Ini Dia Perbedaan Ayam Goreng Indonesia Dan Amerika

Ayam Goreng Indonesia vs Ayam Goreng Amerika

Ini Dia Perbedaan Ayam Goreng Indonesia Dan Amerika – ANDA SUKA MAKAN AYAM GORENG? Hampir semua orang pemah makan ayam goreng , suka atau tidak suka . Mari sejenak kita lakukan wisata kuliner. Anda punya langganan tempat makan yang menjual menu ayam goreng di sekitar tempat tinggal Anda ? Saya yakin Anda punya . Saya juga punya langganan tempat makan seperti ini . Jualan nya ayam goreng kremes . Rasanya luar biasa lezat .

Ayam Kremes

Ayamnya direbus terlebih dulu dengan teknik khusus sehingga dagingnya lunak dan dibumbui dengan bumbu khusus yang meresap dalam dagingnya . Kremesannya sangat terasa di lidah karena disajikan hangat setelah diangkat dari penggorengan . Sambalnya pedas tapi nikmat sekali karena diracik si penjual . Si pedagang berjualan di bawah jembatan layang di sebelah timur kota Jogja . Sampai saat ini , saya hitung – hitung sudah lebih dari lima tahun tempat makan itu eksis . Jualannya sangat laris karena terkadang sebelum jam 20 . 30 , dagangannya sudah laris dibeli pelanggan .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Lama Dalam Penyajian

Saya suka sekali melihat kesibukan si pemilik melayani para pembelinya sembari menunggu pesanan disajikan . Pada jam – jam sepi , pesanan biasanya disajikan 10 menit setelah order diber kan . Namun dalam kondisi ramai , saya bisa menghabiskan dua gelas minuman hanya untuk menunggu pesanan dating. Penderitaan saya tidak hanya sampai di situ . Jika saya memesan konsumsi rapat di kantor dengan jumlah lebih dari 10 porsi , pasti ada saja kekurangannya . Mulai lalapan yang jumlah nya kurang hingga sambal yang tidak disertakan . Untungnya pemilik tempat makan itu selalu meminta maaf ketika kami mengajukan komplain dan segera melengkapi kekurangan itu tanpa banyak tanya .

Belum Membuka Cabang

Meskipun sudah berdiri lebih dari lima tahun , tempat makan ayam goreng itu tidak pemah buka cabang di tempat lain . Sejak pertama kali makan di warung itu sampai sekarang , saya selalu melihat kesibukan yang sama . Pemiliknya masih sibuk menerima order , menyajikan pesanan , dan mengurus transaksi . Peralatan warungnya tidak berubah . Demikian pula peralatan makan minumnya . Saya masih bisa mengenali gelas yang cacat bibirnya sampai saat ini masih ada , bahkan papan nama warung makin kusam . Kalaupun saya masih suka makan di situ tidak lain karena rasanya yang tidak pernah berubah sedikit pun .

Baca Juga : Cara Investasi Emas Di Bank Syariah Dan Pengambilannya

Kita bandingkan dengan tempat lain

Pemandangan dan perlakuan berbeda saya dapatkan ketika mencoba makan di tempat makan yang lebih modem . Saat saya berkunjung di outlet Kentucky Fried Chicken ( atau yang populer disebut KFC) , saya selalu disuguhi dengan hal – hal baru , mulai dari penampilan dan keramahan para petugasnya sampai menu menu baru yang membuat selalu ingin saya coba . Barang yang dijual di KFC dan di tempat makanan langganan saya itu sama , yakni ayam goreng dengan keunggulan resep masing – masing . Keduanya mewajibkan pelanggan menyantap ayam goreng dengan sambal .

Bedanya

Untuk mendapatkan sayur di KFC saya harus memesan sup , sedangkan di warung langganan saya itu saya bisa mendapatkan lalapan alias sayur mentah. Perbedaan yang mencolok lainnya adalah pelayanan . Jika di tempat makan langganan itu saya sering menunggu lama hanya untuk menikmati ayam goreng kesukaan saya , di KFC tidaklah demikian . Order tersaji hanya dalam waktu 1 – 3 menit . Jika di tempat makan langganan itu sering terjadi salah saji order. Maka di KFC penyajiannya sempurna sesuai dengan keinginan saya. Seumur hidup saya belum pemah mendapat salah saji di gerai KFC . Itulah sebabnya ketika saya memesan makanan yang cepat dan tersisa pasti memilih ayam goreng di KFC . Namun jika sedang santai , saya bisa menghabiskan waktu di bawah jembatan layang itu untuk menunggu pesanan ayam goreng datang .

Sumber : Suryono Ekotama

 

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Emas

SEBELUM INVESTASI EMAS

Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Emas – Investasi logam mulia dapat menjadi pengalaman yang sangat menarik jika Anda baru saja memulai. Namun demikian, ada beberapa perangkap yang harus Anda hindari sebelum membeli emas  Berhati-hatilah Terhadap Investasi Koin Antik Koin antik logam mulia adalah koin langke dari logam mulia yang bernilai tinggi.Jika Anda ingin memenangkan investasi logam mulia, maka sebalknya Anda hindari membeli koin antik ini,yang pada dasarnya memerlukan biaya yang sangat mahal.

Baca Juga : Yuk Investasi Berjamaah Dengan Reksadana Syariah

Hanya Membeli Logam Mulia Berbentuk Koin atau Batangan

Hal Yang Harus Diperhatikan. Maksudnya adalah produk yang Anda beli terbuat dari koin atau batangan yang dibeli murni dari emas atau perak serta dibeli oleh masal.Produk seperti ini hanya dibuper  Selain itu, Anda dapat membandingkan harga dari beberapa dealer yang berbeda.  terlalu mahal untuk Anda.Apalagi jika ternyata dealer lain dapat memberikan harga yang lebih murah untuk jenis barang yang sama. Jangan anggap remeh hal ini, karena hal ini sering terjadi juga terjadi. Hal Yang Harus Diperhatikan.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Denominasi Koin Emas

Anda ingin memastikan bahwa Anda membeli bermacam-macam koin emas dari permerintah atau negara yang berbeda, bahkan mungkin juga dari perusahaan yang berbeda. Membeli Berbagai Denominasi Koin Emas Ada

  • 1/10 ons,
  • 4 ons,
  • 1/2 ons, dan
  • 1 ons koin yang tersedia.

Anda tidak ingin membeli semua satu koin karena memerlukan harga emas merangkak tinggi.  Mengetahui apa yang harus dilakukan dan mana saja harus dilakukan merupakan 90% dari partisipasi kompilasi berinvestasi.

Sumber : Tanti Haikal

Manfaat Investasi Gadai Emas Di Bank Syariah, Simak yaa

INVESTASI GADAI EMAS DI BANK SYARIAH

Manfaat Investasi Gadai Emas Di Bank Syariah, Simak yaa – Bank Syariah adalah bank dengan sistem keamanan yang ditetapkan, mulai dari aturan-aturan yang ketat, bagaimana mengelola dana masyarakat, dibutuhkan dewan syariah yang menggunakan sebagaibut  masyarakat tersebut disalurkan, yang dipertanyakan untuk bantuan bersama, baik duniawi maupun ukhrowi.Harga emas terus meroket dan tidak pernah terkumpul oleh peningkatan atau perbaikan ekonomi dan non-ekonomi.  Lebih baik daripada yang lainnya. Komoditas emas memang memiliki banyak kelebihan. Selain dapat digunakan untuk perhiasan dan koleksi, ia juga diterima oleh semua orang seluruh dunia.Emas juga merupakan sarana investasi yangsangat menguntungkan.Berbagai sumber mengajukan nilai emas perlu stabil dan dianggap tidak memiliki kekayaan atau perbaikan ekonomi.  memburuknya ekonomi juga non-ekonpmi.Karena kelebihannya itu emas sangat bagus pula untuk diversifikasi.

Baca Juga : Yuk Investasi Berjamaah Dengan Reksadana Syariah

Harga Akan Selalu Naik

Bagi mereka yang sudah berinvestasi di saham, persetujuan, reksadana, properti, atau lainnya;  -sebutkan penurunan, bisa dipastikan harganya akan selalu naik.Keuntungan yang lain diinvestasikan dalam emas yang dipatoknya harga emas dalam dolar AS (USD).  Berinvestasi dengan emas bisa terhindar dari pemalsu  sebuah uang.Risiko Investasi. Juga ada risiko memiliki emas.  mengatasi benturan brena cacat atau tidak mudah membentuk ulangi pengurangan harga.Karena jumlah uang tambahan yang ada pada emas itu juga bank syariah yang diterbitkan dalam bentuk uang tabungan dalam bentuk investasi emas berupa Gadai Emas Syariah.  itulah pada awalnya tabungan emas ini dipelolori oleh Bank HSBC Amanah.

Menerbitkan Tabungan Emas

Namun saat ini banyak bank syariah yang menerbitkan tabungan emas dengan menggunakan portofolio emas 24 karat seperti BRI Syariah. BNI Syariah Mand  Syariah, Maryana Yunus, dalam pertemuan khusus mengatakan BRI Syariah ingin mengubah cara pandang gadai, khusus gadai emas. Tidak hanya dilakukan kompilasi kebutuhan pribadi yang diinginkan saja.  membeli emas lagi  bahsa dapat membeli emas logam mulia. Kemudian menggadaikannya di BRI Syariah lalu membeli emas logam mulia lagi dan begitu seterusnya. Dengan cara berinvestasi seperti ini akan diperoleh maksimal 93 persen baripat Berbeda dengan prinsip gadai konvensional yang mengenakan bunga. Prinsip gadai emas di bank syariah hanya tahu biaya persetujuan emas yang diperoleh barang bukan nilai barang, yang relatif lebih kecil.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Berlaku Selama Masa Partisipasi

Blaya-biaya ini berlaku tetap selama masa partisipasi dan tidak mengikuti fluktuasi nilai emas. BRI Syariah mengenakan biaya administrasi berbasis emas berat yang digadaikan. Untuk emas dengan berat b  -100 gram Dibutuhkan biaya administrasi Rp25.000. Perhiasan akan menerima dana sebesar 90 persen dari nilai taksiran emas, sedang untuk emas batangan  terjadi kebakaran. Bencana alam, juga huru-hara.Jika terjadi.  Sementara itu di BNI Syariah, Gadai Emas Syariah atau disebut juga pembiayaan Rahn. Dimaknai sebagal penyerahan Jaminan  atas pembiayaan (qardh) yang diterima. Gadai Emas Syariah ini dapat digunakan oleh slapa pun yang membutuhkan dana janqka pendek dan keperluan yang diminta.  menit, juga mudah dan murah. Mudah, karena dengan prosedur yang mudah untuk segenap lapisan masyarakat dan murah, karena tarif ditentukan harian dan tidak dilengkapi dengan nominal pembiayaan.

Di BSM Setiap Pelanggan Mendapatkan Setifikat

Sementara itu, di Bank Syariah Mandiri (BSM), setiap pelanggan akan mendapatkan sertifikat kepemilikan emas. Bentuk fisik emas akan disimpan di BSM atau di vendor yang telah ditentukan. Dengan unit kepemilikan emas minimum sebesar 10  Investasi emas bisa langsung datangi BSM dan dibuka rekening.  Setoran dari dana yang terdiri dari dana unai akan menjadi emas, jadi bisa erlihat sebanyak gram emas yang ditabung.Untuk patokan harga ita alias memasukkan ke London Metal Exchange.  kita itu bisa kita gadaikan dan akan menghasilkan pinangman uang misalnya sebesar 80% dari nilai / harga emas yang berlaku saat itu.  dample uang gadai itu bisa kita gunakan untuk membeli lagi emas, dan selanjutnya kita gunakan cara yang sama.  Danila emas cenderung meningkat.

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Perbedaan Resakdana Syariah Dan Konvensional

PERBEDAAN REKSADANA SYARIAH DAN KONVENSIONAL

Ini Dia Perbedaan Resakdana Syariah Dan Konvensional – Reksadana merupakan produk perusahaan manajer investasi.  Sementara itu, jika didapati ada bank yang menjual produk reksadana itu berarti bank yang menjadi agen penjualan, bukan penerbit reksadana.  Bisnis utama bank adalah jembatan uang, maka penjualan reksadana hanya menjadi bisnis sampingan untuk bank tersebut.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Investasi Efek Surat Berharga

Reksadana hanya mengizinkan jenis investasi untuk efek (surat berharga), bukan investasi langsung ke sektor riil (usaha).  Jadi, investasi reksadana hanya menyetujui produk keuangan seperti, persetujuan, deposito, valuta asing, dan sebagainya.  Sementara itu, reksadana syariah menginvestasikan dana yang dikelolanya ke dalam saham atau diterbitkan yang dikeluarkan oleh perusahaan produks manufaktur, bukan ke saham atau perusahaan keuangan.  Hal ini dapat dipahami karena perusahaan / lembaga keuangan sebagian besar masih belum sesuai syariah.

Tidak Bertentangan Dengan Syariat Islam

Pada prinsipnya reksadana tidak bertentangan dengan syariat islam, karena menggunakan prinsip bagi hasil.  Para pemodal masing-masing patungan dengan dana yang dikumpulkan dan hasil investasi juga dibagi bagi para pemodal sesuai dengan proporsi modal yang disetorkannya.  Permasalahannya adalah kemana dananya diinvestasikan.

Baca Juga : Fatwa MUI Tentang Pasar Modal Syariah, Apa Saja ? Simak Ya

Resakdana Konvensional Hanya Menggunakan Tingkat Keuntungan

Ini Dia Perbedaan Resakdana. Reksadana konvensional tentu saja hanya menggunakan tingkat keuntungan saja untuk portofolio investasi.  Sementara, reksadana syariah juga harus mempertimbangkan kehalalan suatu produk keuangan selain tingkat keuntungannya.  Jika reksadana syariah membeli saham, maka saham yang dibeli harus perusahaan yang sudah disetujui syariat yang masuk ke dalam JII (Jakarta Islamic Index).  Obligasi yang dapat dibeli pun hanya mengizinkan syariah saja.  Begitu juga dengan deposito, hanya yang diterbitkan oleh bank syariah.

Sumber : Tanti Haikal

Simak Cara Berinvestasi Yang Tepat Dengan Resakdana Syariah

BERINVESTASI DENGAN TEPAT

Simak Cara Berinvestasi Yang Tepat Dengan Resakdana Syariah – Reksadana masih menjadi pilihan yang dijanjikan untuk investasi pada tahun 2011. Diperkirakan, tahun ini reksadana akan memberikan tingkat keuntungan sebesar 15-20 persen untuk reksadana campuran dan 25-30 persen untuk reksadana saham.  Dalam satu tahun terakhir, nilai reksadana campuran tumbuh sekitar 22 persen.  Nilai itu masih di bawah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 46 persen, tetapi di atas harga emas yang sebesar 22 persen.

Baca Juga : Fatwa MUI Tentang Pasar Modal Syariah, Apa Saja ? Simak Ya

Keunggulan Resakdana

Keunggulan reksadana adalah nilainya yang variatif.  Pemahaman masyarakat tentang investasi terus berkembang.  Produk investasi juga kian diminati masyarakat, melewati kesadaran untuk mengelola dana dengan hasil melampaui pencapaian.  Saat ini, produk investasi yang terus berkembang adalah saham, reksadana, dan emas.  Kelas Sedang yang terus tumbuh juga membuat ragam investasi berkembang.  Mereka dalam berinvestasi berpikir, akan membeli apa, yang berjuang menentang.  Reksadana sebagai salah satu pilihan investasi yang ditemukan berkembang.  Dengan dana pihak ketiga sekitar Rp 2,300 triliun, jumlah reksadana di Indonesia baru Rp 130 triliun.  Porsi ini cukup kecil dibandingkan, misalnya, Malaysia, yang pasar reksadananya sudah mencapai 40 persen dana pihak ketiga.  Karena itu, reksadana di Indonesia masih mungkin tumbuh menjadi Rp 230 triliun karena peralihan masyarakat dari produk perbankan ke reksadana.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Emas

Emas merupakan produk investasi yang tumbuh dan memberikan imbal hasil terus meningkat dalam lima tahun ini.  Dalam tergantung, nilai emas akan terus meningkat.  Namun, jangan berinvestasi berlebihan pada emas.  Sebagian besar produk turunannya, karena membutuhkan pemikiran yang lebih jeli.  Jangan spekulatif, beli emas dengan harapan akan segera naik sudah disebut spekulatif.  Kondisi dunia saat ini yang mengalami krisis kredit di Eropa, krisis politik di Timur Tengah, dan bencana di Jepang.  Jumlah penduduk dunia yang terus membengkak turut menyumbang kebutuhan pangan dan energi yang luar biasa.  Oleh karena itu, saham yang akan menarik tahun ini yang terkait dengan energi dan sumber daya alam.

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Mekanisme Investasi Reksadana Di Syariah

MEKANISME INVESTASI REKSADANA

Ini Dia Mekanisme Investasi Reksadana Di Syariah – Berbicara masalah investasi, ada satu produk investasi yang sudah menyesualkan diri dengan aturan-aturan syariah yaitu reksadana.  Produk investasi ini menjadi alternatif yang baik untuk produk perbankan yang saat ini diterima memberikan hasil yang relatif kecil.  Reksadana mirip dengan investasi untuk hasil.

Baca Juga : Fatwa MUI Tentang Pasar Modal Syariah, Apa Saja ? Simak Ya

Melakukan Patungan Untuk Investasi

Para investor dan manajer investasi patungan untuk melakukan investasi ke dalam produk investasi yang memerlukan modal yang besar.  Sementara keputusan untuk melakukan investasi dipegang sepenuhnya oleh manajer investasi yang lebih ahli da nprofesional.  Selanjutnya, hasil keuntungan investasi tersebut dibagikan hasil antara investor dan investasi investasi dengan kontribusi modal yang dimiliki.

Investasi Dilakukan Dengan Bebas

Ini Dia Mekanisme Investasi. Memang sesuai dengan aturan syariah, namun yang jadi masalah adalah langkah investasi yang dilakukan manajer investasi dilakukan dengan bebas tanpa aturan aturan syariah.  Untuk disetujui oleh reksadana syariah dimana keputusan investasi yang dilakukan oleh manajer investasi dilakukan sesuai peraturan rambu syariah.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Hasil Investasi Bersih Dari Riba

Dengan cara ini, hasil investasi yang dibagikan kepada investor menjadi bersih dari riba. Meski produk reksadana syariah masih terbatas, namun bisa menjadi alternatif bagi umat muslim yang ingin mendapatkan hasil investasi yang halal.

Sumber : Tanti Haikal

Fatwa MUI Tentang Pasar Modal Syariah, Apa Saja ? Simak Ya

DASAR FATWA MUI TENTANG PASAR MODAL SYARIAH

Fatwa MUI Tentang Pasar Modal Syariah, Apa Saja ? Simak Ya – Majelis Ulama Indonesia dalam menyikapi keberadaan pasar modal syariah telah menerbitkan fatwa.  Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia, tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal bernomor 40 / DSN-MUI / X / 2003.  Berikut ini akan diuraikan fatwa MUI, sehingga dapat Anda jadikan sasaran untuk melakukan bisnis dan investasi di pasar modal.  Dasar Pertimbangan MUI mengeluarkan fatwa ini sebagai berikut.  Mengenai perkembangan ekonomi Suatu negara tidak lepas dari perkembangan pasar modal.  Terkait pasar modal berdasarkan prinsip syariah telah dikembangkan di berbagai negara.

Baca Juga : Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam

Terkait umat Islam Indonesia Membutuhkan Pasar Modal 30 yang aktivitasnya sesuai dengan prinsip Syariah.  Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dewan Syariah Nasional MUI mempertimbangkan perfu fatwa tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.  Pertimbangan Dewan Syariah MUI itu berdasarkan Firman Allah Swt.  dan sabda Nabi Muhammad saw.

Fatwa MUI

Kaidah Figh Fatwa MUI “Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkan.”.  “Tidak boleh melakukan perbuatan hukum dari orang lain tanpa seizinnya” Dasar Pendapat Ulama Pendapat Ibnu Qudamah di dalam Al-Mughni juz 5/173 [Beirut: Dar al Fikr, tanpa tahun]: Jika salah satu dari dua orang berserikat membeli mitra rekanannya,  hukumnya boleh karena ia membeli milik pihak lain.  Wahid al-Zuhaili dalam Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu juz 3/1841: Bermuamalah dengan (melakukan kegiatan transaksi atas) saham hukumnya boleh, karena pemilik saham adalah mitra dalam perusahaan sesuai dengan saham yang dimilikinya.

Pendapat Para Ulama

Muhammad ‘Abdul Ghaffar al-Syarif (al-Syarif, Buhuts Fighiyyah Mu’ashirah, [Beirut: Dar Ibn Hazm,  1999], h.78-79);  Muhammad Yusuf Musa (Musa, al-Islam wa Muskilatuna al-Hadhirah, [t.t: Silsilah al-Tsaqafah al-Islamiyah, 1958], h.58).  Muhammad Rawas Qal’ahji, (Qal’ahji, al-Mu’amalat al-Maliyah al-Mu’ashirah fi Dhawi al-Figh wa al-Syari’ah, [Beirut: Dar al-Nafais, 1999]).  Syaikh Dr. ‘Umar bin’ Abdul ‘Aziz al-Matrak (Al-Matrak, al-Riba wa al-Mu’amalat al-Mashrafiyyah, [Riyadh: Dar al-‘Ashimah, 1417 H], h. 369-375)  menyatakan: (Jenis kedua) adalah saham-saham yang disediakan dalam perusahaan yang dibolehkan, seperti perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur yang diizinkan.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Bermusahamah (saling bersaham) dan bersyarikah (kongsi) di perusahaan tersebut juga menjualbelikan sahamnya, jika perusahaan itu diketahui juga tidak berisi tentang pertambahan dan ketidakjelasan yang signifikan, hukumnya boleh.  Hal itu disebabkan karena saham adalah bagian dari modal yang dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya sebagal hasil dari usaha perniagaan dan manufaktur hal itu hukumnya halal, tanpa diragukan.  Pendapat para ulama yang mengizinkan pengalihan kepemilikan sebagian surat berharga selama disepakat dan dizinkan oleh pemilik porsi lain dari sebuah surat berharga (bi-idzni syarikihi).  Lihat: Al-Majmu ‘Syarh al Muhazdzab IX / 265 dan Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu IV / 881.  Alim Ulama tentang Reksa Dana Syariah tanggal 24-25 Rabiul Awwal 1417H / 29-30 Juli 1997M.

Menurut Undang Undang

UU RI no.  8 tahun 1995 tentang pasar modal.  SK DSN-MUI no.  01 Tahun 2001 tentang Pedoman Dasar Dewan Syariah Nasional.  Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan pasar moda adalah kegiatan yang diajukan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaltan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.  Sementara emiten adalah pinak yang melakukan penawaran umum.  Efek syariah adalah persetujuan yang disetujui dalam peraturan-undangan di bidang pasar modal yang akad, pengelolaan perusahaan maupun cara persetujuannya memenuhi prinsip-prinsip syariah Sementara itu, Pejabat Kepatuhan Syariah (SCO) adalah pihak atau pejabat dari perusahaan atau lembaga yang telah mendapatkan sertifikasi dari DSN-MUI dalam pemahaman tentang prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal.  Pernyataan Kesesuaian Syariah dikeluarkan oleh DSN-MUI terhadap suatu efek syariah bahwa Efek ini telah sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.  Prinsip-prinsip Syariah adalah prinsip-prinsip yang didasarkan atas ajaran Islam yang dilakukan oleh DSN-MUI.

Sumber : Tanti Haikal

Indeks Saham Syariah Bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia

INDEKS SAHAM SYARIAH

Indeks Saham Syariah Bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia – Bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia meluncurkan Fatwa Perdagangan Syariah Perdagangan Saham Indeks Saham Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (11/5/2011).  Fatwa itu Fatwa Nomor 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Efek Perdagangan Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.  Fatwa itu disahkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada 8 Maret 2011 lalu.  Dengan pengesahan han fatwa yang mengatur perdagangan efek di BEI memiliki basis dan atau hukum fikih yang kuat terkait dengan pelestarian lelang (pelelangan berkelanjutan) yang digunakan BEI dalam transaksi efek perdagangan saham di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip syariah.

Baca Juga : Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam

Momen ini menjadi tonggak sejarah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.  Sistem syariah diminati pengusaha di dunia karena sistem ini dirasa lebih aman dari manipulasi, bukan hanya untuk pengusaha muslim saja tapi umum.  Penerbitan fatwa ini tidak instan tetapi melalui proses panjang oleh otoritas BEI dan MUI.  Indeks Saham Syariah Indonesia (Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) akan menjadi referensi bagi investor untuk berinvestasi di saham, saham syariah. ISSI segera menjadi acuah utama yang membahas tentang saham-saham syariah yang diterbitkan BEI, yang membantu kesalahpahaman masyarakat yang ingin membeli saham syariah.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Hanya 30 Saham Yang Masuk JII

Hanya terdiri dari 30 saham yang masuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) saja. Metode penghitungan ISSI sama dengan metode penghitungan indeks lainnya di BEI, yaitu menggunakan pasar kapitalisasi tertimbang rata-rata. Komponen penghitungannya adalah semua saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES  dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan setiap bulan. Hari Dasar Penghitungan ISSI adalah Desember 2007 dengan nilai Indeks 100. Saat ini tersedia 214 saham syariah dengan kapitalisasi pasar sekitar 44,6 persen dari total nilai kapitalisasi pasar BEL Indeks syariah sendiri belum  berkembang secarasignifikan.  Ini terkait dengan pertanyaan masyarakat terkait dengan perdagangan yang sesuai dengan yang berlaku di dalam Islam.

Dikeluarkannya Fatwa ISSI

Di JSI hanya dipilih 40 perusahaan, jumlah yang ditentukan ideal saat itu.  Tapi masyarakat kemudian hanya mempertimbangkan hanya 40 perusahaan itu saja yang sistem dan mekanismenya secara syariah.  Maka dikeluarkan fatwa dan ISSI kali ini diharapkan membuka pandangan masyarakat umum, melengkapi JSI yang sudah ada lebih dulu.

Sumber : Tanti Haikal

Ini Dia Cara Investasi Resakdana Syariah Untuk Pemula

INVESTASI REKSADANA SYARIAH BANGSA

Ini Dia Cara Investasi Resakdana Syariah Untuk Pemula – pasar reksadana syariah saat ini semakin meningkatkan pertumbuhan yang menjanjikan.  Sejak dari perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun, pertumbuhan reksadana syariah terus meningkat.  Presdir Fortis Investasi Eko Pratomo mengutip pada Maret 2007, dana kelolaan reksadana syariah mencapai Rp800 miliar, sementara reksadana konvensional mencapai Rp58.248 triliun.  Jumlah ini diproyeksi akan terus meningkat dengan semakin banyaknya investor yang mulai melirik berinvestasi di reksadana syariah yang dianggap lebih menguntungkan.

Kurangnya Instumen Investasi

Hal ini dipicu oleh semakin berkurangnya instrumen investasi syariah selama beberapa tahun dikembangkan.  Indeks Islam Jakarta (JII) dalam lima tahun terakhir mencatat pertumbuhan transaksi Investasi syariah yang jauh lebih tinggi dari IHSG.  Bahkan, otoritas pasar modal pun memperkirakan pertumbuhan reksadana semakin meningkat, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berniat mengeluarkan produk-produk syariah, seperti sukuk korporasi (perusahaan syariah) yang belum lama diperkenalkan itu.  Tren masyarakat untuk memilih reksadana syariah saat ini memang cukup besar Hal ini dipicu dari harapan batin dari investor, dan juga era 2006-2007 kali ini, JII mencatat pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan IHSG dan juga reksadana berbasis LQ45.

Baca Juga : Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam

Manajer Investasi Membeli Reksadana Dijual Eceran

Manajer Investasi membeli reksadana syariah dijual eceran dengan pembelian minimal Rp250.000 per unit hingga Rp5 juta.  Jakarta Islamic Center (JII) saat ini mencatat 40 emiten yang memenuhi persyaratan syariah.  Tingkat pertumbuhan reksadana syariah akan dipicu oleh kegiatan-kegiatan keuangan syariah secara umum, dan juga semakin banyak kegiatan-kegiatan perbankan dan manajer investasi yang menerbitkan reksadana syariah.  Beberapa manajer investasi yang menerbitkan reksadana syariah antara lain

  • PT.Danareksa Manajemen Investasi,
  • PT PNM Investment Management,
  • PT Trimegah Sekuritas,
  • AAA Investment Management,
  • Batasa Capital,
  • BNI Investment Management,
  • Manulife Investment Manajemen,
  • CIMB-GK Securities Indonesia, dan
  • PT Kresna Graha Securindo Tbk.

Sementara itu produk reksadana syariah yang sudah ada di pasaran saat ini antara lain BNI Dana Syariah (reksa dana pendapatan tetap), BNI Dana Plus Syariah (reksa dana campuran), Danareksa Syariah Berimbang (reksa dana produksi), PNM syariah, dan yang terbaru  adalah Fortis Pesona Amanah yang diluncurkan Fortis Investment dan HSBC Amanah Syariah. Dalam pengalihan produk yang diumumkan beberapa waktu lalu, Presdir Fortis Investment Edi  Pratomo mengatakan produk tersebut mencapai target dana kelolaan sebesar 500 juta unit atau Rp500 miliar.

Baca Juga ; Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam

Yang akan dijadikan portofolio ini, 80% -99% -nya akan diinvestasikan ke instrumen saham yang dikategorikan ke dalam efek syariah, dan dikembalikan pada instrumen pasar uang sesuai dengan prinsip syariah. Peningkatan ini sangat signifikan didukung oleh perkembangan ekonomi syariah yang kini mulai terlihat geliat  yang menggembirakan. Tidak mungkin kelolaan reksadana syariah ini bisa menyamai k  elolaan reksadana konvensional.

Hati- Hati Dalam Memilih

Hati-hati Memilih Dengan semakin banyak pilihan produk dan manajer investasi ini, maka masyarakat harus lebih memilih jeli dalam memilih jenis portofolio yang dikelolanya.  Pilihan produk investasi yang dapat dipilih antara lain, disetujui, disetor di bank konvensional, dan juga valas.  Sementara itu, jenis investasi reksadana yang bisa dipilih antara saham lain, campuran dan pendapatan tetap.  Dari tiga jenis investasi ini, investasi sahamlah yang memiliki risiko besar.  Karena itu, bisa memilih investasi yang berisiko kecil, agar bisa dipahami tingkat kerugian yang kecil.

Sumber ; Tanti Haikal

Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam

PASAR MODAL SYARIAH

Pasar Modal Syariah Dalam Perspektif Hukum Islam – Industri Syariah Sejarah perkembangan industri keuangan syariah yang meliputi perbankan , asuransi dan pasar modal pada dasarnya merupakan suatu proses sejarah yang sangat panjang . Lahirnya Agama Islam sekitar 15 ( lima belas ) abad yang lalu meletakkan dasar penerapan prinsip syariah dalam industri keuangan , karena di dalam Islam dikenal kaidah muamalah yang merupakan kaedah hukum atas hubungan antara manusia yang di dalamnya termasuk hubungan perdagangan dalam arti yang luas , Namun demikian , perkembangan penerapan prinsip syariah mengalami masa surut selama kurun waktu yang relatif lama pada masa imperium negara – negara Eropa .

Baca Juga : Ini Dia Manfaat Telur Dan Resep Membuat Gadon Telur

Pada masa out negara – negara di Timur Tengah serta negara – negara Islam lain hampir semuanya menjadi wilayah negara Eropa layah jajahan negara engan banyaknya jahan dan semakin banyak Islam mulai ekitar tahun 1960 – an  perkembangan selanjutnya , dengan ba Dalam perke negara Islam yang terbebas dari penjajahan terdidiknya generasi muda Islam , maka ajaran Islam meraih masa kebangkitan kembali . Sekitar tahun banyak cendekiawan moslem dari negara – negara Islam mulai melakukan pengkajian ulang atas penerapan sistem hukum Eropa ke dalam industri keuangan dan sekaligus memperkenalkan penerapan prinsip syariah Islam dalam industri keuangannya .

Penerapan Prinsip Syariah

Secara umum , penerapan prinsip syariah dalam industri pasar modal khususnya pada instrumen saham dilakukan berdasarkan penilaian atas saham yang diterbitkan oleh masing – masing perusahaan . Karena instrumen saham secara natural telah sesuai dengan prinsip syariah mengingat sifat saham dimaksud bersifat penyertaan . Para ahli fiqih berpendapat bahwa suatu saham dapat dikatergorikan dilarang dalam memenuhi prinsip syariah apabila kegiatan perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak ter an saham tersebut tidak tercakup pada hal – hal yang syariah Islam . Pasar Modal Syariah di Indonesia Sejak secara resmi Badan Pengawas Pa ( Bapepam ) meluncurkan prinsip pasar modal tanggal 14 dan 15 Maret 2003 dengan ditandata pengawas Pasar

Modal asar

modal syariah pada ditandatanganinya nota kesepahaman antara Bapepam dengan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia ( DSN – MUI ) , maka dalam perjalanannya perkembangan dan pertumbuhan transaksi efek syariah di pasar modal Indonesia terus meningkat . Walaupun sebagian besar penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam namun perkembangan pasar modal yang berbasis syariah dapat dikatakan sangat tertinggal jauh terutama jika dibandingkan dengan Malaysia yang telah menerapkan beberapa instrumen keuangan syariah untuk industri pasar modalnya .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Masalah yang Dihadapi Pasar Modal

Kenyataan lain yang dihadapi oleh pasar modal syariah kita hingga saat ini adalah minimnya jumlah pemodal yang melakukan investasi. Terutama jika dibandingkan dengan jumlah pemodal yang ada pada sektor perbankan. Bangkitnya ekonomi Islam di Indonesia dewasa ini menjadi fenomena yang menarik dan menggembirakan. Terutama bagi penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Praktek kegiatan ekonomi konvensional , khususnya dalam kegiatan pasar modal yang mengandung unsur spekulasi. Sebagai salah satu komponennya nampaknya masih menjadi hambatan psikologis bagi umat Islam untuk turut aktif dalam kegiatan investasi. terutama di bidang pasar modal, sekalipun berlabel syariah .

Perbedaan pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah

Perbedaan mendasar antara pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah dapat dilihat pada instrumen dan mekanisme transaksinya. Sedangkan perbedaan nilai indeks saham syariah dengan nilai indeks saham konvensional. Terletar pada kriteria saham emiten yang harus memenuhi prinsip prinsip dasar syariah. Secara umum konsep pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional tidak jauh berbeda. Meskipun dalam konsep pasar modal syariah disebutkan bahwa saham yang diperdagangkan harus berasal dari perusahaan. Yang bergerak dalam sektor yang memenuhi kriteria syariah dan terbebas dari unsur ribawi. Serta transaksi saham dilakukan dengan menghindarkan berbagai praktik spekulasi .

Mengakomodir Kebutuhan Umat Islam

Pasar modal syariah dikembangkan dalam rangka mengakomodir kebutuhan umat Islam di Indonesia. Yang ingin melakukan investasi di produk – produk pasar modal yang sesual dengan prinsip dasar syariah. Dengan semakin beragamnya sarana dan produk investasi di Indonesia. Diharapkan masyarakat akan memiliki alternatif berinvestasi yang dianggap sesuai dengan keinginannya. Disamping investasi yang selama ini sudah dikenal dan berkembang di sektor perbankan. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia adalah merupakan sebuah negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Oleh karena itu sektor industri pasar modal diharapkan bisa mengakomodir dan sekaligus melibatkan peran serta warga muslim. Dimaksud secara langsung untuk ikut aku menjadi pelaku utama pasar , tentunya adalah sebagai investor lokal di pasar modal Indonesia .

Sumber : Tanti Haikal

 

error: Content is protected !!