Ini Dia Prinsip Dan Praktek Mudharabah, Simak yaa

Ini Dia Prinsip Dan Praktek Mudharabah, Simak yaa

PRINSIP DAN PRAKTIK MUDHARABAH

Ini Dia Prinsip Dan Praktek Mudharabah, Simak yaa –  Istilah mudharabah merupakan istilah yang paling banyak digunakan oleh bank – bank syariah . Prinsip ini juga dikenal sebagai qiradh atau muqaradah . Mudharabah adalah perjanjian atas suatu jenis perkongsian , di mana pihak pertama ( shahibul maal menyediakan dana dan pihak kedua ( mudharib ) bertanggungjawab atas pengelolaan usaha . Orang – orang Madinah meyebut kontrak jenis ini dengan Sebutan muqaradah , dimana perkataan ini diambil dari perkataan qard yang berarti menyerahkan . Dalam hal ini pemilik modal akan menyerahkan modalnya kepada pengusaha . Keuntungan hasil usaha dibagikan sesuai dengan nisbah bagi hasil untung / rugi yang telah disepakati bersama sejak awal.

Baca Juga : Ini Dia Manfaat Telur Dan Resep Membuat Gadon Telur

Jika Rugi

Kalau rugi , maka pemilik modal akan kehilangan sebagian imbalan dari hasil kerja keras dan manajerial skil selama proyek Mudharabah adalah kemitraan yang umum di zaman Islam yang diakui oleh ketidaktahuan.  Di antara mereka yang melakukan mudharabah adalah Nabi Muhammad.  sebelum dia menjadi Rasul.  Dia berdebat dengan calon istrinya Khadijah dalam melakukan bisnis antara Negara Makkah dan Negara Syam.  Dalam transaksi mudharabah harus memenuhi persyaratan mudharabah meliputi: Shahibul maal (pemilik dana / pelanggan).  Mudharib (pengelola dana / pengusaha / bank), amal (bisnis / pekerjaan).

Ijab dan Qabul.

Dilihat dari kekuatan yang diberikan kepada pengusaha, mudharabah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.  Mudharabah Muthlaqah (investasi tidak mengikat) Ini berarti bahwa pemberi kerja memiliki wewenang penuh untuk melaksanakan proyek tanpa halangan / gangguan dalam proyek apa pun, dan tidak terikat oleh waktu, tempat, jenis, perusahaan, pelanggan.  Investasi yang tidak diasuransikan ini dalam bisnis perbankan Syariah diterapkan untuk tabungan dan deposito.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Mudharabah Muqayyadah (investasi obligasi)

Yaitu pemilik dana (shahibul maal) yang membatasi / memberi syarat kepada mudharib dalam pengelolaan dana seperti , hanya untuk melakukan mudharabah bidang tertentu , cara , waktu , dan tempat tertentu saja . Bank dilarang mencampurkan rekening investasi terikat dengan dana bank atau dana rekening lainnya pada saat investasi . Pada transaksi ini bank dilarang untuk menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan tanpa penjamin atau jaminan Bank diharuskan melakukan investasi sendiri tidak melalui pihak ketiga . Jadi , dalam Investasi terikat ini pada prinsipnya kedudukan bank sebagai agen saja , dan atas kegiatannya tersebut bank menerima imbalan berupa fee . Pada pola investasi terikat dapat dilakukan dengan cara channeling dan executing , yakni :

  • Channelling Apabila semua risiko ditanggung oleh pemilik dana dan bank sebagai agen tidak menanggung risiko apapun .
  • Executing Apabila bank sebagai agen juga menanggung risiko dan hal ini banyak yang menganggap bahwa investasi terikat executing ini sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip mudharabah.

Namun dalam akuntansi perbankan syariah diakomodir karena dalam praktiknya pola ini dijalankan oleh bank syariah. Prinsip dan praktik mudharabah yang telah dilakukan sebelum jaman Rasulullah ini kembali dikembangkan di berbagai bidang investasi berbasis syariah . Dengan demikian , perjanjian atas suatu jenis perkongsian ini menjadi salah satu cara berinvestasi secara syar ‘ i dan menguntungkan kedua belah pihak .

Sumber : Tanti Haikal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: