Simak Cara Mendapatkan Partner Bisnis Yang Tepat

Mencari kawan

Simak Cara Mendapatkan Partner Bisnis Yang Tepat – Customer yang telah menjadi kawan akan menganggap Anda sebagai kawan untuk berbagi persoalan . Tentu saja mereka akan siap membantu kita saat kita membutuhkan . Tanpa diminta pun mereka akan merekomendasikan produk kita kepada komunitas atau orang – orang terdekatnya atau continous promotion .

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Lantas bagaimana caranya ?

Anda cukup memperlakukan customer dengan memberikan good service kapan pun Anda bisa . Berikan quick respons terhadap keluhan mereka sekecil apa pun .Berikan perhatian saat mereka membutuhkan , meskipun hanya ucapan selamat atas ulang tahun atau sekadar say hello . Jika sudah memperlakukan customer selayaknya teman , maka mereka akan bangga dan dengan kesadaran mau merekomendasikan kepada orang lain . Continues promotion dari mulut ke mulut hingga mau mengajak teman atau saudaranya untuk merasakan sensasi yang berbeda saat menginap atau menikmati kuliner di hotel tersebut . Wuoorreett !

Contoh sederhana

Customer yang fanatik terhadap produk Harley Davidson atau Mercedes Benz akan dengan senang hati memakai merchandise produk tersebut saat menghadiri reuni kampus atau saat berlibur dengan keluarganya ke luar kota . Rasa bangga dan memiliki terhadap produk itu akan muncul dengan sendirinya karena ada pengakuan bahwa produk tersebut telah teruji dan membuat mereka nyaman . Awareness seperti ini juga bisa terjadi pada customer yang merasa nyaman , dihormati , dan ‘ diuwongke ‘ saat menginap di sebuah hotel . Jika mereka merasa ‘ dipangkul dan nyaman , sudah pasti mereka akan kembali lagi ke hotel tersebut .

Yang penting , don ‘ t lie kepada customer .

Jika kamar yang mereka cari tidak ada , kita bisa memberikan rekomendasi kamar di hotel lain . Sekali lagi , ini justru bagian good service kita kepada customer . Misalnya , saat ada tamu yang datang ke hotel kita , dan faktanya kamar sudah full booked , sebaiknya menyarankan atau memberikan rekomendasi untuk menginap di hotel lain . Cukup dengan membantu menelepon hotel yang kemungkinan masih tersedia kamar bagi tamu tersebut . Selain untuk menjalin networking dan hubungan baik dengan hotel kompetitor , hal tersebut juga untuk menarik simpati customer untuk datang ke hotel kita .

Faktanya

Pada waktu yang lain customer yang sama datang lagi ke kota tersebut dan hotel kita menjadi tujuan utama , bukan hotel lain yang lebih besar karena tamu tersebut merasa dilayani dan diuwongke . Mereka memilih menginap di hotel kita.

Baca Juga : Ini Dia Agen Penjual Sukuk Ritel Terbaik Dan Beberapa Saham Baru

REKOMENDASI TEMAN

Ada tren bahwa di era sekarang , konsumen meminta rekomendasi kepada orang lain , khususnya teman , sebelum melakukan pembelian . Era yang mengusung keterhubungan antarorang atau connecting people seperti saat ini membuat percakapan seperti percakapan tentang merek dan produk dengan mudah digelar . Orang dengan gampang mengakses berbagai kanal informasi . Di sisi lain , tren ini membuat masyarakat konsumen tidak lagi mudah percaya pada iklan Pesan iklan tidak lagi ditelan mentah – mentah , tetapi dicek kebenarannya melalui testimoni orang lain .

Kepercayaan

Seperti dikutip dari situs Mashable , survei Forrester mengatakan 70 % dari responden konsumen memercayai merek karena rekomendasi teman – temannya yang dilayani dengan baik . Studi ini dilakukan dengan melibatkan 58 . 000 responden Studi ini juga menemukan 46 % konsumen percaya pada ulasan produk maupun merek dari konsumen lain dan 9 % percaya pada pesan tekstual dari merek . Studi itu juga mengatakan jejaring sosial seperti Facebook menjadi ruang rekomendasi pilihan dan lebih efektif dibanding dengan iklan banner standar . Konsumen , khususnya di Eropa , tampak mulai skeptis terhadap pesan iklan online dari merek .

Mereka lebih percaya rekomendasi teman – temannya .

Sebuah survei tentang perilaku customer menyebutkan bahwa customer akan meninggalkan hotel kita dengan alasan berikut

  • 1 % meninggal dunia
  • 3 % pindah ke kota lain
  • 9 % faktor persaingan
  • 14 % merasa tidak dihargai dan dihormati
  • 68 % sikap SDM yang tidak baik
  • 5 % lain – lain

Good service datang dari orang yang baik dan profesional. Orang profesional tentu memiliki sikap baik , penampilan yang baik , dan knowledge yang memadai.

Sumber : Benk Mintosis

error: Content is protected !!