Konsep Yang Digunakan Untuk Membangun City Branding

CITY BRANDING

Konsep Yang Digunakan Untuk Membangun City Branding – Konsep The Power of Narsis ini dapat juga diterapkan untuk membangun city branding kawasan atau kota . Tentu saja sangat terkait dengan potensi yang dimiliki kota tersebut , seperti potensi wisata dan sebagainya . Oleh karena itu , diperlukan juga pemasaran destinasi wisata yang berbasis PDCA ( Plan , Do , Check , Action ) yang akan membenahi lima penunjang pokok yaitu aksesibilitas , amenity , atraksi wisata , aktivitas wisatawan , dan promosi wisata Aksesibilitas yang dilakukan oleh pemerintah bisa dilakukan dengan memperbaiki akses menuju tempat wisata dan prasarana yang mendukung. Demikian pula dengan amenity bisa dilakukan antara pemerintah dan himpunan pariwisata Indonesia ( HPI ) dengan melakukan pelatihan SDM dan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Guiding yang cukup pengetahuan , dan memperbaiki fasilitas toilet umum di sekitar tempat wisata. Untuk atraksi wisata , sebaiknya melibatkan masyarakat sekitar dan menggandeng event organizer sehingga ada rasa saling memiliki Demikian pula dengan aktivitas wisata sebaiknya melibatkan travel biro yang sudah membuat program paket wisata Misalnya untuk membangun sebuah city branding kota Semarang Kota Semarang memiliki keanekaragaman budaya dan itu merupakan aset utama yang harus ditonjolkan. Dari sudut pandang wisata , hal itu merupakan daya tarik agar orang – orang berkunjung ke kota Semarang , keanekaragaman budaya ini memunculkan banyak variasi pada beberapa hal. Misalnya dilihat dari sudut

  • kesenian ,
  • peninggalan bangunan / arsitekturnya ,
  • religinya ,
  • kulinernya , dan
  • event lainnya .

Dari budaya juga bisa diketahui bahwa budaya yang ada di kota Semarang antara lain budaya

  • Jawa pesisir ,
  • Arab
  • China .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Simbol Warak Ngendog

binatang mitologis ini digambarkan sebagai simbol pemersatu tiga etnis mayoritas di Semarang. Bagian tubuh ikon terdiri atas naga ( Cina ) , burog ( arab ) , dan kambing ( Jawa ). Hewan ini biasanya dijadikan maskot dalam festival dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa. Terlepas dari siapa pembuat pertama , Warak Ngendog memiliki makna filosofi yang selalu relevan sebagai pedoman hidup manusia pada zaman apa pun. Wujud makhluk rekaan yang merupakan gabungan tiga simbol etnis mencerminkan persatuan atau akulturasi budaya di Semarang. Konon ciri khas bentuk yang lurus dari Warak Ngendog menggambarkan citra warga Semarang yang terbuka , lurus , dan berbicara apa adanya.  Sehingga tak ada perbedaan antara ungkapan hati dengan ungkapan lisan. Atraksi – atraksi wisata tahunan seperti Semarang Great Sale , Semarang Night Carnival , dan Dugderan juga sangat membantu upaya city branding.

Sumber : Benk Mintosih

Berikut Cara Agar Usaha Anda Mendadak Menjadi Terkenal

MENDADAK NARSIS BAK ARTIS

Berikut Cara Agar Usaha Anda Mendadak Menjadi Terkenal – Pokemon , Jessica dan Mukidi , tiga tokoh yang mendadak namanya melejit bak artis ini mendadak jadi viral di semua sosial media ( sosmed ) baik facebook , twitter maupun path. Hampir seluruh penguna sosmed mengenal tiga nama ini . Lantas apakah kemunculan tiga tokoh yang mendadak nangkring narsis ini bisa digabung kan dengan marketing out of the box ? Ternyata seperti dugaan saya bahwa wabah tiga tokoh ini pasti akan menjalar kemana – mana.

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Pertama , dengan muncul nya warung kopi yang mendadak ngetop setelah menjual menu andalan kopi sianida. Kemudian adalah kemunculan tokoh Mukidi yang digarap cerdik oleh beberapa hotel diantaranya adalah Hotel Dafam dan Hotel Bintang. Hotel Dafam dengan Mukidi piknik dan Hotel Bintang dengan memberikan paket menginap secara cuma cuma kepada siapa saja yang mempunyai nama Mukidi. Saat di sosmed pernah diunggah status ini , hasilnya benar – benar di luar dugaan . Akun Hotel Bintang dikomentari dan dikirimi inbox banyak orang yang menanyakan kebenaran postingan di sosmed tersebut. Promosi apapun tidak boleh mengelabui masyarakat , maka Hotel Bintang tetap menjaga komitmen memberikan kamar gratis untuk siapa saja yang mempunyai nama Mukidi. Ternyata setelah diberi kamar gratis , maka orang tersebut mempromosikan secara gratis pada teman – temannya atau gethok tular tentang fasilitas skypool tertinggi yang dimiliki Hotel Bintang.

Memanfaakan Hal Yang menjadi Trend

Bahkan tanpa diminta pun orang tersebut meng – upload kegiatan – kegiatan mereka selama berada di Star Hotel . Dari sini bisa digarisbawahi bahwa sebetulnya peluang itu bisa muncul kapan saja dan bisa memanfatkan hal – hal yang sedang menjadi trend atau trending topic karena dalam ilmu marketing melakukan update akan hal – hal yang baru adalah suatu keharusan . Sama halnya jika perusahaan kita mau cepat dikenal masyarakat maka sebaiknya manfatkan saja hal – hal yang sedang update saat itu. Misalnya membuat boneka Mukidi dan diberikan sebagai souvenir pada tamu hotel. Bisa pula membuat lomba mengambar Mukidi atau yang lainnya. Intinya mengelola marketing dengan stategi – strategi yang nyeleneh dan bikin orang ngeh dan penasaran sangat diperlukan

MANFAATKAN MOMENT

Memanfaatkan elektabilitas Mukidi yang dilakukan Hotel Bintang  pada waktu itu adalah siapa saja yang mempunyai nama Mukidi atau saudara Mukidi maka akan mendapatkan harga khusus dari Hotel Bintang. Terbukti ada saja yang memberi komentar dan akhirnya juga ada yang datang untuk check in di Hotel Bintang. Pemanfaatan moment yang dimaksud di sini adalah saat euphoria kemenangan pasangan Tantowi dan Butet dalam olimpiade kemarin , semua tertuju kepada pasangan ini agar mendapat respect dari masyarakat Star Hotel juga berpartisipasi dengan memberikan menginap gratis di hotel . Padahal pelaksanaannya belum tentu Tantowi dan Butet menyempatkan diri menginap di hotel tersebut . Persis yang dilakukan Hotel Bintang saat Owi dan Butet meraih medali emas. Hotel Bintang tidak mau woro – woro ke semua koleganya. Bahwa manajemen star memberikan hadiah istimewa berupa menginap sebulan gratis di Hotel Bintang, berlaku awal bulan sampai akhir bulan.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Alhasil sampai batas waktunya habis , mereka tidak kunjung datang , padahal owner Hotel Bintang sudah kebingungan takut merugi. Ternyata hal – hal mencuri start sangat diperlukan dalam strategi marketing agar kita selalu lebih dulu . Karena jika kita terus maju maka yang lain adalah pengikut dan biasanya orang cenderung loyal kepada pendiri.

Sumber : Benk Mintosih

Ini Dia Cara Pintar Mengelola Hotel Agar Ramai Pengunjung

JUMP OF THE BOX BINGID

Ini Dia Cara Pintar Mengelola Hotel Agar Ramai Pengunjung – Hal terpenting untuk mengelola sebuah hotel sebenarnya adalah pintar membaca dan menangkap peluang yang ada. Tentu saja harus pintar membaca peluang yang tidak terpikirkan orang Contoh , parly tidak harus dilakukan di bar – bar di hotel . Party bisa dilakukan di ballroom , seperti yang pernah saya lakukan di Hotel Arianto. Selama ini orang terjebak pada ruang , padahal party bisa dilakukan di mana saja termasuk menyulap ballroom menjadi bar yang superluas. Sesuatu yang tidak biasa ini justru menarik banyak orang datang untuk menikmati party. Partygoers yang datang setiap pekan justru dari luar kota . Bagaimana menangkap peluang ? Lakukan sesuatu yang tidak dilakukan banyak orang. Misalnya untuk menyambut bulan Ramadhan , manajemen Hotel Harison Semarang mengadakan pawai mengelilingi Simpang Lima dengan mengarak setan – setan Harison sambil membawa poster bertuliskan Penjarakan Nafsu Setan Selama Bulan Puasa.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Pawai tersebut otomatis memacetkan jalan di sekitar Simpang Lima Semarang. Semua orang yang melewati Simpang Lima penasaran dan sebagian besar memilih menghentikan kendaraan mereka. Mereka Penasaran karena pawai setan – setan Horison itu berakhir di hotel. Saat itu kami promosikan agenda hotel menjelang bulan Ramadhan. Termasuk paket menu buka puasa. Menangkap peluang dengan  ini juga bisa mendongkrak tingkat okupansi hotel. Di Hotel Harison Semarang misalnya , perhatian sebagian besar warga Semarang tertuju pada aksi orang berpakaian wayang yang sedang mengecat dinding luar lantai 15 hotel tersebut sambil menyanyikan lagu berbahasa Jawa ( ura ura ) . Pertama , ingin memberitahu orang kalau ada pengecatan di lantai 15 Hotel Harison . Kedua , ikut nguri – uri ( melestarikan ) budaya Jawa. Cara tersebut sangat efektif karena bisa menarik perhatian orang untuk datang ke hotel dari sekadar nongkrong minum kopi bersama komunitasnya hingga menaikkan rangking okupansi hotel dari rangking 16 ke rangking 3 besar di Semarang selama delapan bulan .

MEMBUAT SESUATU YANG GENUINE

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanjakan tamu atau membuat tamu merasa diuwongke . Salah satunya dengan menyapa tamu dengan ramah , tidak dibuat – buat Lebih – lebih jika menyebutkan nama panggilan tamu tersebut , sehingga tamu pun merasa lebih nyaman dan dekat Menyapa tamu dengan mengucapkan Selamat pagi . Ibu Diana , apa kabar ? akan terkesan lebih friendly dan natural daripada mengucapkan Selamat pagi , Kakak Pengucapan Selamat pagi , Kakak yang dilakukan berulang – ulang kepada semua tamu hotel dengan nada yang datar , membuat tamu kurang berkesan . Seperti menelan chips Selamat Pagi Kakak dengan nada datar tanpa ekspresi Tamu merasa tidak dikenal sehingga tidak mungkin akan kembali lagi ke hotel. Misalnya memberi kejutan pada tamu , General Manager tiba – tiba berpakaian waiter dan mengantar kudapan sore ke tamu .

Memperkenalkan Diri

Saat mengantar , bisa memperkenalkan diri sebagai GM hotel . Contoh percakapan sederhana , Sore, Bapak Dani , saya Bambang , GM hotel ini, Pak. Kami ada kudapan sore untuk Bapak Dani. Selamat menikmati dan selamat beristirahat, Pak. Rasa bangganya itu muncul karena mereka merasa diuwongke. Orang Jawa kan sukanya dipangku , dihormati. Servis jika dilakukan secara genuine maka brand ” NGEDAN ” Menangkap peluang juga bisa dengan melakukan sesuatu yang edan atau menjalankan ide – ide gila . Ungkapan lebih tepat adalah waras ning edan , artinya hal tersebut disengaja , dilakukan dengan kesadaran dengan muatan muatan untuk membuat orang menoleh atau orang tertarik . Ada dua hukum menjalankan usaha.

APA ITU STRATEGI OUT OF THE BOX ?

Agar musuh sulit mengejar kita , maka muncullah ide kreatif , yang dalam dunia manajemen disebut sebagai Strategi out of the box atau bahkan jump of the box Out of the box , yang diterjemahkan sebagai ‘ keluar dari kotak ‘ , dalam strategi marketing adalah sebuah konsep pemasaran yang keluar dari aturan baku . Contoh out of the box :

  • Promosi umum diskon 50 % , promosi out of the box diskon hingga 90 %
  • Lion Air membuat harga tiket pesawat Jogja – Jakarta seharga Rp 85 . 000
  • Horison Hotel menjual harga kamar Rp. 17.850 hanya 17 kamar
  • Rown Division midnight sale
  • Dagadu Awas Dagadu Asli
  • Arianto Hotel Makan Minum Dapat Mobil Strategi out of the box saja belum cukup .

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Pemasar perlu menjaga dan mempertahankan eksistensi perusahaan , tempatnya bernaung , sehingga muncul strategi jump of the box untuk dapat tampil narsis . Ada dua cara yang bisa dilakukan , yaitu ATP ( Amati , Tiru , Praktikkan ) dan ATM ( Amati , Tiru , Modifikasi ) . Jika sama sekali tidak ada gagasan , lakukanlah ATP , seperti mengadakan fashion show di sela dinner atau lunch . Atau , lakukan ATM seperti menggelar nonton bareng sepakbola di ballroom atau kolam renang dengan game yang interaktif bagi tamu Berikut beberapa contoh strategi yang pernah dilakukan untuk menjaga eksistensi hotel di Solo , Semarang , dan Yogyakarta .

Sumber : Benk Mintosih

Cara Membuat Konsumen Tertarik Dengan Produk Kita

THE BATTLE IS ON THE PEOPLE MINDS

Cara Membuat Konsumen Tertarik Dengan Produk Kita – Di era global seperti ini , konsumen akan dihadapkan pada banyak pilihan meskipun untuk satu jenis kebutuhan saja. Mereka akan berhadapan dengan puluhan ratusan bahkan ribuan merek. Apa yang akan terjadi kemudian ? Dapat ditebak ! Mereka pasti akan memilih merek yang telah dikenal atau yang telah direkomendasikan oleh teman , mungkin juga oleh iklan. Oleh karenanya , para pemasar harus merumuskan sesuatu yang membuat para konsumen terpikat mata dan hatinya pada produk yang dijual. Dalam jangka pendek , hal itu bisa dicapai melalui strategi penjualan seperti direct selling , promosi , beriklan , dan lain – lain . Tetapi biasanya hasil dan dampaknya , pendek . Oleh karena itu , diperlukan sebuah strategi pemasaran yang berdampak lebih panjang . Salah satu strategi itu adalah dengan membangun personal branding

 JENENG DULU , BARU JENANG

Filosoh masyarakat Jawa menyebutkan Jeneng dulu baru Jenang ternyata terbukti.  Dengan sudah memiliki jeneng atau nama atau personal branding yang kuat moka jenang atau kue atau keuntungan seperti mendapat customer banyak dan capaian target terpenuhi pasti akan mengikuti Jika jeneng ‘ sudah didapat , akan terjadi War of Mouth ( WoM ) atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah gethok tular Apa yang ada di benak kita kalau diminta menyebut merek deterjen , air mineral , fried chicken , sabun mandi , dan sepeda motor ? Pasti mayoritas masyarakat kita akan menjawab dengan Rinso , Aqua , KFC , Lux , dan Honda , meskipun mereknya jelas tertulis berbeda dengan yang mereka sebutkan.

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Dalam hal ini tidak ada yang perlu disalahkan karena company branding yang sudah melekat di masyarakat selama ini adalah merek – merek tersebut . Hal itu terbentuk karena Marketing is not the battle of product but the battle of perception Jika sudah memperoleh company branding atau personal branding , maka customer atau user akan dengan kesadaran membantu promosi produk kita , sebut saja Continue Marketing.

MARKETING IS AN EXPERIENCE

Apabila pelanggan mendapatkan sesuatu yang berbeda dan nyeleneh , tentu hal itu akan memiliki kesan tersendiri. Misalnya di Hotel Arianto , pernah menjemput tamu dengan motor trail atau tamu diberi kesempatan membuat minumannya sendiri di bar sesuai seleranya. Dari pengalaman yang berbeda tersebut , mereka akan bercerita kepada kawan kawannya mengenai servis yang berbeda di Hotel Arianto. Gebrakan – gebrakan marketing yang nyeleneh. Bahkan dibilang paling narsis pun dilakukan demi meraih capaian hotel , sampai saya mendapat julukan GM Gila. Saya tidak pernah mempermasalahkan julukan tersebut , yang penting gaya narsis tersebut mampu menggerakkan popularitas Hotel Arianto dari OCC ( occupancy ) 34 % menjadi 73 % dalam kurun waktu satu tahun. Ros Hotel dari hotel kelas melati menjadi jujugan ( tempat tujuan ) orang yang mengadakan rapat di Bantul. Popularitas Ros juga mampu menyaingi hotel besar di sekitarnya .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Demikian pula yang terjadi di Hotel Harison, terjadi peningkatan rangking dari urutan 15 dari 17 hotel yang ada waktu itu. Menjadi rangking 3 besar dalam kurun waktu dua tahun Gebrakan marketing nya juga mampu mengubah Mandland. Mandland dari hotel tanpa operator menjadi hotel yang dikunjungi dan menjadi tempat penyelenggaraan MICE Gaya narsis yang nyeleneh tersebut terus saya pertahankan hingga sekarang , saat mengelola hotel di Semarang , baik Hotel Harison maupun Star Hotel & Apartment Yogjakarta. Seperti saat menyambut bulan suci Ramadhan manajemen Star Hotel Apartment. Melarung maksiat dengan cara melakukan ritual larung setan – setan secara simbolis di kolam renang hotel yang berada di lantai roof.

Menaikan Okupasi Hotel

Demikian pula untuk menaikkan okupansi atau tingkat hunian hotel. Bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan film yang sedang populer saat itu dengan membuat poster yang menarik dan membuat penasaran . Misalnya yang pernah dilakukan Manajemen Star Hotel & Apartemen Semarang pada 2016 yakni memanfaatkan film Civil War ataupun Superman Vs Batman ( Down of Justice ) dengan menempatkan salah satu karakter orang hotel untuk berpromosi hotelnya pada sang superhero.

Sumber : Benk Mintosh

Cara Mudah Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Media Sosial

BAHASA = KEKUATAN

Cara Mudah Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Media Sosial – Beberapa tahun belakangan ini media sosial menjadi salah satu kebutuhan masyarakat baik kalangan muda macon tua. Salah satu surve menyebutkan bahwa masyarakat menggunakan internet. Media sosial dapat memberikan dampak postid dan negatif terhadap para penggunanya. Para pekerja muda pun biasa mengakses media sosial berupa Facebook , Twitter , Linkedin , Instagram , Facebook , Twitter , Path , dan lainnya untuk mendokumentasikan perjalanan mereka. Berkomunikasi dengan teman atau rekan kerja atau bahkan rekan bisnis , serta mengakses informasi

BERGAUL DENGAN MEDIA SOSIAL

 Media sosial seharusnya bisa dijadikan sumber informasi , wadah dokumentasi dan tempat berkomunikasi atas sebuah isu atau persoalan yang penting misalnya tentang tingginya kematian bayi , HIV Aids , dan lain – lain. Namun dalam kenyataannya , media sosial justru sering dimanfaatkan sebagai wadah untuk curhat , melampiaskan kekesalan atau eksistensi diri sehingga media sosial kemudian hanya berisi ‘ sampah ‘. Bahasa yang digunakan di media sosial seharusnya menggunakan etika . Berikut tip aman bergaul dengan media sosial Jangan jadikan media sosial sebagai tempat mengeluh Kesalahan pengguna media sosial saat ini adalah mengganggap media sosial sebagai tempat curhat dan tempat menyelesaikan masalah. Saya telah mengamati aktivitas teman – teman saya di dunia maya khususnya pengguna Facebook , ternyata mereka lebih dominan menulisi kronologi mereka dengan berbagai curhatan tidak jelas.

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Ternyata , setelah mereka menulis hal demikian , mereka juga tidak menemukan solusi atas masalah mereka . Sebaik – baik tempat curhat adalah benda hidup yang dapat diajak berkomunikasi , bukan benda mati seperti Facebook , Tweet , Instagram , dan Path Kenali siapa yang ada di lingkungan Anda Media sosial memungkinkan Anda dapat memperoleh kebebasan untuk berbicara , bahkan yang pendiam sekalipun akan sangat mudah untuk mengoceh di media sosial . Siapapun berhak menyampaikan pendapat Tetapi , ingat dan perhatikanlah orang – orang yang ada di lingkungan dunia maya Anda Jangan sampai ada adik Anda yang umumnya masih belum dewasa membaca status Anda yang kurang baik.  Dan jangan sekali – kali menggunakan media sosial sebagai ajang penyebaran berita bohong , ini hanya akan berdampak buruk pada diri Anda sendiri dan orang di sekitar Anda. Tidak sembarang mem – follow orang asing Pengguna Twitter akan terlihat keren dan populer bila memiliki banyak follower dan telah mem – follow banyak orang.

Jangan asal Follow Orang Tidak Dikenal

Walau demikian , jangan sembarangan  follow orang yang tidak dikenal sebab bisa saja Anda akan dimanfaatkan untuk hal – hal negatif di kemudian hari. Follow teman – teman Anda maupun orang yang memang diketahui memiliki pribadi yang baik. Lakukan komunikasi yang sebenarnya Facebook memang berperan untuk mempertemukan teman – teman lama atau keluarga yang terpisah oleh jarak , tetapi bukan satu – satunya tempat untuk berkomunikasi. Mantan pengguna Facebook , Lauren Perry , mengatakan bahwa sebaiknya Facebook digunakan hanya sebagai perantara , la menyarankan untuk mulai bertukar nomor telepon atau email pribadi melalui Facebook dan lakukan komunikasi yang sebenarnya. Jangan mengunggah foto pribadi diri sendiri maupun orang lain khususnya di Twitter. Kebebasan yang diterapkan oleh Twitter membuat siapa saja dapat melihat tweet orang lain walaupun tidak saling mem – follow. Oleh karena itu , jangan sekali kali mengunggah foto pribadi dan rahasia Anda di Twitter .

Jangan Mengunggah Foto Pribadi Di Medsos

Jika foto pribadi tidak boleh maka jangan pula mengunggah foto pribadi orang lain karena bila Anda mengunggah foto tersebut dalam hitungan menit foto itu sudah tersebar ke seluruh dunia . Tidak bersaing memiliki banyak teman Banyak orang yang merasa bangga saat teman Facebook – nya mencapai ribuan orang . Antropolog dan psikolog Robin Dunbar mengatakan bahwa otak manusia memiliki kapasitas yang terbatas untuk memproses koneksi interpersonal yang diberikan oleh jaringan sosial . Menurutnya , hanya 148 orang yang dapat diterima baik oleh otak Media sosial bukanlah tempat sampah Sedikit – sedikit update , sedikit – sedikit curhat. Media sosial bukanlah tempat sampah yang bisa Anda gunakan untuk membuang penat yang Anda tanggung. Tidak semua yang Anda bicarakan di media sosial disenangi teman media sosial Anda. Yakinlah bahwa status Anda di media sosial kelak akan mempermalukan Anda sendiri.  Jadikan media sosial sebagai microblogging untuk berbagi informasi dan motivasi.

Jangan Memasukkan Info Pribadi

Jangan memasukkan keterangan pribadi secara detail. Memasukkan keterangan pribadi di dalam akun Twitter berarti mempromosikan diri secara langsung Di lain waktu hal ini dapat menjebak . Lihatlah mereka yang telah eksis di Twitter ternyata orang yang awalnya menutup dirinya agar tak diketahui orang lain . Jadi keterangan tempat tinggal , nomer ponsel , dan asal sekolah sebaiknya tidak dicantumkan dalam identitas diri kita di akun Twitter. Berhentilah menggunakan Facebook saat mulai berpikir negatif. Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman mengatakan bahwa orang yang aktif di media sosial memiliki kecemburuan. Rasa frustrasi dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri yang jauh lebih tinggi . Jadi sebaiknya jika Anda melihat hal – hal yang menimbulkan emosi negatif , segeralah tutup media sosial Anda dan lakukan hal – hal yang lebih positif.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Sebaiknya ngetweet hal – hal yang bermanfaat buat siapa saja. Memanfaatkan Twitter dengan bijak adalah dengan ngetweet hal – hal yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Hanya orang gila yang tidak menyukai hal hal baik . Mereka yang sukses menjadi terkenal di Twitter karena telah membagikan hal baik kepada orang lain. Jangan terlibat perdebatan yang tidak penting. Berbagai status yang diunggah di Facebook akan menimbulkan berbagai komentar dan tanggapan dari banyak orang. Beberapa di antaranya memberikan komentar secara sehat , sedang yang lainnya tidak. Itu sebabnya , pengguna diminta untuk menuliskan hal hal yang lebih bijak di Facebook. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 mengungkap bahwa Facebook merupakan sebuah platform yang efektif untuk melakukan perdebatan. Bagai sebilah pisau , media sosial selain memiliki sisi positif , pasti ada sisi negatif . Jadikanlah media sosial untuk hal – hal yang baik dan gunakanlah dengan bijak .

BROADCAST MESSAGE

Melakukan promosi terhadap aktivitas maupun produk yang akan kita lakukan saat ini sangat efektif melalui broadcast message. Hal ini juga bisa di – share kepada teman – teman media massa , agar lebih efektif dan menepis kesan formal. Tentu saja tidak asal melakukan broadcast message semau gue pilihlah bahasa yang mudah diterima oleh komunitas. Meskipun acapkali menggunakan bahasa yang sedikit nyeleneh dan gaul agar lebih mudah diterima dan friendly. Misalnya menggunakan istilah yang familiar seperti Bro , Sob , Dab , Mak , Cyint , Beib , Brada , ista , maupun Gais . Penggunaan bahasa yang kaku atau formal pada broadcast message sering justru tidak cepat direspons karena kurang menarik untuk dibaca .

Buat Sesuatu Yang Mudah Diingat

Intinya Anda bisa membuat sesuatu yang gampang diingat , misalnya dengan membuat iklan. Bertuliskan Kamar Rp 15 juta / malam untuk paket menjelang Valentine ‘ s day. Hal ini pasti memancing perhatian pengunjung untuk bertanya atau minimal membaca kalimat iklan selanjutnya. Dan diharapkan mencari informasi lebih lanjut dengan menghubungi pihak hotel. Sebaiknya jangan hanya terjebak broadcast message yang selama ini datar dan biasa dilakukan orang. Buatlah dengan bahasa yang memiliki ciri khas sendiri yang unik atau nyeleneh , sehingga muncul branding atau nilai tersendiri . Berikut salah satu contoh broadcast message yang dilakukan untuk memasarkan sebuah produk.

Sumber : Benk Mintosih

Tips Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Bergaul Dengan Media Massa

BERGAUL DENGAN MEDIA MASSA

Tips Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Bergaul Dengan Media Massa – Pada zaman modern sekarang ini , peranan media massa pers ( termasuk radio dan televisi ) yang begitu ampuh dalam penyebarluasan informasi tidak mungkin diabaikan oleh institusi atau perusahaan apa pun. Sifat keserempakan yang menjadi ciri media massa , memungkinkan publik yang jumlahnya ratusan ribu , bahkan jutaan , pada saat yang sama secara bersama – sama memperhatikan suatu pesan yang disampaikan oleh media massa . Karena dikonsumsi oleh massa yang amat heterogen , pers pun mampu membentuk opini khalayak dan menimbulkan citra pihak – pihak yang diberitakannya. Opini dan citra khalayak yang muncul bisa sangat positif , tetapi bisa pula sangat negatif. Citra positif muncul karena isi pesan yang positif sehingga membentuk persepsi positif khalayak , sedangkan citra negatif muncul karena pesan yang muncul pun negatif . Citra dari opini yang muncul tidak dapat diabaikan begitu saja karena opini yang terbentuk bisa berbeda dengan yang ada.

Baca Juga : Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

Apa yang sudah dibangun dengan baik dapat etika runtuh karena perantaraan media banyak pula pihak – pihak yang diuntungkan dengan berbagai pemberitaan positif dan media massa sehingga pihak – pihak tersebut menjadi populer dikenal sebagai tokoh yang simpatik dermawan , atau perusahaan yang memiliki kepedulian pada lingkungannya Bagaimana bergaul dengan media massa ? Tentu ada caranya gaisss , tidak asal menjejali press release saja Agar menjadi pemenang melalui opini publik maupun publisitas yang diciptakan melalui media massa , setiap institusi atau perusahaan atau hotel perlu memahami bagaimana membina hubungan baik dengan media massa . Public Relations atau humas perlu menguasai seluk beluk media massa perlu memahami prinsip prinsip dan kiat – kiat berhubungan dengan media massa.

Berita Media Massa

Munculnya berita di media massa sangat bergantung pada kepiawaian seorang petugas Public Relations dalam menyiasati media massa. PR yang menguasai prinsip prinsip public relations dan media relations yang baik ! mampu memanfaatkan media massa untuk membangun citra dan reputasi yang positif , dan hasil sebaliknya atau citra negatif jika PR tidak memiliki kemampuan tersebut . Membina hubungan dengan media massa perlu dilakukan karena peranan media massa sebagai media saluran ( channel ) dalam penyampaian pesan Media massa memiliki kemampuan dalam penciptaan publikasi yang cukup tinggi baik yang bersifat stimultaneity effect ( efek keserempakan ). Maupun efek mendramatisir , atau efek publisitas yang luar biasa pengaruhnya influencing spheres ) terhadap pembentukan opini publik ( public opinion ) dalam jangka waktu relatif singkat , bersamaan dengan jangkauan jumlah pembaca yang tersebar di berbagai tempat atau kawasan .

Hasil Kerjasama

Hasil kerjasama yang baik antara PR dan pers diharapkan akan tercipta publik yang positif pula , yang dapat menguntungkan citra perusahaan. Atau organisasi di mata publik Melihat hal tersebut membuat kami selalu memberikan ruang yang cukup dan nyaman. Bagi teman teman media massa untuk menyelesaikan tugasnya di salah satu sudut hotel kami. Hotel bisa menjadi fasilitator media untuk melakukan sharing dengan komunitas media massa. Saat jeda di sela hunting berita , dengan menyediakan Wifi gratis dan tempat minum kopi ataupun teh. Dan berharap ada feedback atau peliputan atas institusi atau hotel kita. Media massa pun memerlukan ruang untuk merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya , saat berada di lingkungan kita.

LAKUKAN SESUATU YANG BERBEDA

Untuk dapat memikat perhatian media massa terhadap mosi produk maupun kegiatan perusahaan atau hotel kita tidak selamanya memaksakan media dengan press release g sama . Lakukan sesuatu yang berbeda , meskipun pesan yang ingin di sampaikan sama. Misalnya untuk melakukan promosi terhadap menu baru di awal bulan. Atau mempromosikan paket berbuka puasa , bisa dilakukan dengan mendatangi kantor media massa. Dengan cara melakukan performing art. Misalnya saat mengunjungi media A , staf PR dan GM mengenakan baju Zorro dengan membawa pesan promosi. Menu masakan baru bulan tersebut. Namun saat datang ke media B , staf PR dan GM mengenakan baju koboi dan memainkan musik.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Demikian pula saat bertandang ke media C, staf PR dan GM melakukan demo masak di kantor media massa tersebut. Dengan demikian nilai dari pesan atau press release yang akan kita sampaikan pun akan berbeda. Media massa tersebut bisa mengambil sudut pandang ataupun nilai yang berbeda dari apa yang kita bawa. Meskipun pesannya sama , yaitu pengenalan masakan andalan di bulan tersebut. Perhatikan juga waktu saat mengundang teman – teman media massa. Upayakan selalu tepat waktu dan mengundang saat mereka tidak dalam situasi yang dikejar deadline atau kejar tayang.

Sumber : Benk Mintosih

Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding )

STRATEGI MEMBANGUN CITRA ( BRANDING )

Ini Dia Strategi Dalam Membangung Citra ( Branding ) – Membangun citra atau brand terhadap diri , produk atau apa pun bentuknya memerlukan sebuah strategi . Strategi itu harus menyesuaikan pula dengan kondisi seperti harus moderat , out of the box , atau berbeda agar citra positif cepat melekat. Umumnya orang yang memiliki citra diri positif sering mengucapkan kata – kata seperti Dengan kerja keras , kita pasti bisa mengatasinya . Coba sekali lagi kita pasti berhasil . Tidak ada hal yang tidak mungkin . Jangan khawatir , masih ada kesempatan . Lantas bagaimana caranya ?

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Ciptakan sesuatu yang berbeda

Misalnya saat menciptakan sebuah event , ciptakanlah sesuatu yang benar – benar orisinal tidak mengekor atau mencontoh yang sudah ada. Jika kita selalu bisa look different di setiap event yang dibuat pasti brand image bisa segera diraih . Usahakan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda ( new and different ) . Hal itu tentu saja bisa didukung dengan kostum yang sangat mencolok berbeda dan belum ada yang menyamai . Misalnya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) , seluruh manajemen ( GENERAL MANAJER dan staf ) mengenakan baju seragam sekolah SD dan SMP , mereka juga ikut membagikan alat tulis untuk anak – anak di sekolah terdekat.

Konsisten

Jangan sekali – kali mengubah suatu pola yang akan di – branding untuk meraih pencitraan diri sebelum melakukan evaluasi. Konsistensi yang dilakukan secara berulang – ulang akan melahirkan brand image tersendiri. Konsistensi sangat dibutuhkan untuk menekankan kepada klien bahwa kita ada untuk menunjukkan eksistensi kita .

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Dekat dengan media

Peran media sangat vital . Sebuah pencitraan diri bisa naik trennya juga karena media . Bahkan bisa turun drastis juga karena media Oleh karena itu , hubungan baik dengan media perlu selalu dijaga dengan cara memberikan informasi event atau melakukan promosi atau share dalam membranding pencitraan diri lewat media .

Positive Thinking

Sederhana saja , kita tentu pernah mendengar istilah. Di dalam jiwa yang sehat terdapat raga yang sehat . Jika kita berpikir positif maka raga pun akan berbanding lurus positif . Artinya , akan selaras untuk melakukan hal – hal yang positif , optimis , dan tahan banting.

Rambo menjadi sniper.

Jika ada target berarti ada peluru . Pilihlah target yang pas dengan peluru yang pas . Jangan menjadi Rambo ketika akan menembak burung , karena akan menghabiskan banyak peluru , padahal hanya butuh satu sasaran . Sebaliknya , jadilah sniper untuk membidik sasaran yang tepat . Gunakan satu peluru yang pas untuk sekali tembak dalam satu sasaran .

CSR ( Corporate Social Responsibility )

Perbanyaklah berhubungan dengan aksi sosial pada masyarakat . Rasa simpatik akan lebih berefek terhadap pencitraan diri sebuah produk ketika bersentuhan dengan masyarakat langsung .

Tingkatkan kemampuan internal

Jangan lekas puas dan bangga dengan personal branding yang sudah diperoleh . Sebaiknya terus asah kemampuan pribadi kita yang menjadi potensi untuk pencitraan diri

Berbagi kepada publik

Seringlah berbagi pengalaman baik ilmu , tulisan , atau diskusi untuk dibagi kepada publik tentang siapa diri kita . produk , dan sebagainya sehingga publik mengenal dan mengetahui eksistensi kita .

Sumber : Benk Mintosis

 

Simak Cara Mengubah Ancaman Menjadi Suatu Peluang

Modal utama hanya trust

Simak Cara Mengubah Ancaman Menjadi Suatu Peluang – Tim marketing menjadi kekuatan tersendiri untuk melakukan branding sebuah produk . Tentu saja sangat terkait dengan tim building yang solid , yang dikomandani oleh seorang General Manager. Pada dunia perhotelan misalnya , pemilik atau owner semestinya tidak melakukan intervensi dalam hal operasional hotel .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Yang terpenting berikan kepercayaan atau trust kepada general manajer .

Juga tidak perlu mendiktekan metode kerja , lebih baik menetapkan hasilyang ingin dicapai kepada general manager . Dengan trust , general manajer tidak mungkin akan sewenang – wenang dia akan menjalankan tugasnya secara optimal . Trust tersebut akan membuat general manajer melakukan segala kreativitas yang dia miliki untuk mencapai hasil . Ingat pepatah , If you treat yourself best , they will do the same think to their best .

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Tim building

General manajer tidak mungkin bekerja sendiri untuk mencapai hasil yang dikehendaki atau ditargetkan . general manajer perlu membentuk tim building yang melibatkan semua kepala departemen dari marketing , public relations , sales , food and beverage , dan house keeping . Jangan menganggap mereka sebagai bawahan , tetapi libatkan sebagai anggota tim sehingga akan saling mendukung dalam melakukan sebuah program yang disepakati bersama .

Respect And Trust

Jika ada trust , maka ada atau tidak ada atasan , mereka ( staf ) tetap akan melakukan tugasnya secara sukarela dan bertanggung jawab , karena yang muncul respect , bukan takut . Jika takut , mereka akan merasa tertekan dalam melakukan tugas . Oleh karena itu , dalam menetapkan hasil , konsultan maupun owner representatif mestinya pro owner . Untuk menjaga costumer , yang paling penting adalah dont lie . Berikan kepada customer kepastian . Wuorrrett Brow ? !

“Jangan Melihat Sebuah Hotel Dari Bangunannya , Tetapi Lihatlah Sumber Daya Manusianya . Lihatnya Attitude – Nya . ”

Seluruhnya ancaman itu bisa jadi peluang

Keterbatasan fasilitas yang ada bisa disiasati dengan kreativitas . Seperti memanfaatkan ballroom untuk meeting , pesta ultah , resepsi pernikahan juga mengubah ballroom menjadi bar superbesar untuk partygoers . Party di ballroom sekarang diikuti hotel – hotel lain.

BERTEMAN DENGAN KOMPETITOR

Menjalin hubungan pertemanan dengan kompetitor misalkan hotel lain atau perusahaan lain , why not ? Hal itu sah – sah saja untuk waktu tertentu , misal saat musim MICE atau ada agenda besar kota sehingga pengunjung membludak dalam waktu yang sama .

Sumber : Benk Mintosis

 

Ini Dia 3 Pilar Yang Harus Dipunyai Saat Membuat Branding

KETERIKATAN EMOSIONAL

Ini Dia 3 Pilar Yang Harus Dipunyai Saat Membuat Branding – Branding merupakan salah satu faktor yang cukup signifikan bagi pelanggan. Dalam memutuskan penggunaan suatu produk atau membeli sesuatu . Proses branding itu sendiri merupakan sebuah upaya untuk membentuk citra dan rasa keterikatan secara emosional antara pelanggan dengan merek produk serta perusahaannya dan upaya untuk membedakan diri dari pesaing .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Pembuatan

Upaya – upaya tersebut meliputi proses kreatif seperti pembuatan logo , penentuan slogan mendefinisikan pesan yang hendak disampaikan mengintegrasikan merek dengan kegiatan usaha , dan berbagai kegiatan kreatif lain yang bertujuan untuk membentuk persepsi pelanggan. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap produk bermutu tinggi atau perusahaan yang bonafid selalu terkait dengan merek yang menarik , unik , dan mudah diingat . Dengan kata lain , kebanyakan bisnis – bisnis besar yang sukses , berhasil menciptakan proses branding yang mampu menciptakan persepsi pada pelanggan untuk mengasosiasikan sebuah produk atau jasa tertentu terhadap sebuah merek.

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Tiga Pilar Pencitraan

Identitas ! Inilah yang harus dipunyai dalam melakukan branding diri , label , produk maupun kota , Identitas yang jelas akan memudahkan penjualan produk dan menentukan keberhasilan untuk menarik kalangan , mengenali menggunakan produk atau mengunjungi sebuah kota .

Harus Jelas

Misalnya untuk branding kota Jogja , diperlukan identitas kota yang jelas , yang kemudian bisa dikembangkan melalui berbagai program untuk menciptakan brand kota yang kuat . Jika masyarakat kota Jogja sudah mengenali kotanya , mereka akan mencintai dan akhirnya bersama membangun kota Jogja . Demikian pula dengan kota – kota lain. Misalnya saat ada agenda kota , walikota setempat menyambut tamu kehormatan dengan menyamar menggunakan baju petani ataupun baju wayang sesuai budaya setempat . Hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat berkesan bagi tamu yang datang Kekuatan brand dan kesadaran publik akan menjadikan kota Jogja dikenal luas .

Brand image sangat substansial dalam hal ini .

Apa pun bentuk bisnis , usaha , atau pencitraan kota , brand image sangatlah penting. Agar upaya pemasaran yang dilakukan dapat tercapai secara maksimal . Tentu dengan berbagai langkah komunikasi pemasaran yang terprogram efektif dan efisien , misalnya dengan beriklan dan promosi. Setidaknya ada tiga pilar utama dalam upaya membangun brand image , yaitu

1 . Style .

Memiliki sesuatu yang unik , berbeda dan program – programnya pun harus fresh , yang berasal dari ide – ide segar dan orisinal .

2 . Functionable .

Sebuah program harus berjalan dengan baik , mudah dijalankan , bukan sekadar prosedur . Juga harus jauh dari kompleksitas masalah

3 . Customation .

Sebuah program idealnya harus luwes. Artinya mudah beradaptasi dengan sebuah masukan atau ide saat kondisi mengharuskannya tentu tanpa mengubah program yang sudah dibuat . Misalnya Me Donald dan KFC di Indonesia beradaptasi dengan nasi , yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia Di negara asalnya , dipadukan dengan kentang .

Sumber : Benk Mintosis

 

Simak Cara Mendapatkan Partner Bisnis Yang Tepat

Mencari kawan

Simak Cara Mendapatkan Partner Bisnis Yang Tepat – Customer yang telah menjadi kawan akan menganggap Anda sebagai kawan untuk berbagi persoalan . Tentu saja mereka akan siap membantu kita saat kita membutuhkan . Tanpa diminta pun mereka akan merekomendasikan produk kita kepada komunitas atau orang – orang terdekatnya atau continous promotion .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Lantas bagaimana caranya ?

Anda cukup memperlakukan customer dengan memberikan good service kapan pun Anda bisa . Berikan quick respons terhadap keluhan mereka sekecil apa pun .Berikan perhatian saat mereka membutuhkan , meskipun hanya ucapan selamat atas ulang tahun atau sekadar say hello . Jika sudah memperlakukan customer selayaknya teman , maka mereka akan bangga dan dengan kesadaran mau merekomendasikan kepada orang lain . Continues promotion dari mulut ke mulut hingga mau mengajak teman atau saudaranya untuk merasakan sensasi yang berbeda saat menginap atau menikmati kuliner di hotel tersebut . Wuoorreett !

Contoh sederhana

Customer yang fanatik terhadap produk Harley Davidson atau Mercedes Benz akan dengan senang hati memakai merchandise produk tersebut saat menghadiri reuni kampus atau saat berlibur dengan keluarganya ke luar kota . Rasa bangga dan memiliki terhadap produk itu akan muncul dengan sendirinya karena ada pengakuan bahwa produk tersebut telah teruji dan membuat mereka nyaman . Awareness seperti ini juga bisa terjadi pada customer yang merasa nyaman , dihormati , dan ‘ diuwongke ‘ saat menginap di sebuah hotel . Jika mereka merasa ‘ dipangkul dan nyaman , sudah pasti mereka akan kembali lagi ke hotel tersebut .

Yang penting , don ‘ t lie kepada customer .

Jika kamar yang mereka cari tidak ada , kita bisa memberikan rekomendasi kamar di hotel lain . Sekali lagi , ini justru bagian good service kita kepada customer . Misalnya , saat ada tamu yang datang ke hotel kita , dan faktanya kamar sudah full booked , sebaiknya menyarankan atau memberikan rekomendasi untuk menginap di hotel lain . Cukup dengan membantu menelepon hotel yang kemungkinan masih tersedia kamar bagi tamu tersebut . Selain untuk menjalin networking dan hubungan baik dengan hotel kompetitor , hal tersebut juga untuk menarik simpati customer untuk datang ke hotel kita .

Faktanya

Pada waktu yang lain customer yang sama datang lagi ke kota tersebut dan hotel kita menjadi tujuan utama , bukan hotel lain yang lebih besar karena tamu tersebut merasa dilayani dan diuwongke . Mereka memilih menginap di hotel kita.

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

REKOMENDASI TEMAN

Ada tren bahwa di era sekarang , konsumen meminta rekomendasi kepada orang lain , khususnya teman , sebelum melakukan pembelian . Era yang mengusung keterhubungan antarorang atau connecting people seperti saat ini membuat percakapan seperti percakapan tentang merek dan produk dengan mudah digelar . Orang dengan gampang mengakses berbagai kanal informasi . Di sisi lain , tren ini membuat masyarakat konsumen tidak lagi mudah percaya pada iklan Pesan iklan tidak lagi ditelan mentah – mentah , tetapi dicek kebenarannya melalui testimoni orang lain .

Kepercayaan

Seperti dikutip dari situs Mashable , survei Forrester mengatakan 70 % dari responden konsumen memercayai merek karena rekomendasi teman – temannya yang dilayani dengan baik . Studi ini dilakukan dengan melibatkan 58 . 000 responden Studi ini juga menemukan 46 % konsumen percaya pada ulasan produk maupun merek dari konsumen lain dan 9 % percaya pada pesan tekstual dari merek . Studi itu juga mengatakan jejaring sosial seperti Facebook menjadi ruang rekomendasi pilihan dan lebih efektif dibanding dengan iklan banner standar . Konsumen , khususnya di Eropa , tampak mulai skeptis terhadap pesan iklan online dari merek .

Mereka lebih percaya rekomendasi teman – temannya .

Sebuah survei tentang perilaku customer menyebutkan bahwa customer akan meninggalkan hotel kita dengan alasan berikut

  • 1 % meninggal dunia
  • 3 % pindah ke kota lain
  • 9 % faktor persaingan
  • 14 % merasa tidak dihargai dan dihormati
  • 68 % sikap SDM yang tidak baik
  • 5 % lain – lain

Good service datang dari orang yang baik dan profesional. Orang profesional tentu memiliki sikap baik , penampilan yang baik , dan knowledge yang memadai.

Sumber : Benk Mintosis

error: Content is protected !!