terpapar corona. Sebanyak 3.254 orang meninggal dunia, sedangkan 51.171 orang lainnya dinyatakan sembuh. Di Indonesia, sudah ada dua orang yang dinyatakan terjangkit virus corona. Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Situs resmi KawalCOVID19

Praktisi teknologi informasi, Ainun Najib, baru-baru ini membentuk tim KawalCOVID19 sebagai inisiatif untuk "mengawal" informasi terkait persebaran virus corona di Indonesia.   Setelah membuat akun Twitter resmi dengan nama @KawalCOVID19, situs resmi dari inisatif ini pun kini resmi dirilis. Situs tersebut dapat diakses melalui alamat KawalCOVID19.id. Situs ini menampilkan sejumlah informasi serta edukasi seputar kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Isinya, berupa tips-tips yang mudah diaplikasikan oleh setiap orang dan kelompok masyarakat, seperti sekolah, tempat kerja, rumah makan, dan tempat-tempat umum. Situs KawalCOVID19.id juga dapat menampilkan peta di mana saja rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dengan gejala terpapar virus corona.

Update Realtime

Informasi dalam situs maupun akun resmi KawalCOVID19 di Twitter dan Facebook, akan diperbarui secara berkala sehingga akan menampilkan informasi ter-update. Situs resmi KawalCOVID19.id juga memuat sejumlah menu, mulai dari tanya-jawab seputar virus corona, peta kasus global, hingga situs Infeksi Emerging yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu ada pula tautan yang akan mengarahkan ke situs resmi WHO dan UNICEF Indonesia. Melalui keterangan resmi yang diterima KompasTekno, informasi yang disuguhkan dalam situs ini telah dikurasi dan dianalisis dengan mengedepankan poin-poin berdasarkan fakta dan bukti, bukan hipotesis, opini, atau dugaan.

BPJS tidak Dapat Membantu Pasien

BPJS Kesehatan tidak menanggung pasien yang positif terkena virus corona atau Covid-19. Alasannya, karena covid-19 merupakan penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. "Penyakit corona tidak dicover BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah," ujarnya. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah. Hal tersebut juga sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/MENKES/104/2020. "Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Iqbal melanjutkan.

Biaya Ditanggung Kemenkes

"Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan ditanggung Kemenkes, Pemda, dan atau Sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," lanjut dia. Kendati demikian, BPJS menghimbau agar masyarakat tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan. BPJS juga meminta kepada FKTP untuk memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukkan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat virus corona. "FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," kata Iqbal. Lebih lanjut, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.

Kebersihan Diri

Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain," Dari jumlah kasus dari lebih 80.000 di dunia, kematian mencapai lebih dari 3.000 orang. Lebih dari 90% kematian tercatat di Hubei, China namun korban meninggal sejauh ini tercatat di 10 negara lain. Dua WNI positif Covid-19, 'tidak ada penghentian kegiatan' di Depok, kata Menkes. Pria Jepang terjangkit virus corona setelah berkunjung ke Indonesia

Benarkah Indonesia tidak mampu mendeteksi virus corona baru?

Korea Selatan mencatat lebih dari 4.200 kasus dengan 476 kasus baru dengan jumlah orang meninggal mencapai 26. Pemimpin sebuah gereja Korea Selatan yang terkait dengan wabah meminta maaf. Sementara itu, Australia memastikan terjadinya penularan dari orang ke orang. Di tengah penyebaran yang meluas ini, bagaimana kita tahu bahwa kita tertular virus ini? Gejala Covid-19 mirip seperti gejala flu ataupun pilek. Pada mulanya, penderita merasa seperti demam dan kemudin diikuti dengan batuk kering. Setelah satu minggu, pasien akan mengalami tersengal-sengal. Masa inkubasi - antara penularan dan menunjukkan gejala - adalah sekitar 14 hari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun sejumlah peneliti mengatakan periode ini dapat memakan waktu 24 hari. Ilmuwan China mengatakan sejumlah orang mungkin tertular sebelum menunjukkan gejala. Berdasarkan data dari 44.000 pasien yang terkena virus corona

Menurut WHO:

  • 81% mengalami gejala ringan
  • 14% mengalami gejala parah
  • 5% mengalami sakit parah
  • Antara 1% dan 2% meninggal karena penyakit ini
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Virus corona 'kemungkinan berasal dari ular, dan belum ada vaksin'

Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan. Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. "Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," kata Diah. Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas. Virus ini telah diidentifikasi sebagai virus corona, yang dapat menyebabkan beragam penyakit mulai dari flu biasa hingga Sars yang mematikan. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Manfaat Gula Merah Tebu Dan Kandungan Di Dalamnya

Manfaat Gula Merah Tebu Dan Kandungan Di Dalamnya - Tebu adalah komoditas pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Tebu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gula pasir (gula kristal). Gula pasir diproduksi dengan proses fisikawi dan kimiawi (bantuan penambahan zat kimia) selama proses berlangsung, sehingga memungkinkan adanya efek kurang baik untuk kesehatan, misalnya diabetes. Gulamerah, selain bisa diproduksi dari nira pohon palma, bisa juga diproduksi dengan nira tebu. Gula merah tebu ini mempunyai bentuk seperti gula merah yang berada di pasaran dengan citarasa manis, seperti gula pasir dan berwarna cokelat.

Menjadi Kebutuhan Pokok

Gula merah hampir  menjadi kebutuhan pokok terutama bagi orang Jawa karena banyak digunakan sebagai bahan tambahan berbagai macam olahan makanan dan industri kecap. Proses pengolahan gula merah tebu meliputi pemerahan, pemurnian nira, pemasakan, dan pencetakan. Batang tebu yang sudah dibersihkan dari daun kering diperah menggunakan mesin giling (mesin pres). Hasil pemerahan ini menghasilkan ampas tebu (bagas) dan nira. Bagas ini bisa dijemur dan digunakan sebagai bahan bakar pemasakan nira. Nira yang dihasilkan seringkali masih mengandung kotoran benda padat, sehingga perlu disaring untuk menghasilkan nira yang bersih. Nirayang sudah bersih dimasak dalam 5 wajan yang berderet sampai mendidih. Nira tebu pada wajan pertama ditambahkan air kapur sekitar 0,02 persen (sampai pH 7) sebagai penjernih nira.

Lebih Sehat Dari Gula Aren

Gula merah tebu lebih sehat dari pada gula aren. Gula tebu yang sudah banyak diproduksi dalam bentuk gula semut (butiran) dan dikemas dengan nama brown sugar. Gulasemut banyak digunakan sebagai bahan baku tambahan pada  industri kecap. Gula merah tebu ini bisa dijadikan alternatif pengganti gula pasir maupun gula merah. Gulamerah adalah gula yang terbuat dari nira pohon palma seperti aren, nipah, siwahan, dan kelapa. Gula merah dikenal juga dengan nama gula aren (terbuat dari nira pohon aren) dan gula kelapa (terbuat dari nira pohon kelapa). Di Pulau Jawa, gula merah banyak dikenal dengan nama gula Jawa. Gula merah berbentuk setengah elips atau silinder. Gula merah mempunyai beragam warna, seperti cokelat kuning sampai cokelat kehitaman.

Pembuatan

Penambahan air kapur ini mengikat kotoran-kotoran yang masih tertinggal di nira. Setelah penambahan air kapur nira muncul gumpalan kotoran dari nira dalam wajan. Gumpalan kotoran diambil menggunakan serok penyaring. Selanjutnya, nira dimasak dengan pengadukan sampai mengental. Nira yang sudah mengental dicetak menggunakan cetakan berbentuk silinder. Gula merah tebu mempunyai peluang industri cukup besar karena permintaan konsumen terhadap gula merah tebu tinggi dan kesempatan ekspor besar. Dengan adanya gula merah tebu ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi gula pasir dan menambah variasi gula merah. Pada umumnya gula merah tebu diproduksi oleh industri-industri rumah tangga yang biasanya dilakukan secara turun-temurun dan dengan menggunakan peralatan yang sederhana bahkan ada yang masih menggunakan bantuan tenaga hewan. Sebenarnya gula merah tebu tidak hanya diproduksi di Indonesia, tetapi juga di India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Afrika Timur, Bolivia, Jepang, dan Amerika Selatan. Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Kandungan Gula Merah

Gula merah memiliki rasa sedikit asam karena adanya kandungan asam-asam organik. Adanya asam-asam ini menyebabkan gula merah mempunyai aroma yang khas, sedikit asam dan berbau karamel. Rasa karamel diduga disebabkan adanya reaksi karamelisasi akibat panas selama pemasakan. Karamelisasi juga menyebabkan timbulnya warna coklat pada gula merah (Nengah, 1990). Kecukupan pemasakan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan. Pemasakan gula yang terlalu lama biasanya akan menghasilkan gula yang keras dengan warna coklat tua, sedangkan bila pemasakan kurang hasilnya akan lembek dan mudah meleleh (Nengah, 1990). Warna merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas penampakan bahan pangan di samping bentuk dan ukuran. Pada gula merah, warna dijadikan sebagai salah satu faktor kualitas produk. Sardjono (1986) dan Balai Penelitian Kimia Semarang (1978) mengemukakan bahwa gula merah yang warnanya lebih cerah dianggap kualitasnya lebih baik.

Harus Memenuhi Standar

Untuk bisa masuk ke pasar ekspor tentu gula merah tebu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh masing-masing negara pengimpor, selain juga harus telah memenuhi standar mutu nasional SNI. Jika industri-industri gula merah tebu di Indonesia, terutama yang berada di sentra-sentra produksi, mampu meningkatkan kualitas gula merah tebu yang dihasilkan, maka tidak mustahil gula merah tebu akan menjadi salah satu produk andalan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Baca Juga : Update Terbaru- Inilah Kronologi Susur Sungai SMP Turi

Mampu Memberikan Keuntungan

Secara nasional sentra-sentra produksi gula merah tersebut di atas mencakup lebih dari 70 persen dari total produksi gula merah nasional. Dari perspektif pengembangan usaha pedesaan, produksi gula merah tebu mampu memberikan harapan keuntungan yang memadai. Terbukanya peluang ekspor untuk produk gula merah tebu juga semakin menguntungkan industri gula merah tebu. Salah satu industri gula merah tebu di Kediri, Jawa Timur, merupakan salah satu contoh industri gula merah yang telah mencapai pasar ekspor ke Jepang. Kebutuhan gula merah tebu di Jepang cukup besar, karena selain mengimpor gula merah tebu dari Indonesia, Jepang pun masih mendatangkan dari Cina, Korea, India, dan Bolivia (Ehman, 1998).

Olahan Tebu

Gula merah merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Gula ini adalah gula yang berbentuk padat dan berwarna coklat kemerahan sampai dengan coklat tua. Nira yang digunakan untuk memproduksi gula merah biasanya berasal dari tanaman kelapa, aren, lontar atau siwalan dan tebu. Mengingat sumber-sumber bahan baku nira yang demikian beragam, produksi gula merah telah lama dikenal di berbagai daerah, antara lain di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Gula merah yang berasal dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur umumnya diproses dengan menggunakan bahan baku tebu atau Siwalan, sedangkan dari Jawa Barat biasanya menggunakan bahan baku nira kelapa atau aren.

Pengolahan

Pengolahan dengan pemanasan menyebabkan gula merah memiliki warna yang bervariasi dari kuning hingga coklat tua, tetapi pada umumnya berwarna coklat kemerahan. Menurut Nengah (1990), warna merah terbentuk karena adanya reaksi pencoklatan (browning) selama pengolahan, baik melalui reaksi Maillard maupun reaksi karamelisasi. Agar diperoleh warna merah yang baik, kering, berwarna kekuningan, keras dan padat (tidak lembek) sebaiknya pH nira sebelum diolah diatur antara 5,5 - 6,5. Di luar kisaran tersebut gula sukar mengkristal (BALITKA, 1989). Menurut Dachlan (1984), untuk memperoleh warna gula kekuningan, sebelum nira dipanaskan perlu ditambahkan kira-kira 5 gram Na-metabisulfit untuk setiap 25 liter nira. Selain itu, penggunaan api jangan terlalu besar tetapi cukup untuk mendidihkan nira dan nyala api diusahakan stabil.

Mutu Gula Merah

Mutu gula merah terutama ditentukan oleh penampilannya, yaitu bentuk, warna, dan kekerasan. Kekerasan dan warna gula sangat dipengaruhi oleh mutu nira, terutama setelah proses fermentasi (Sardjono, 1986). Gula merah memiliki tekstur dan struktur yang kompak, serta tidak terlalu keras sehingga mudah dipatahkan dan memberi kesan lunak. Selain itu gula merah juga memiliki aroma dan rasa yang khas. Rasa manis pada gula merah disebabkan karena gula merah mengandung beberapa jenis senyawa gula seperti sukrosa, fruktosa, dan maltosa (Santoso, 1988). Selain itu, gula merah memiliki sifat-sifat yang spesifik, sehingga peranannya tidak dapat digantikan oleh jenis gula lainnya. Sumber : Leli Nofita
   

Simak Ini Dia Kandungan YangTerdapat Dalam Gula Merah Tebu

Simak Ini Dia Kandungan YangTerdapat Dalam Gula Merah Tebu  - Tebu adalah komoditas pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Tebu sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gula pasir (gula kristal). Gula pasir diproduksi dengan proses fisikawi dan kimiawi (bantuan penambahan zat kimia) selama proses berlangsung, sehingga memungkinkan adanya efek kurang baik untuk kesehatan, misalnya diabetes. Gulamerah, selain bisa diproduksi dari nira pohon palma, bisa juga diproduksi dengan nira tebu. Gula merah tebu ini mempunyai bentuk seperti gula merah yang berada di pasaran dengan citarasa manis, seperti gula pasir dan berwarna cokelat.

Menjadi Kebutuhan Pokok

Gula merah hampir  menjadi kebutuhan pokok terutama bagi orang Jawa karena banyak digunakan sebagai bahan tambahan berbagai macam olahan makanan dan industri kecap. Proses pengolahan gula merah tebu meliputi pemerahan, pemurnian nira, pemasakan, dan pencetakan. Batang tebu yang sudah dibersihkan dari daun kering diperah menggunakan mesin giling (mesin pres). Hasil pemerahan ini menghasilkan ampas tebu (bagas) dan nira. Bagas ini bisa dijemur dan digunakan sebagai bahan bakar pemasakan nira. Nira yang dihasilkan seringkali masih mengandung kotoran benda padat, sehingga perlu disaring untuk menghasilkan nira yang bersih. Nirayang sudah bersih dimasak dalam 5 wajan yang berderet sampai mendidih. Nira tebu pada wajan pertama ditambahkan air kapur sekitar 0,02 persen (sampai pH 7) sebagai penjernih nira.

Lebih Sehat Dari Gula Aren

Gula merah tebu lebih sehat dari pada gula aren. Gula tebu yang sudah banyak diproduksi dalam bentuk gula semut (butiran) dan dikemas dengan nama brown sugar. Gulasemut banyak digunakan sebagai bahan baku tambahan pada  industri kecap. Gula merah tebu ini bisa dijadikan alternatif pengganti gula pasir maupun gula merah. Gulamerah adalah gula yang terbuat dari nira pohon palma seperti aren, nipah, siwahan, dan kelapa. Gula merah dikenal juga dengan nama gula aren (terbuat dari nira pohon aren) dan gula kelapa (terbuat dari nira pohon kelapa). Di Pulau Jawa, gula merah banyak dikenal dengan nama gula Jawa. Gula merah berbentuk setengah elips atau silinder. Gula merah mempunyai beragam warna, seperti cokelat kuning sampai cokelat kehitaman.

Nama Gula Merah

Di beberapa daerah dan negara gula merah tebu dikenal dengan nama daerah, misalnya gula merah tebu dari Sumatera Barat dikenal dengan nama Gula Saka, di India dan Bangladesh dikenal dengan nama Gur, di Afrika disebut Jaggery, di Amerika Selatan disebut Panela, dan di Jepang dikenal dengan Black Sugar atau Kuro Sato. Di pasar internasional gula merah dikenal dengan sebutan Brown Sugar. Beberapa sentra produksi gula merah tebu di Indonesia sudah semakin banyak karena semakin meluasnya areal tebu rakyat, seperti yang banyak dijumpai di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Perkembangan sentra-sentra produksi gula merah tebu tentu sangat positif dilihat dari segi pemanfaatan bahan baku tebu yang biasanya karena adanya kelebihan produksi tebu yang tidak terserap oleh pabrik gula besar yang memproduksi gula putih.

Pembuatan

Penambahan air kapur ini mengikat kotoran-kotoran yang masih tertinggal di nira. Setelah penambahan air kapur nira muncul gumpalan kotoran dari nira dalam wajan. Gumpalan kotoran diambil menggunakan serok penyaring. Selanjutnya, nira dimasak dengan pengadukan sampai mengental. Nira yang sudah mengental dicetak menggunakan cetakan berbentuk silinder. Gula merah tebu mempunyai peluang industri cukup besar karena permintaan konsumen terhadap gula merah tebu tinggi dan kesempatan ekspor besar. Dengan adanya gula merah tebu ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi gula pasir dan menambah variasi gula merah. Pada umumnya gula merah tebu diproduksi oleh industri-industri rumah tangga yang biasanya dilakukan secara turun-temurun dan dengan menggunakan peralatan yang sederhana bahkan ada yang masih menggunakan bantuan tenaga hewan. Sebenarnya gula merah tebu tidak hanya diproduksi di Indonesia, tetapi juga di India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Afrika Timur, Bolivia, Jepang, dan Amerika Selatan.

Harus Memenuhi Standar

Untuk bisa masuk ke pasar ekspor tentu gula merah tebu harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh masing-masing negara pengimpor, selain juga harus telah memenuhi standar mutu nasional SNI. Jika industri-industri gula merah tebu di Indonesia, terutama yang berada di sentra-sentra produksi, mampu meningkatkan kualitas gula merah tebu yang dihasilkan, maka tidak mustahil gula merah tebu akan menjadi salah satu produk andalan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Baca Juga : Update Terbaru- Inilah Kronologi Susur Sungai SMP Turi

Mampu Memberikan Keuntungan

Secara nasional sentra-sentra produksi gula merah tersebut di atas mencakup lebih dari 70 persen dari total produksi gula merah nasional. Dari perspektif pengembangan usaha pedesaan, produksi gula merah tebu mampu memberikan harapan keuntungan yang memadai. Terbukanya peluang ekspor untuk produk gula merah tebu juga semakin menguntungkan industri gula merah tebu. Salah satu industri gula merah tebu di Kediri, Jawa Timur, merupakan salah satu contoh industri gula merah yang telah mencapai pasar ekspor ke Jepang. Kebutuhan gula merah tebu di Jepang cukup besar, karena selain mengimpor gula merah tebu dari Indonesia, Jepang pun masih mendatangkan dari Cina, Korea, India, dan Bolivia (Ehman, 1998).

Olahan Tebu

Gula merah merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Gula ini adalah gula yang berbentuk padat dan berwarna coklat kemerahan sampai dengan coklat tua. Nira yang digunakan untuk memproduksi gula merah biasanya berasal dari tanaman kelapa, aren, lontar atau siwalan dan tebu. Mengingat sumber-sumber bahan baku nira yang demikian beragam, produksi gula merah telah lama dikenal di berbagai daerah, antara lain di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Gula merah yang berasal dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur umumnya diproses dengan menggunakan bahan baku tebu atau Siwalan, sedangkan dari Jawa Barat biasanya menggunakan bahan baku nira kelapa atau aren.

Kandungan Gula Merah

Gula merah memiliki rasa sedikit asam karena adanya kandungan asam-asam organik. Adanya asam-asam ini menyebabkan gula merah mempunyai aroma yang khas, sedikit asam dan berbau karamel. Rasa karamel diduga disebabkan adanya reaksi karamelisasi akibat panas selama pemasakan. Karamelisasi juga menyebabkan timbulnya warna coklat pada gula merah (Nengah, 1990). Kecukupan pemasakan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan. Pemasakan gula yang terlalu lama biasanya akan menghasilkan gula yang keras dengan warna coklat tua, sedangkan bila pemasakan kurang hasilnya akan lembek dan mudah meleleh (Nengah, 1990). Warna merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas penampakan bahan pangan di samping bentuk dan ukuran. Pada gula merah, warna dijadikan sebagai salah satu faktor kualitas produk. Sardjono (1986) dan Balai Penelitian Kimia Semarang (1978) mengemukakan bahwa gula merah yang warnanya lebih cerah dianggap kualitasnya lebih baik.

Mutu Gula Merah

Mutu gula merah terutama ditentukan oleh penampilannya, yaitu bentuk, warna, dan kekerasan. Kekerasan dan warna gula sangat dipengaruhi oleh mutu nira, terutama setelah proses fermentasi (Sardjono, 1986). Gula merah memiliki tekstur dan struktur yang kompak, serta tidak terlalu keras sehingga mudah dipatahkan dan memberi kesan lunak. Selain itu gula merah juga memiliki aroma dan rasa yang khas. Rasa manis pada gula merah disebabkan karena gula merah mengandung beberapa jenis senyawa gula seperti sukrosa, fruktosa, dan maltosa (Santoso, 1988). Selain itu, gula merah memiliki sifat-sifat yang spesifik, sehingga peranannya tidak dapat digantikan oleh jenis gula lainnya. Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Pengolahan

Pengolahan dengan pemanasan menyebabkan gula merah memiliki warna yang bervariasi dari kuning hingga coklat tua, tetapi pada umumnya berwarna coklat kemerahan. Menurut Nengah (1990), warna merah terbentuk karena adanya reaksi pencoklatan (browning) selama pengolahan, baik melalui reaksi Maillard maupun reaksi karamelisasi. Agar diperoleh warna merah yang baik, kering, berwarna kekuningan, keras dan padat (tidak lembek) sebaiknya pH nira sebelum diolah diatur antara 5,5 - 6,5. Di luar kisaran tersebut gula sukar mengkristal (BALITKA, 1989). Menurut Dachlan (1984), untuk memperoleh warna gula kekuningan, sebelum nira dipanaskan perlu ditambahkan kira-kira 5 gram Na-metabisulfit untuk setiap 25 liter nira. Selain itu, penggunaan api jangan terlalu besar tetapi cukup untuk mendidihkan nira dan nyala api diusahakan stabil. Sumber : Leli Nofita  
 

Penetapan Tersangka Kegiatan Susur Sungai SMP Turi

Penetapan Tersangka Kegiatan Susur Sungai SMP Turi - Kegiatan susur sungai oleh pelajar SMP 1 Turi, Sleman, Yogyakarta di Sungai Sempor, Dusun Dukuh, Donokerto, Turi berakhir duka. Di saat kegiatan berlangsung, tiba tiba muncul arus deras. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 21 Februari pukul 16:00 kemarin. Sebanyak 249 siswa mengikuti kegiatan ini. Berikut update terbaru seputar SMP 1 Turi, kecelakaan dan fakta lain yang korbannya masih dalam proses evakuasi Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Delapan siswa meninggal dunia.

Satu tersangka ini berinisial IYA yang merupakan pembina sekaligus guru dari SMPN 1 Turi. Pernyataan ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto. Penetapan tersangka ini setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara dan memeriksa 13 orang. Dimana terdapat tiga kelompok dalam pemeriksaan tersebut.  Yakni tujuh pembina pramuka, tiga orang dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Sleman, dan sisanya merupakan warga yang berada di sekitar tempat kejadian saat tragedi terjadi. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto "Tadi siang Direktur Kriminal Umum Polda DIY sudah memimpin gelar perkara di Polres Sleman setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang," jelasnya. "Dari pemeriksaan ini saksi-saksi ini, dari hasil gelar perkara menyimpulkan untuk menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan," ujarnya. "Maka kami juga sudah menentukan satu orang dengan inisial IYA sebagai tersangka," tegasnya. Baca Juga : Kasus Nikita Yang Menjadi Tersangka Penyiksaan Mantan Suaminya

Duka SMP Turi

Kegiatan Pramuka susur Sungai Sempor menyisakan duka mendalam. Beberapa peserta kegiatan susur sungai ini hanyut terbawa arus sungai akibat banjir. Salah satu siswa SMP Negeri 1 Turi yang menjadi peserta susur sungai, Ahmad Bakir, menceritakan, awalnya para peserta berkumpul di sekolah. Dari sekolah, mereka berangkat ke Sungai Sempor sekitar pukul 15.00 WIB. "Berangkat dari sekolah ke Kali Sempor itu sekitar jam 15.00 WIB," ujar Ahmad Bakir saat ditemui di SMP Negeri 1 Turi, Jumat (21/2/2020). Siswa kelas 8 ini menyampaikan, saat berangkat dari sekolah kondisi hujan deras. Namun, ketika sampai di Sungai Sempor, hujan mulai reda. "Kegiatannya itu susur sungai. Saat reda kita turun ke sungai," katanya. Awalnya, saat mulai susur sungai, Bakir berada di paling belakang.

Aksi Heroik Siswa

Bakir lempar akar Bakir menuturkan, saat banjir datang kebetulan, ia sudah berada di atas bibir sungai bersama temannya, Danu Wahyu. "Kalau yang hanyut saya tidak tahu, tapi ada yang tenggelam sempat ditolong teman saya (Danu)," bebernya. Ratusan siswa SMP N 1 Turi Sleman dilaporkan hanyut terbawa arus saat susur Sungai Sempor Sleman. Mengetahui kejadian itu, Bakir pun lantas berteriak agar teman-temannya tetap berpegangan yang erat pada sebuah kayu. Selain itu, ia juga meminta teman-temannya tidak panik. "Saya langsung cari akar yang panjang, lalu saya lempar ke teman yang di tengah. Satu-satu tarik ke pinggir, ada enam yang tadi saya tarik," katanya. Bakir mengungkapkan, saat kegiatan susur sungai, ada pembina pramuka yang mendampingi. Posisinya berada di belakang dan tengah.

Danu Lompat Ke Sungai

Saat banjir bandang datang, lanjutnya, dia sempat melihat beberapa temannya tenggelam. Melihat hal itu, Danu spontan langsung melompat ke dalam sungai. "Lihat ada yang tenggelam terguling-guling, saya langsung lompat berenang. Saya tarik dua yang perempuan ke pinggir, sama satu yang (pegangan) batu di tengah (sungai)," ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang siswa meninggal dunia dan empat masih dalam pencarian setelah terseret arus Sungai Sempor, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Para siswa ini hanyut saat mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai. Keluarga salah satu korban selamat dalam insiden Susur Sungai Sempor SMP 1 Turi mengungkapkan bahwa kegiatan pramuka pada Jumat (21/2/2020) itu dilakukan mendadak tanpa persiapan.

Kegiatan Dadakan

"Setiap Jumat memang ada jadwal pramuka, jadi waktu itu, kata adik saya yang ikut susur sungai, karena enggak ada kegiatan, ya diajak jalan-jalan saja," ujar Fibri (30), kakak siswi kelas 8B SMPN 1 Turi Sleman berinisial FA (14), kepada SuaraJoga.id melalui sambungan telepon, Sabtu (22/2/2020). Menurut keterangan Fibri, karena kegiatan dilakukan secara mendadak, sama sekali tak ada persiapan maupun permohonan izin pada orang tua yang disiapkan pihak sekolah. Ia menerangkan, sebelum tiba di Sungai Sempor, para peserta susur sungai, yang terdiri dari murid kelas 7 dan 8, harus berjalan cukup jauh dari lokasi keberangkatan, yaitu SMPN 1 Turi. Namun, kemudian terdengar suara guntur, sehingga membuat sejumlah siswa, termasuk FA, khawatir. Lantas, lanjut Fibri, adiknya itu, bersama ketua dewan penggalang (DP), bertanya pada guru olahraga yang juga pembina kegiatan pramuka tersebut, apakah susur sungai tetap akan dilanjutkan.

Tetap Dilanjutkan Walau Hujan

"Saat itu gerimis, sudah terdengar suara guntur, murid-murid jadi takut kalau hujan. Terus ketua dewan penggalang tanya ke pembinanya, lanjut atau enggak, terus cuma dijawab 'enggak apa-apa hujan sebentar'," jelas Fibri. Dirinya menilai, guru olahraga yang disebutnya sebagai "Pak Y" itu nekat melanjutkan susur sungai meskipun cuaca mendung karena ia tinggal tak jauh dari sana. "Jadi mungkin [Pak Y] menganggap itu sudah biasa," kata Fibri. Selain tak ada persiapan serta permohonan izin ke orang tua siswa, Fibri mengatakan, Susur Sungai Sempor juga dilakukan tanpa ada izin kepala dukuh setempat. "Padahal sudah diingatkan warga, enggak usah nyemplung, tapi ya namanya anak-anak, bagaimana sih, kalau disuruh pembinanya kan ya nurut-nurut aja," jelasnya. Begitu sampai di Sungai Sempor, terang Fibri, murid laki-laki kelas 8 turun terlebih dahulu, diikuti para murid perempuan, yang berbaris di belakangnya.

Sudah Ada Firasat

Lalu, anak-anak laki-laki yang di depan merasakan tingginya air sungai. Untuk itu, mereka memperingatkan teman-temannya yang lain supaya naik lagi menjauh dari sungai. "Yang cowok pada turun duluan, terus merasa kok airnya meninggi, jadi mereka inisiatif memberi tahu yang lain buat tidak usah lanjut dan menepi dari sungai. Di adik saya sudah sebetis, rok pramukanya jadi basah," ungkap Fibri. Namun, karena sudah telanjur, akhirnya air makin deras, dan para siswa berusaha saling menyelamatkan dengan berpegangan pada akar pohon atau batu di dekatnya. Pasalnya, tak ada perangkat pengamanan juga yang disediakan pihak sekolah dalam kegiatan susur sungai yang mendadak di cuaca yang tak bersahabat itu. Akibatnya, sejumlah siswa terluka, dan ada pula yang terbawa arus Sungai Sempor yang deras kala itu. FA sendiri, kata Fibri, mengalami luka memar karena terjepit batu. Tak hanya itu, hingga Sabtu FA masih mengalami trauma.

Merasakan Trauma Mendalam

"Kalau pas bareng-bareng gini dia ceria, bisa cerita, begitu masuk kamar, sendirian, dia nangis. Semalam enggak bisa tidur dan makan ini, teringat kejadiannya itu kata dia. Saya juga enggak berani nanya. Kalau dia cerita sendiri saja, saya dengarkan," terang Fibri. Hingga kini, Fibri mengatakan, pihak sekolah mbelum memberi informasi lanjutan apa pun soal kegiatan belajar mengajar pascainsiden. Keberadaan Pak Y pun juga belum diketahui sampai saat ini. Pihak kepolisian telah menetapkan satu tersangka dalam tragedi susur Sungai Sempor, Sleman yang menghanyutkan ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta.
  1. Kepala SMP 1 Turi tidak tahu ada kegiatan susur sungai

Susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Jogja, terjadi tanpa izin sekolah seperti dikatakan Kepala Sekolah Tutik Nurdiana. Menurutnya, kegiatan ekskul SMP 1 Turi Pramuka tersebut rutin dilakukan dengan pembina yang sudah paham kondisi sungai. "Jujur saya tidak tahu ada program susur sungai yang dilakukan kemarin. Mereka tidak matur (bilang). Bagi kami karena siswa kebanyakan anak Turi dan mereka familiar dengan wilayah Turi, jadi itu seperti bukan hal yang khusus," kata Tutik.
  1. Pencarian korban SMP 1 Turi dihentikan sementara

Menurut Wakapolda DIY Brigjen Karyoto, pencarian korban hilang SMPN 1 Turi, Sleman, akan dihentikan sementara. Meski begitu, pihak kepolisian akan tetap fokus menemukan korban yang belum terkonfirmasi. Penyelidikan akan dilakukan setelah proses pencarian terhadap korban SMPN 1 Turi selesai dilakukan. "Kita belum mengarah ke situ (penyelidikan) namanya juga insiden atau kecelakaan. Kita fokus dalam pencarian," kata Karyoto.
  1. Jumlah korban SMP 1 Turi menurut data terakhir

Hingga dihentikan pada Sabtu (22/2/2020) ada 9 korban meninggal dunia siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang telah ditemukan. Proses pencarian yang dibantu Basarnas ini kini mulai memasuki tahap identifikasi korban. Salah satu fasilitas yang menjalankan proses identifikasi korban adalah Puskesmas Turi. "Barusan masuk satu (jenazah) sekitar jam setengah 11 tadi, untuk kondisinya yang jelas meninggal karena dikantongi. Saat ini baru identifikasi," kata Kepala Puskesmas Turi, Pinky Christina Dewi.
  1. Polisi turun tangan menangani laka sungai SMPN 1 Turi

Musibah hanyutnya siswa pada susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman menjadi perhatian banyak pihak termasuk penegak hukum. Sebanyak 6 orang pembina Pramuka dan pendamping siswa saat susur sungai telah diperiksa polisi. Pembina Pramuka diduga berperan besar dalam perencanaan kegiatan susur sungai. "Kami sudah periksa para pembina pramuka yang ikut. Hasilnya (pemeriksaan) belum bisa disampaikan. Kami belum bisa menentukan siapa yang bisa tanggung jawab penuh. Nanti dengan proses yang hati-hati dan tidak buru-buru, ini masih pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto.
  1. Jumlah pembina Pramuka saat susur sungai diduga terlalu sedikit

Dalam kejadian SMPN 1 Turi susur sungai yang berujung kecelakaan ada 7 pembina Pramuka yang ikut bersama siswa. Menurut Ketua Kwarda Pramuka DIY GKR Mangkubumi, 7 orang pembina untuk 249 siswa terlalu sedikit dan jauh dari ideal. "Jumlah (siswa) yang dibawa (susur sungai) 200 lebih, hanya tujuh pendamping. Jadi tidak bisa meng-handle sekian banyaknya," kata Mangkubumi. Mangkubumi mengatakan pihak kwarda akan memberikan sanksi terhadap pembina pramuka di SMPN 1 Turi jika terbukti bersalah. Pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. Mangkubumi menduga ada kelalaian dari pembina yang tidak mempertimbangkan kondisi cuaca saat susur sungai.
  1. Perhatian dari Menko Polhukam, Mendikbud, dan Mensos

Musibah SMPN 1 Turi mendapat perhatian dari Menko Polhukam Mahfud MD, Mendikbud Nadiem Makarim, dan Mensos Juliari P Batubara. Mahfud mengingatkan semua pihak tak punya prasangka buruk sambil menunggu hasil pemeriksaan dan evakuasi. Sementara Nadiem yang menyampaikan bela sungkawa meminta sekolah mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Nadiem juga berharap setiap siswa yang mengalami luka-luka ataupun trauma dapat segera mengalami pemulihan. Sedangkan Kementerian Sosial siap memberi layanan trauma healing berupa pendampingan, sebagai upaya memulihkan kondisi mental para korban musibah SMPN 1 Turi.

Delapan siswa meninggal dunia.

Satu tersangka ini berinisial IYA yang merupakan pembina sekaligus guru dari SMPN 1 Turi. Pernyataan ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto. Penetapan tersangka ini setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara dan memeriksa 13 orang. Dimana terdapat tiga kelompok dalam pemeriksaan tersebut.  Yakni tujuh pembina pramuka, tiga orang dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Sleman, dan sisanya merupakan warga yang berada di sekitar tempat kejadian saat tragedi terjadi. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto "Tadi siang Direktur Kriminal Umum Polda DIY sudah memimpin gelar perkara di Polres Sleman setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang," jelasnya. "Dari pemeriksaan ini saksi-saksi ini, dari hasil gelar perkara menyimpulkan untuk menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan," ujarnya. "Maka kami juga sudah menentukan satu orang dengan inisial IYA sebagai tersangka," tegasnya.  
error: Content is protected !!