Investasi Sukuk Ritel Lebih Menarik Dari Deposito, Yuk Investasi

INVESTASI SUKUK RITEL LEBIH MENARIK DARI DEPOSITO

Investasi Sukuk Ritel Lebih Menarik Dari Deposito, Yuk Investasi – Orientasi nasabah perbankan saat ini masih cenderung menyimpan dananya di deposito . Sekitar 40 persen dari dana pihak ketiga disimpan di deposito. Padahal , dengan inflasi stabil di level 5 persen , diperkirakan BI tidak akan menaikkan suku bunga acuannya sehingga sampai akhir 2010 akan tetap di 6 , 5 persen . Itu menunjukkan tidak akan ada potensi kenaikan suku bunga deposito Kupon efektif obligasi berbasis syariah seri SROO2 yang diterima investor individu justru lebih tinggi dari bunga deposito , bahkan lebih tinggi dari kupon resmi yang ditetapkan pemerintah. Kupon efektif obligasi syariah ( sukuk ) ritel 9 , 05 persen , sementara suku bunga deposito perbankan 6 , 5 – 7 persen.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Kupon Yang Ditetapkan Pemerintah

Adapun kupon resmi yang ditetapkan pemerintah 8 , 7 persen . Dengan kupon resmi 8 , 7 persen per tahun , kupon efektif akan  diperoleh investor 9 , 05 persen per tahun. Karena pemberian kuponnya tidak dilakukan satu kali dalam setahun. Tetapi setiap bulan sebanyak 12 kali dalam setahun. Namun kupon efektif sukuk ritel seri SROO2 ini masih lebih rendah dibandingkan dengan kupon yang diberikan pemerintah atas sukuk ritel seri SR001 , 12 persen.

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Sukuk Ritel Lebih Menarik

Meskipun dengan pajak 15 persen , kupon sukuk ritel SROO2 tetap lebih menarik dibandingkan bunga deposito yang dikenakan pajak penghasilan 20 persen. Calon investor yang memiliki dana minimal Rp 5 juta bisa memesan sukuk ritel seri SR002 melalui agen penjual yang ditunjuk pemerintah. Kementerian Keuangan menargetkan , sukuk ritel SROO2 yang akan diserap investor mencapai Rp 3 triliun. Ini satu – satunya sukuk ritel yang diterbitkan pemerintah tahun 2010. SR002 diterbitkan dengan nilai per unit Rp 1 juta . Minimal pembelian Rp 5 juta dengan tenor tiga tahun.

Sumber : Tanti Haikal

Investasi Sukuk Syariah, Apa Itu Sukuk Syariah? Simak yaa

INVESTASI SUKUK SYARIAH

 Pengertian Sukuk Ritel Syariah

Investasi Sukuk Syariah, Apa Itu Sukuk Syariah? Simak yaa –  Sukuk berasal dari bahasa Arab yaitu sak ( tunggal ) dan sukuk ( jamak ) yang memiliki arti sertifikat atau note . Dalam pemahaman praktisnya , sukuk merupakan bukti ( claim ) kepemilikan. Sementara itu , menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia No 32 / DSN – MUI / IX / 2002 sukuk adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah Sukuk mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin / fee , serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. Sedangkan menurut Accounting and Auditing Organi zation for Islamic Financial Institutions ( AAOIFI ) berpendapat lain mengenai arti sukuk .

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Sukuk adalah Sertifikat

Menurut organisasi tersebut , sukuk adalah sebagai sertifikat  sebagai sertifikat dari suatu nilai yang direpresentasikan sebagai  penutupan pendaftaran , bukti terima ni sertifikat menggunakannya sesuai rencana. Sama halnya dengan kepemilikan atas aset yang jelas , barang atau atau modal dari suatu proyek tertentu atau modal dari satu aktivitas inventasi tertentu . Sukuk nitel negara merupakan sukuk yang dikeluarkan pemerintah dan ditujukan bagi individu warga negara Indonesia . Meski sukuk memiliki pengertian yang sama dengan obligasi konvensional , tetapi sukuk memiliki perbedaan mendasar . Jika obligasi konvensional tidak mengharuskan adanya aset yang menjamin ( underlying asset ).

Harus Jelas

Sukuk harus memiliki underlying asset yang jelas sebagai penjamin Instrumen ini pun dijamin oleh pemerintah dan bebas risiko gagal bayar atau tidak dibayar pemerintah Sukuk ritel mulai ditawarkan pada 30 Januari hingga 20 Februari 2009 dengan harga Rp 1 juta per unit . Individu dapat membeli sukuk ritel tersebut minimal Rp 5 juta melalui 13 agen penjualan yang ditunjuk oleh pemerintah . Di antaranya dalah Bank Syariah Mandiri , Bank Mandiri , BNI Sekuritas , CIMB – GK Securities Indonesia , Citibank , HSBC , Reliance Sekuritas , Trimegah Securities , Andalan Artha Advisindo securitas , Anugerah Securindo Indah , Bahana Sekuritas , nareksa Sekuritas , dan Bank Internasional Indonesia Surat Berharga Syariah Negara Ritel ( Sukuk Negara Ritel ).

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Surat Berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti dari bagian penyertaan terhadas Aset Surat Berharga Syariah Negara. Yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di Pasar Perdana dalam negeri. Sukuk Negara Ritel diterbitkan dengan tujuan membiayai sebagian anggaran negara , diversifikasi sumber pembiayaan. Memperluas basis investor , mengelola portofolio pembiayaan negara dan menjamin tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara ( BMN ). Sukuk Negara Ritel diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sehingga in vestor nantinya hanya akan memperoleh konfirmasi Kepemilikan Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh sub registry .

 Keuntungan Berinvestasi Sukuk

  • Investasi yang aman , karena pembayaran pokok dan imbalan / kuponnya dijamin oleh Pemerintah berdasarkan Undang – Undang Bagi investor syariah , investasi ini tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah , sehingga selain aman juga menentramkan .
  • Investor memperoleh imbalan / kupon yang lebih tinggi dibandingkan rata – rata tingkat bunga deposito bank BUMN .
  • Imbalan / kupon bersifat tetap , dibayarkan setiap bulan dan dibayarkan sampai dengan jatuh tempo.
  • Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan .
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar , sehingga investor berpotensi mendapatkan capital gain di pasar sekunder .
  • Pembayaran imbalan / kupon dan nilai nominal dilakukan secara tepat waktu dan online ke dalam rekening tabungan investor .
  • Memberikan kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Resiko Sukuk Negara Ritel Dan Cara Mengatasinya

Risiko dan Cara Menghindarinya Investasi Sukuk Negara

Ini Dia Resiko Sukuk Negara Ritel Dan Cara Mengatasinya – Ritel pada prinsipnya merupakan investasi  yang bebas dari risiko gagal bayar ( yaitu kegagalan Pemerintah untuk membayar imbalan / kupon dan nilai nomi nal kepada investor ) . Sedangkan pada transaksi di pasar sekunder dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual sukuk ritel yang lebih rendah dibandingkan harga belinya . Risiko capital loss ini dapat dihindari dengan cara tidak menjual Sukuk Negara Ritel sampai dengan jatuh tempo.

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi Seseorang ( sebut saja wulan ) membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana pada tanggal 23 Februari 2011 sebesar Rp . 5000000 , – , dengan tingkat imbalan / kune 7 , 50 %  yang dibayarkan pada tgl 23 setiap bulannya Unit yang diperoleh Fulan adalah sebanyak 5 unit , Imbalan / kupon yang diterima oleh Wulan adalah sebesar 7 , 50 % X 1 / 12 x Rp 5.000 .000 , – = Rp 31 . 250 , – yang dibayarkan pada tanggal 23 setiap bulannya . Jika pada tanggal 20 Oktober 2011 , Wulan melakukan penjualan seluruh kepemilikan Sukuk Negara Ritel – nya , maka jumlah perolehan yang diterima adalah sebagai berikut :

 a . Perhitungan accrued imbalan

  • Tanggal terakhir Fulan menerima imbalan / kupon adalah tgl 23 September 2011 .
  • Jumlah hari dari tgl . 23 September 2011 s . d . tgl . 23 Oktober 2011 adalah 30 hari .
  • Jumlah hari dari tgl . 23 September 2011 s . d . 20 Oktober 2011 adalah 27 hari .
  • Accrued imbalannya adalah 27 / 30 x 7 , 50 % x 1 / 12 x Rp 5 .000.000 = Rp 28 . 125 , b .

Perhitungan nominal berdasarkan harga jual adalah :

Jika harga par ( 100 , 0 % ) 100 , 0 % x Rp 5. 000 000 , = Rp 5.000.000 , Jika harga premium = mis . 100 , 5 % 100 , 5 % x Rp 5 .000.000 , – = Rp 5.025 .000 ,

Jika harga discount = mis . 99 , 5 % 99 , 5 % x Rp 5 . 000 . 000 , – = Rp 4 . 975 . 000 , Sehingga total nominal yang diterima oleh Wulan dari hasil penjualan Sukuk Negara Ritel yang dimilikinya sebanyak 5 unit adalah :

  • Jika harga 100 , 0 % = Rp 5 . 000 . 000 , – + Rp 28 . 125 , = Rp 5 . 028 . 125 ,
  • harga 100 , 5 % = Rp 5 . 025 . 000 , – + Rp 28 . 125 , = Rp 5 . 053 . 125 ,
  • Jika harga 99 , 5 % = Rp 4 . 975 . 000 , – + Rp 28 . 125 , = Rp 5 . 003 . 125 ,

Penjelasan di atas hanya sebagai sarana Informasi mengenai Sukuk Negara Ritel dan tidak dimaksudkan sebagal penawaran resmi untuk membeli. Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran Sukuk Negara Ritel Secara seksama sebelum Anda melakukan investasi . Keputusan untuk membeli Sukuk Negara Ritel ini hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat preferensi Anda terhadap risiko investasi .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Apa itu sukuk ritel

Sukuk Negara Ritel adalah produk pasar modal dan bukan ouk perbankan , sehingga tidak dijamin oleh Bank serta termasuk dalam cakupan objek program penjaminan herintah atas penjaminan simpanan . Bank semata – mata bertindak sebagai Agen Penjual .  Agen Penjual Adapun agen yang ditunjuk sebagai penyalur Sukuk Negara Ritel adalah sebanyak 20 agen yang terdiri dari 11 bank dan 9 perusahaan efek yang telah ditunjuk oleh pemerintah melalui keputusan Dirjen Pengelolaan Utang Nomor Kep – 52 / PU / 2010.

Jangan Lupakan Sukuk Ritel

Sebaiknya jangan lupakan sukuk Ritel ( Sukri ) , surat berharga syariah negara ( SBSN ) yang aman dijamin pemerintah dengan imbal hasil yang menjanjikan. Jika Anda berminat pemerintah sedang membuka masa penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR – 003 dengan minimun pemesanan pembelian Rp 5 juta dengan kelipatan Rp 5 juta. Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Negara Ritel Seri SR – 003. Jika target investornya adalah individu warga negara Indonesia dari semua kalangan dapat memesan dengan jumlah minimun pemesanan Rp 5 juta dan tanpa batasan maksimum. Setiap individu Warga Negara Indonesia dapat menyampaikan pemesanan pembelian dengan jumlah minimun pemesanan pembelian Rp 5 juta dengan kelipatan Rp 5 juta tanpa batasan maksimum pembelian Kini saatnya Anda memutuskan apakah Sukuk Ritel Syariah termasuk dalam kategori investasi yang Anda pilih ? Putuskan sekarang , sebelum Anda menyesal kemudian .

Sumber : Tanti haikal

Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

AGEN PENJUAL SUKUK RITEL TERBAIK

Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru  – Di  tahun 2009 Bank Mandiri merupakan agen penjual sukuk ritel dengan realisasi penjualan terbesar Rp 1 , 374 triliun. Sementara perusahaan sekuritas penjual sukuk ritel terbesar adalah Trimegah Securities sebesar Rp 761 , 45 miliar. Realisasi Bank Mandiri paling besar , mencapai 24 , 75 % dari total penjualan Rp 5 , 556 triliun. Bank Mandiri terbesar karena dari sisi nasabah dia basisnya memang besar dan kelihatannya nasabah – nasabah ini memindahkan portofilionya dari deposito ke sukuk yang bunganya lebih tinggi. Rata – rata volume penjualan sukuk ritel untuk agen penjual mencapai Rp 427 , 407 miliar.

Penjual yang realisasinya di atas rata – rata adalah

  • AAA ,
  • Bahana Sekuritas ,
  • Danareksa ,
  • HSBC ,
  • Bank Mandiri dan Trimegah .

Investor terbanyak juga berasal dari Bank Mandiri. Dari total investor sukuk ritel sebanyak 14 . 295 orang , investor yang membeli dari Bank Mandiri mencapai 44 , 58 % , Bank Syariah Mandiri ( BSM ) 10 , 3 % dan HSBC 9 , 32 % . Dengan kriteria tersebut , pemerintah memilih 4 agen penjual terbaik untuk bank adalah Bank Mandiri dan HSBC . Untuk perusahaan efek adalah Trimegah Securities dan AAA Sekuritas .

Baca Juga : Ini Dia Cara Menarik Pelanggan Dan Mendapat Banyak Repeat Order 

22 SAHAM BARU DALAM INDEKS SYARIAH

Ada 22 saham baru yang dimasukkan ke dalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia ( ISSI ) untuk periode 8 Juni 2011 – November 2011 dari Bursa Efek Indonesia ( BEI ) . Kepala Divisi Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia ( BEI ) ,  Andre P . J Toelle pada keterbukaan informasi Rabu ( 8 / 6 ) mengatakan , berdasarkan hasil review Daftar Efek Syariah ( DES ) tersebut terdapat 22 saham baru . Berikut ini adalah ke 22 saham tersebut agar dapat Anda jadikan wacana berinvestasi secara Syar ‘ i

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

  • Saham PT Adaro Energy Tbk ( ADRO )
  • PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA )
  • Saham PT Agung Podomoro Land Tbk ( APLN )
  • Saham PT Ratu Prabu Energi Tbk ( ARTI )
  • PT Bhakti Investama Tbk ( BHIT )
  • Saham PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk ( BORN )
  • Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk ( BRMS )
  • PT Bakrie Telecom Tbk ( BTEL )
  • Saham Buana Listya Tama Tbk ( BULL )
  • Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk BUVA )
  • Citra Marga Persada Tbk Saham PT Nusaphala ( CMNP )
  • Saham PT Centris Multi Persada Pratama Tbk ( CMPP )
  • PT Bakrieland Development Tbk ( ELTY )
  • Saham PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk ( IKAI )
  • Saham PT Inter Delta Tbk INTD )
  • PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk ( JPFA )
  • Saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk ( JSPT )
  • Saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk ( PLIN )
  • Pudjiadi dan Sons Estate Tbk ( PNSE )
  • Saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk PTSP )
  • Saham PT Pakuwon Jati Tbk PWON )
  • PT Wintermar Offshore Marine Tbk WINS )

Sumber : Tanti Haikal

Keuntungan Investasi Dinar Dirham Yang Menjadi Demam di Irak

DEMAM INVESTASI DINAR

Keuntungan Investasi Dinar Dirham Yang Menjadi Demam di Irak – Investasi dalam dinar sangat menguntungkan.  Pada kasus di atas, saat ini demam dinar Irak memang sedang melanda berbagai belahan dunia, mulai dari pojok-pojok kota di Pakistan, Indonesia, Amerika dan banyak negara di dunia.  Irak sekarang sudah sangat luar biasa murahnya, perdebatan ribu di bawah nilai tukar sebelum Sadham Hussein digulingkan. Mereka berpikir dinar tidak mungkin lebih rendah lagi, jadi satu-satunya Peluangnya semakin kuat. Di Indonesia sama saja. Pedagang ramai berjualan dinar, pembeli berebut. Bagaimana kita harus menyikapi investasi ini?  Demi netralnya, investasi mempertimbangkan spekulasi atau judi. Ini normal, karena sumber “analisa” umumnya berasal dari para pedagang, bukan dari pihak netral.  Apakah Anda meragukan bahwa dinar Irak akan kembali ke nilai sebelum perang? Bukan itu yang ingin Anda katakan.Yang terpenting adalah, kita perlu memikirkan risiko dari setiap investasi.

Baca Juga : Ini Dia Perbedaan Usaha Konvensional, Usaha Modern Dan Bersistem

  • Pertama, analisa teknikal yang banyak dipakai orang dalam kasus ini mungkin benar.
  • Kedua, dinar sudah sampai pada titik nadir-nya, jadi tidak mungkin naik lagi .

Satu-satunya menunggu naik, entah sampai ke level berapa.  Harga minyak sekarang mencapai sekitar US $ 90 per barel, berapa harga minyak setelah Amerika dan koalisi keluar dari sana? Ini akan menghasilkan mesin uang Irak.  Mari kita membuat analisis sederhana dengan membuat beberapa pertanyaan, dan menerima Anda sendiri yang menjawain.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Mengapa Harga Dinar Murah

1000  Jangankan 1000 kali lipat, naik 100 kali lipat saja, apakah kamu masih mau menjualnya? Jadi, masih banyak orang yang menjual dinar kalau mereka punya sangat yakin buat tiga tahunus di  Gampangnya saja, saat ini Anda memiliki satu unit rumah dan rumah itu akan menjadi unit seratus, atau bahkan seribu unit dalam  tiga tahun, masihkah kamu ingin menjualnya? berhasil, tidak mau menjadi rumah, tapi menjadi lebih.  dari Rp 4000. Padahal untung per sahamnya hanya Rp 15. Kenapa orang mau beli saham perusahaan itu dengan harga Rp4.000? Alasannya sederhana, karena orang punya harapan tahun depan atau dua tahun lagi perusahaan ini akan untung jauh lebih besar.  Tadi. Pertanyaannya, Bagaimana harga dinar sekarang tidak melakukan menentang harapan tadi?  Katakanlah Rp 5.000 Hanya di Pasar Harga hanya Rp 2.000. Jadi mengapa harga dinar masih murah?

Sumber : Tanti Haikal

11 Pertanyaan Umum Tentang Investasi Dinar, Simak yaa

PERTANYAAN UMUM INVESTASI DINAR

  1. Apa yang dimaksud dengan dinar islam ?

11 Pertanyaan Umum Tentang Investasi Dinar, Simak yaa – Islam Dinar Islam adalah koin emas 22 karat (91,7% emas 8,3% perak) dengan berat 4,25 gram.

2. Apa yang disetujui dengan dirham perak islam?

Dirham perak islam yaitu perak murni seberat 2,975 gram.

  1. Siapa yang mendapat penghargaan atau membuat dinar dan dirham islam?

Aneka Tambang TBK (BUMN).

  1. Dimana saya bisa membeli dinar dan dirham Islam?.

Anda bisa membeli di gerai dinar online

5.Apakah dinar bisa dijual selayaknya emas di toko emas?

Bisa, karena dinar islam terbuat dari emas, maka bisa diperjual belikan di toko emas selayaknya emas batangan atau perhiasan.

  1. Apa untungnya menggunakan Dinar dan Dirham?

Keuntungan langsungnya adalah daya beli masyarakat yang menjadi sanga kuat dan terus menguat. Ketika pertama kali diedarkan, pada akhir 2009 lalu, 1 Dirham perak senilai sekitar Rp 30.000, hari ini hanya du atahun kemudian, nilai Dirham perak telah menjadi Rp 70.000/Dirham perak. Jadi, kalau menggunakan rupiah harga-harga selalu naik, dus masyarakat menjadi lebih miskin, dengan Dirham perak harga-harga turun. Tahun 2000 harga semen adalah Rp 20.000/zak, 1 Dinar emas (waktu itu Rp 400 ribu) bisa dapat 20 zak semen. Hari ini harga semen adalah Rp 70.000/zak, naik 350%. Tapi, dengan Dinar emas, hari ini 1 Dinar (Rp 2.1 juta) bisa dapat 30 zak, jadi harga semen justru turun 50%!

Keuntungan kedua, masyarakat tidak tergantung kepada kondisi perkonomian nasional maupun global. Segala gonjang-ganjing, krisis finansial, dan sebagainya, tidak mempengaruhi kondisi masyarakat pemakai Dinar dan Dirham.  Sebab, Dinar dan Dirham, adalah aset riil, uang kertas atau sistem finansial dunia saat ini, berupa surat utang, uang kertas itu akan kembali kepada hakekatnya sebagai selembar kertas tak bernilai. Keuntungan ketiga, dengan adanya Dinar dan Dirham, umat Islam dapat menjalankan bebagai ketetapan syariat secara benar, misalnya dalam membayar zakat, membayar mahar, menetapkan hudud dan diyat, untuk utang piutang dan jual beli, dan sebagainya.

Baca Juga : Ini Dia Perbedaan Usaha Konvensional, Usaha Modern Dan Bersistem

  1. Dalam praktek bagaimana transaksi dengan Dinar dan Dirham?

Hamipir tak ada bedanya dengan bertransaksi dengan uang kertas, kecuali yang dberikan sebagai alat tukar, bukanb sekedar kertas tak bernilai (kecuali angka nominal di atasnya), tetapi berupa koin emas dan koin perak. Standar nilainya ditentukan oleh beratnya, yaitu 4.25 gr emas ntuk 1 Dinar dan 2.975 gr perak untuk 1 Dirham. Hanya, memang, untuk saat ini, nilai emas dan perak itu masih “diukur” dengan uang kertas juga, karena keduanya masih diperdagangkan sebagai komoditi di pasaran, belum sebagai uang sepenuhnya. Jadi, nilai tukar Dinar dan Dirham pun, saat in, masih dinisbahkan kepada rupiah. Untuk pertengahan Mei 2016  ini 1 Dirham adalah Rp 70.000, 1 Dinar Rp 2.100.000.

Dengan nilai tukar seperti itulah Dinar dan Dirham dipakai dalam transaksi. Mirip penggunaan valuta asing saja. Jadi, kalau mau membeli sebotol madu, misalnya, yang harganya Rp 60.000, dan pembeli membayar dengan koin 1 Dirham, penjualnya kan menyerahkan sebotol madu dan uang kembalian, pakai rupiah, sebesarp Rp 10.000. Ada juga cara lain, yakni belanja dalam paket. Di Bekasi pernah ada sebuah toko yang menjal produk “serba sedirham”, bentuknya paket – bisa gula, beras, susu, tepung, minyak goring, dsb. Pokoknya dipaskan belanjanya adalah 1 Dirham perak, atau koin yang lebih kecil dari itu, 0.5 Dirham/paket.

  1. Apa kelemahannya selama ini ?

Tidak ada kelemahannya, hanya belum ada kelengkapannya, yakni alat tukar recehan, yaitu fulus. Secara tradisional fulus ini terbuat dari tembaga, tapi bisa juga terbuat dari kertas. Fungsi fulus adalah sebagai alat tukar untuk transaksi kecil, bayar parkir, beli permen dan krupuk, jajan anak-anak, dan sejenisnya. Fulus ini berbeda dari Dinar dan Dirham, karena tidak terkena hukum zakat dan tidak bisa dipakai untuk membayar zakat. Sifatnya juga lokal. Fulus di Jakarta tidak laku di Kuala Lumpur, dan begitu sebaliknya. Belum hadirnya fulus juga membuat pemahaman masyarakat tentang sistem moneter dalam syariat Islam tidak dimengerti, termasuk oleh para ulama kita.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

  1. Mengapa selama ini belum massif?

Perubahan sosial yang sejati itu memerlukan waktu dan proses, tidak bisa instant, seperti membangun citra pejabat atau partai politik. Ini memerlukan pemahaman, apalagi ini menyangkut perubahan cara berpikir dan bertindak masyarakat. Dari lahir sampai besar kita sudah dimanipulasi dengan kebohongan massal. Di kalangan ulama saja masih banyak yang tidak mengerti, bahkan tidak sedikti yang menghalang-halangi, meskipun mereka setiap hari menemukan Dinar dan Dirham dalam kitab-kitab mereka.

Tapi, ini hanya soal waktu. Gerakan kembalinya Dinar dan Dirham kini tengah berlangsung di mana-mana, bukan cuma di Indonesia. Sudah seperti bola salju yang akan terus membesar. Kalau Anda belum ikut hari ini, besok atau lusa pasti akan mengikutinya.

  1. Apa tantangannya?

Tantangan terberat adalah bayang-bayang diri sendiri. Banyak orang yang saat ini belum ikut akibat dihantui oleh persoalan-persoalan yang ada dalam kepalanya sendiri: misalnya pertanyaan nanti emas dan peraknya tidak cukup, nanti dicuri orang, nanti repot membawa-bawa koinnya, nanti tidak bisa untuk ekspor dan impor, dan seterusnya. Ini semua persoalan yang sama sekali tidak kita jumpai di lapangan. Kalangan masyarakat jauh lebih mudah memahami dan menggunakannya. Percaya atau tidak, justru di kalangan (sebagian) ulama kita lah hambatan itu ada. Kepada  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, pernah diajukan agar memberikan dukungan atau fatwa tentang Dinar dan Dirham, tapi MUI merespon dengan negatif, alias menolak memberikan dukungan. Begitulah kenyatannya.

Soal pemahaman yang keliru tentang Dinar dan Dirham juga jadi masalah. Anggapan bahwa Dinar dan Dirham adalah alat investasi, ditabung, disimpan-simpan, untuk kemudian dirupiahkan kembali, masih banyak dianut masyarakat. Iniharus diluruskan. Dinar dan Dirham bhukan alat investasi. Bukan untuk dirupiahkan lagi. Dinar dan Dirham untuk menggantikan uang kertas. Kita harus bertransaksi denga keduanya.

 

  1. Apakah akan kian popluer dan apa indikasi dan arah ke sana?

Kecenderungan untuk kembali menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar itu berlangsung di seluruh dunia, kalangan Islam maupun bukan. Beberapa negara bagian Utah, AS,  sudah kembali melegalkan emas dan perak sebagai uang. Sudah ada empat kesultanan yang mencetak Dinar dan Dirham, meski dengan kemajuan yang berbeda dan belum menggembirakan. Kesultanan Sulu, Filipina Selatan, Kesultanan ternate, Kesultanan Kasepuhan, dan Kesultanan Bintan. Kemangkunegerian Tanjungpura dalam waktu ke depan juga  tengahmerencanakan untukmencetak Dinar dan Dirham.

Apa Itu Investasi Sukuk Ritel Dan Ini Dia Keuntungannya

INVESTASI SUKUK RITEL

Apa Itu Sukuk Ritel

Apa Itu Investasi Sukuk Ritel Dan Ini Dia Keuntungannya – Pemerintah sejak 6 Februari 2009 melego sukuk ritel ke pasar dalam negeri. Respons investor luar biasa. Hingga hari ke – 12 , penjualan sudah mencapai Rp 3 , 446 triliun atau melampauai target indikatif Rp 3 , 4 triliun. Investor yang berminat masih punya waktu hingga 20 Februari 2009 nanti. Sebelum investasi ada bagusnya mengetahui apa itu sukuk ritel dan apa yang membuat instrumen ini begitu diminati in vestor. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan membeberkan sukuk ritel adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset Surat Berharga , syariah Negara , yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual . Dengan volume minimum yang telah ditentukan .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Dasar Hukum

  1. Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara .
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2008 tentan Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara .
  3. PP Nomor 57 Tahun 2008 tentang Pendirian Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia .
  4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218 Tahun 2008 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel di Pasar Perdana Dalam Negeri .
  5. Fatwa Dewan Syari ‘ ah Nasional Nomor 69 / DSN – MUI / VI / 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara .
  6. FatwaDewan Syari’ah Nasional Nomor 70 / DSN – MUI / VI / 2008 tentang Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara .
  7. Fatwa Dewan Syari ‘ ah Nasional Nomor 71 / DSN – MUI / VI / 2008 tentang Sale and Lease Back
  8. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 72 / DSN – MUI / VI / 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back

Baca Juga : Ini Dia Perbedaan Usaha Konvensional, Usaha Modern Dan Bersistem

Keuntungan Investasi Sukuk Ritel

Sukuk Ritel diterbitkan dengan tujuan membiayai nggaran negara , diversifikasi sumber pembiayaan, memperluas basis investor , mengelola portofolio pembiayaan negara , dan menjamin tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara. Manfaat atau keuntungan investasi pada Sukuk ritel adalah sebagai berikut Investasi yang aman , karena pembayaran imbalan dan nilai nominalnya dijamin oleh Undang – Undang

  • Bagi Investor syariah , investasi ini tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah , sehingga selain aman juga menentramkan .
  • Investor memperoleh imbalan yang lebih tinggi dari tingkat imbalan yang diberikan oleh perbankan .
  • Imbalan bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan sampai dengan jatuh tempo .
  • Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan .
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar , sehingga investor berpotensi mendapatkan capital gain di pasar sekunder .
  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional .
  • Pembayaran imbalan dan nilai nominal dilakukan secaratepat waktu dan online ke dalam rekening tabungan investor .

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Beberapa Resiko Investasi Sukuk Ritel Di Bank

Risiko Investasi Sukuk Ritel

Ini Dia Beberapa Resiko Investasi Sukuk Ritel Di Bank  – Investasi Sukuk Ritel merupakan investasi yang bebas dari risiko gagal bayar , yaitu kegagalan Pemerintah untuk membayar imbalan dan nilai nominal kepada investor . Sedangkan transaksi di pasar sekunder dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual Sukuk Ritel yang lebih rendah dibandingkan harga belinya . Risiko capital loss ini bisa dihindari dengan cara tidak menjual Sukuk Ritel sampai dengan jatuh tempo . Persyaratan Investasi Sukuk Ritel perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Surat Izin Mengemudi ( SIM ). Investasi minimum Rp 5.000000 dan kelipatan Rp 5 .000.000. Mempunyai rekening tabungan di salah satu bank umum ( bank umum syariah / bank umum konvensional ) dan rekening surat berharga di salah satu subregistry Prosedur Investasi Sukuk Ritel

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Investasi di Pasar Perdana

  • Membuka rekening tabungan di salah satu bank umum ( bank umum syariah / bank umum konvensional ) dan rekening surat berharga di salah satu sub – registry .
  • Mengisi formulir pemesanan dari Agen Penjual yang ditunjuk oleh pemerintah dengan melampirkan fotokopi KTP / SIM .
  • Menyetor dana tunai ke rekening khusus Agen Penjual dan menyampaikan bukti setor dana kepada Agen Penjual sesuai dengan jumlah pemesanan .
  • Memperoleh hasil penjatahan Pemerintah dari Agen Penjual sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Menerima bukti kepemilikan Sukuk Ritel dari Agen Penjual
  • Menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak seluruhnya dimenangkan .

Investasi di Pasar Sekunder

  • Pembelian Sukuk Ritel yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek .
  • Pembelian Sukuk Ritel dilakukan dengan mekanisme non – bursa ( over the counter ) dapat melalui Perusahaan Efek , Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional .
  • Mekanisme Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dans tunai sebesar jumlah pembayaran imbalan / nilai nomi nal Sukuk Ritel ke sub – registry.
  • Selanjutnya sub – registry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran imbalan dan / atau nilai nomi nal Sukuk Ritel .
  • Pihak yang tercatat sebagai pemegang Sukuk Ritel pada sub – registry dalam dua hari kerja sebelum tanggal pembayaran imbalan dan atau nilai nominal Sukuk Ritel berhak atas imbalan dan / atau nilai nominal Sukuk Ritel .

Baca Juga : Ini Dia Perbedaan Usaha Konvensional, Usaha Modern Dan Bersistem

 Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi  Sukuk Ritel

Harga Pasar

Investor A membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000,000 dengan nilai indikatif imbalan 12 persen dan tidak dijual sampai jatuh tempo , maka hasil yang diperoleh adalah :

  • Imbalan = 12 % x Rp 10.000.000 x 1 / 12 = Rp 100.000 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo .
  • Nilai Nominal pada saat jatuh tempo = RP 10.000.000,00
  • Total yang diperoleh pada saat jatuh tempo = Imbalan + Nilai Nomiral = Rp 10.100.000

Harga Premium

Investor B membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesarRp 10 .000. 000 dengan kupon 12 persen dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105 persen , maka hasil yang diperoleh adalah :

  • Imbalan = 12 % x Rp 10,000 .000 x 1/ 12 = Rp 100.000 , 00 setiap bulan sampai dengan saat dijual.
  • Capital Gain = Rp 10.000.000 X ( 105 – 100 ) % = Rp 500000
  • Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 10 . 500.000 yang berasal dari Nilai Nominal Sukuk Ritel sebesar = Rp 10 .000.000 + Capital Gain .
  • Total yang diperoleh pada saat dijual = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual – – Rp 10.600.000

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Macam Macam Investasi Gadai Yang Wajib Kamu Lakukan

RAGAM INVESTASI GADAI

Gadai Emas Biasa

Ini Dia Macam Macam Investasi Gadai Yang Wajib Kamu Lakukan –  Gadai emas biasa adalah seperti lazimnya orang menggadaikan barang di pegadaian selama ini, yaitu calon investor datang membawa emas miliknya. Kemudian oleh bank syariah dilakuel penaksitent  Mendapat standar 90% dari harga dasar emas. Uang ini menjadi uang pinjaman yang setelah kurun waktu tertentu dipertimbangkan, maka kembali pula emas untuk prioritas. Keuntungan dari gadai emas adalah, Keuangunga  gadai, emas tetap menjadi hak milik mayoritas harga emas mengalami kenaikan misalnya, maka setelah ditebus, emas bisa dijual dengan harga diatas harga beli emae dahulu.  Artinya nasabah menda pat dua keuntungan, keuntungan pertama nasabah dapat menggunakan uang pinjaman gadai untuk perputaran emas, kedua nasabah bisa menikmati harga jual emas yang lebih tinggi.

Baca Juga : Cara Investasi Emas Di Bank Syariah Dan Pengambilannya

Kebun Emas Program

kebun emas digagas oleh Rully Kustandar, seorang mentor Entrepeneur University (EU) yang menelateni bentuk invetasi emas. Untuk memahami formula kebun emas, Rully atas dukungan penuh BRI Syariah mengadakan roadshow workshop Kebun Emas di berbagai kota di Indone sia, disamping sosialisasi dalam bentuk buku. Secara sederhana formula Kebun Emas dapat dijelaska seperti berikut ini. Nasabah membeli emas, kemudian menggadaikan emas itu ke bank syariah, uang pinjaman gadai dengan ditambahkan sedikit uang pribadi digunakan lagi untuk membeli emas kedua. Kemudian digadaikan lagi, kemudian mendapat uang pinjaman gadai, uang itu ditambahkan lagi dengan sedikit uang pribadi, lalu dibelikan emas lagi, digadalkan lagi dan seterusnya. Formula Kebun Emas ini memungkinkan seseorang memiliki emas 10 kali lipat dari kemampuan normalnya. Mengapa? Karena sebagian besar uang yang digunakan pada dasarnya diambil dari uang pinjaman gadai dari bank.

Beli Gadai Produk

“beli gadai” pada dasarnya adalah bentuk dukungan penuh bank syariah terhadap formula kebun emas. Perbedaannya, bila pada formula kebun emas nasabah harus melakukan transaksi mondar-mandir. Antara bank syariah dan toko emas untuk berkali-kali melakukan transaksi gadai kemudian beli lagi, gadai lagi dan beli lagi. Tetapi pada produk beli gadai, bank syariah seolah-olah menjadi mediator antara nasabah yang berminat membeli emas dengan toko emas. Kalau dianalogikan produk lain, yakni dana talangan haji. Bank syariah menjadi mediator antara calon jamaah haji dengan penyedia jasa penyelenggaraan haji. Perbedaannya, dana talangan haji diluncurkan sebagai produk yang eksplisit dipromosikan, sedangkan beli gadai masih dilakukan secara implisit atau “diam-diam” Diam-diamnya bank syariah merupakan bentuk kerendahhatian bank syariah dalam proses dukungannya menggiatkan dan mengkampanyekan penggunaan emas, yang merupakan kewajiban sebuah institusi penggiat ekonomi Islam.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Skema beli gadai emas

Skema beli gadai emas mudah digunakan seperti berikut ini.

  • Bank syariah mendampingi investasi yang ingin membeli emas dengan toko emas. Dengan catatan emas yang telah dibeli disimpan dalam bentuk gadai di bank tersebut.
  • Emas dapat diterima pulang setelah menghabiskan dana melunasi dana tersebut.
  • emas itu tidak pantas untuk dikeluarkan oleh emas, harus bisa diperoleh lebih dari emas, emas, dan emas.

Investasi Dinar Atau Logam Mulia Yang Menguntungkan

INVESTASI DINAR

Investasi Dinar Atau Logam Mulia Yang Menguntungkan – Selama ini para pelaku bisnis dan individu yang menggunakan referensi suku bunga perbankan, SBI dan sejenisnya untuk mengukur apakah suatu investasi menyediakan hasil yang baik atau tidak.  Berhasil dan Gagal. Masalahnya adalah alat ukur yang kita pakai tersebut menyusut nilainya dari waktu ke waktu.  Lantas apa alat ukur investasi kita yang lebih mencerminkan hillal daya beli yang sebenarnya? Lagi-lagi ya menggunakan Dinar sebagai pembanding. Namun jika kita katakan tahun ini, Dinar mengalamatkan 32% terhadap Rupiah atau Dollar, apa artinva Ini terhadap hasil investasi kita di Rupiah atau Filipina?  , semua membandingkannya dengan harga Dinar berdasarkan statistik rata-rata 40 tahun yang kita miliki.

Baca Juga : Cara Investasi Emas Di Bank Syariah Dan Pengambilannya

Menghasilkan Hasil yang Tinggi

Dinar 0% hasil investasi dalam yang diam saja (tidak diinformasikan Dinar) memberikan hasil yang setara dengan hasil investasi dalam 30  hasil investasi dalam Dollar, ini total dengan hasil investasi rata-rata 11,29% / tahun. Memang tahun 2007 lalu Dinar memberikan hasil yang luar biasa 32% / tahun terhadap Dolar AS, tetapi rata-rata 40 tahun, tetapi 11,29% sebelumnya.  Dinar saja memberikan hasil 4 kali lebih besar dari hasil deposito dalam Rupiah (setelah dipotong pajak Deposito Rupiah memberikan bagi hasil sekitar 7,5% / ta  hun) dan 3 kali deposito dalam US $ (setelah dipotong pajak Deposito US $ memberikan hasil sekitar 3,6% / tahun), maka alangkah lebih baik jika Dinar tersebut juga berputar untuk investasi Jika kita bisa menggunakan hasil rata-rata 10% saja.

Hasil Investasi Dinar

Maka berdasarkan mistar Hasil Investasi Dinar tersebut menghasilkan 10% dalam Dinar setara dengan 22,42% dalam US $ dan setara dengan 43,04% dalam Rupiah. Kalau deposito bagi hasilnya antara 1/4 sampai 1/3 3 dari Dinar yang dibeli saja, lantas apa saja investasi yang baik?  -48) atau bahasa investasinya pegang dulu dalam bentuk asset yang paling aman. Perencanaan Keuangan dengan Dinar Bagi para perencana keuangan, finansial adalah faktor ketidak pastian yang paling sulit di atasi.  Tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia, tidak pernah benar-benar terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965).  Di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dolar Amerika, daya beli mata uang Dolar Amerika ini telah turun tinggal 29% dalam 8 tahun terakhir, dalam TO tahun terakhir daya beli Dolar Amerika terhadap emas tinggal 4% saja.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, atau kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, kita dapat meminta pinjaman yang kita hadapi, misalna 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana kitabut  d sin kitah tidak kalah cepat dengan kenaikan. Dosa sinilah masalah kita yaitu mengatasi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian malah dan ketidak pastian hasil investasi.  kecewa berat dengan asuransi pendidikan yang dibeli tahun 1988. Saat ini kompilasi baru lahir. Dia membeli produk asuransi pendidikan Rp22.5 juta yang akan cair pada saat baru saja masuk perguruan tinggi.  Harus dibayar 20% dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ke  tika meninggalkan masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal. Dana asuransi yang memanggil demyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah, perusahaan asuransi sudah membayar keten  Benar.

Yang Membuat Salah

Yang salah adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22,5 juta tahun 1988 setara dengan 227 Dinar. Ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22,5 juta tinggal 32 Dinar. Kalau uang asuransi Rp 22,5 juta hanya setara dengan 19 ka  sholeh ini membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar. Maka saat cair tahun 2006 nilai 227. Dinar ini setara dengan Rp 161 juta (Jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini. Tetapi juga masih cukup untuk membeli mobil baru untuk kuliah dan membayar biaya pendidikan sampai kulit tamat. Inilah indahnya jika produk keuangan jangka panjang dikelola dengan dinar. Mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman

Sumber : Tanti Haikal

error: Content is protected !!