Indonesia Terapkan New Normal – Tatanan Baru Menghadapi Covid

Apa itu new normal ?

Indonesia Terapkan New Normal – Tatanan Baru Menghadapi Covid – New normal merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memperbolehkan kembali aktifitas seperti normal kembali. Di dalam pelaksanaanya, pemerintah Indonesia memperbolehkan mereka yang berusia dibawah 45 tahun untuk beraktifitas di luar rumah secara normal seperti dedia kala, hal ini dikarenakan karena  mereka yang masih dibawah 45 tahun masih memiliki sistem imunitas yang tinggi, tentu berbeda dengan para lanjut usia yang imunitas tubuhnya kurang bagus yang dikhawatirkan lebih rentan terpapar virus covid 19

Baca Juga : Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Siswi SMP Bunuh Balita

Dapat memperbaiki perekonomian

Pemerintah kita mempunyai tujuan  akan memberlakukan  new normal tersebut dikarenakan kebijakan sebelumnya yakni memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta imbauan pemerintah agar tetap dirumah yang menimbulkan resiko krisis ekonomi yaitu menurunnya kegiatan ekonomi kita yang berdampak pada ekonomi makro  bahkan krisis politik, pemerintah berupaya mencari jalan untuk memulihkan dengan menerapkan new normal agar masyarakat kita dapat melakukan  seperti semula dan diharapkan dapat memperbaiki kondisi perekonomian Negara terutama ekonomi makro agar tidak terulang terjadi krisis ekonomi seperti tahun 1998.

Perekonomian kian merosot

Jika metode PSBB terus dilanjutkan tidak  adanya inovasi baru. Bukan tidak mungkin ancaman krisis politik yang berimbas dari krisis ekonomi besar besaran akan terjadi. Dapat kita lihat hingga saat ini sangat banyak para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja  akibat perekonomian yang kian merosot. Kesenjangan sosial semakin terlihat jelas sehingga dapat membuka peluang terjadinya krisis, dan apabila terjadinya krisis keamanan ini akan menimbulkan kriminalitas seperti maraknya pencurian, perampokan dan kerusuhan massal yang dapat mengancam terjadinya krisis politik.

Pro dan Kontra

Diberlakukannya “new normal” ini banyak juga komentar baik  ,yaitu dengan ada nya pemberlakuan kebijakan baru itu “new normal”  ini dapat melancarkan ekonomi dan produktivitas masyarakat yang sempat terhambat seperti berjualan dan berpergian jauh tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan . Ada juga yang berkomentar negatif, yaitu dengan ada nya “new normal” ini semakin meningkat nya kecenderungan untuk terinfeksi virus corona ini. Masyarakat sudah mulai berkumpul di tempat keramaian  dan sudah mulai ber aktivitas seperti biasa nya juga akan meningkatkan angka masyarakat yang akan terinfeksi virus corona  .dengan diberlakukan nya kebijakan “new normal” ini juga akan meningkatkan produktivitas dan aktivitas  masyarakat di tingkat ekonomi seperti sektor UMKM dapat kembali pulih dan tetap juga untuk melaksanakan protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah  indonesia

Dan dari sisi sektor politik

Dapat meningkatkan kinerja masyarakat yang telah lama berada di rumah karena di pemutusan hubungan kerja  .dan dengan ada nya pemberlakuan “new normal” ini juga masyarakat-masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan bekerja seperti biasa nya dan tetap menjaga kesehatan dan lingkungan  dengan memberlakukan protokol kesehatan pada diri masing-masing dengan memakai masker membawa hand sanitizer, rajin mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak aman  terhadap orang disekeliling. Karena pada masa diberlakukan nya PSBB dan Lockdown banyak masyarakat-masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja  akibat ada nya virus covid-19 ini dan apalagi diberlakukan nya PSBB dan Lockdown dimana masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan diluar  dan harus mematuhi protokol kesehatan apalagi pada saat keluar rumah dan keluar rumah pun hanya untuk hal-hal mendesak saja.

Pertimbangan New Normal

New normal direncanakan secara komprehensif pemerintah. Karena  penerapan new normal seperti pisau bermata dua, bisa menguraikan masalah dan sebaliknya menambah beban lain . Protokol kesehatan dapat dengan mudah dilakukan , namun belum tentu rpraltek pelaksanaannya dilapangan mudah dilakukan.  Untuk itu berbagai wacana dan rencana dari berbagai  teori  perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan kebijakan new normal. Penerapan new normal dapat dilihat pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan terjadi. Lalu bagaimana dengan tingkat pelanggaran protokol kesehatan saat diterapkannya new normal. Pelanggaran protokol kesehatan di masa transisi new normal dapat tergambarkan pada suasana di terminal,bandara , pusat pertokoan, dan transportasi publik. Rupanya tidak berbeda jauh dengan pelanggaran di masa pembatasan social berskala besar

Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

Untuk meningkatkan rasa kepercayaan antar dalam terciptanya kolaborasi. Maka pemenuhan perlindungan sosial, jaminan sosial, maupun pelayanan sosial menjadi hal wajib yang harus dipenuhi . Masyarakat  harus bekerja sama dengan pemerintah dengan baik dan disiplin  karena negara hadir dan peduli. Jangan selalu disalahkan apabila suasana jadi tidak terkenddali. Hal ini dipicu karena kebutuhan primer di tengah wabah yang sangat mendesak. Nasibnya karena merasa tidak aman  dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini. Masyarakat  harus memikirkan bagaimana harus memenuhi kebutuhan pokok hidup keluarganya, bagaimana membayar cicilan / angsuran bank  hutang piutang. Maka untuk itu Pemerintah harus hadir dalam rupa yang maksimal , karena negara memiliki banyak akses sumber daya.

Autan baku dan kebijakan  dirumuskan dengan berpihak pada situasi dan kondisi masyarakat. Bukan justru kebijakan atau aturan  yang menambah beban bagi masyarakat. Pemerintah harus berupaya maksimal membangun kepercayaan, kolaborasi  dengan masyarakat luas

 

Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia

Meliburkan Kegiatan Sekolah

Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mempertimbangkan opsi meliburkan kegiatan sekolah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Fikri mengingatkan Nadiem bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberi rekomendasi untuk meliburkan sekolah guna menjaga kesehatan civitas akademika.”Meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun kampus dalam masa karantina yang ditentukan otorita setempat merupakan salah satu rekomendasi WHO yang bertujuan untuk meminimalkan epidemi virus corona,” kata Faqih dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3). Selain itu, kata Faqih, menjaga kesehatan civitas akademika adalah amanat Pasal 79 dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Saat ini sudah banyak negara yang meliburkan sekolah untuk menghindari penularan corona.

Baca Juga : Kasus Nikita Yang Menjadi Tersangka Penyiksaan Mantan Suaminya

Mengkaji Ulang Opsi

Menurutnya, Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di daerah harus mulai mengkaji opsi tersebut. Dia berharap kesehatan para pelajar menjadi prioritas utama. “Prioritas utama Kemendikbud harus melindungi seluruh warga sekolah, siswa dan guru, serta civitas akademika di kampus mengantisipasi wabah virus corona,” ujarnya. Selain itu, Faqih juga meminta Nadiem merumuskan pedoman prosedur pencegahan dan penanganan virus corona di lingkungan pendidikan. Politisi PKS itu menyarankan Nadiem menekankan pola hidup sehat dan rutinitas olah raga dalam aturan tersebut. “Prosedur penanganan yang komprehensif, berkoordinasi penuh dengan dinas-dinas pendidikan di daerah, serta instansi penanganan wabah seperti kementerian kesehatan dan dinas kesehatan,” ucap Faqih.

Wabah Corona

Sejak 2019, dunia dihebohkan dengan wabah virus corona (Covid-19). Hingga saat ini, ada 95.124 orang di seluruh dunia terpapar corona. Sebanyak 3.254 orang meninggal dunia, sedangkan 51.171 orang lainnya dinyatakan sembuh. Di Indonesia, sudah ada dua orang yang dinyatakan terjangkit virus corona.

Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Situs resmi KawalCOVID19

Praktisi teknologi informasi, Ainun Najib, baru-baru ini membentuk tim KawalCOVID19 sebagai inisiatif untuk “mengawal” informasi terkait persebaran virus corona di Indonesia.   Setelah membuat akun Twitter resmi dengan nama @KawalCOVID19, situs resmi dari inisatif ini pun kini resmi dirilis. Situs tersebut dapat diakses melalui alamat KawalCOVID19.id. Situs ini menampilkan sejumlah informasi serta edukasi seputar kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Isinya, berupa tips-tips yang mudah diaplikasikan oleh setiap orang dan kelompok masyarakat, seperti sekolah, tempat kerja, rumah makan, dan tempat-tempat umum. Situs KawalCOVID19.id juga dapat menampilkan peta di mana saja rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dengan gejala terpapar virus corona.

Update Realtime

Informasi dalam situs maupun akun resmi KawalCOVID19 di Twitter dan Facebook, akan diperbarui secara berkala sehingga akan menampilkan informasi ter-update. Situs resmi KawalCOVID19.id juga memuat sejumlah menu, mulai dari tanya-jawab seputar virus corona, peta kasus global, hingga situs Infeksi Emerging yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu ada pula tautan yang akan mengarahkan ke situs resmi WHO dan UNICEF Indonesia. Melalui keterangan resmi yang diterima KompasTekno, informasi yang disuguhkan dalam situs ini telah dikurasi dan dianalisis dengan mengedepankan poin-poin berdasarkan fakta dan bukti, bukan hipotesis, opini, atau dugaan.

BPJS tidak Dapat Membantu Pasien

BPJS Kesehatan tidak menanggung pasien yang positif terkena virus corona atau Covid-19. Alasannya, karena covid-19 merupakan penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. “Penyakit corona tidak dicover BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah,” ujarnya. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah. Hal tersebut juga sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/MENKES/104/2020. “Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Iqbal melanjutkan.

Biaya Ditanggung Kemenkes

“Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan ditanggung Kemenkes, Pemda, dan atau Sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” lanjut dia. Kendati demikian, BPJS menghimbau agar masyarakat tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan. BPJS juga meminta kepada FKTP untuk memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukkan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat virus corona. “FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Iqbal. Lebih lanjut, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.

Kebersihan Diri

Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” Dari jumlah kasus dari lebih 80.000 di dunia, kematian mencapai lebih dari 3.000 orang. Lebih dari 90% kematian tercatat di Hubei, China namun korban meninggal sejauh ini tercatat di 10 negara lain. Dua WNI positif Covid-19, ‘tidak ada penghentian kegiatan’ di Depok, kata Menkes. Pria Jepang terjangkit virus corona setelah berkunjung ke Indonesia

Benarkah Indonesia tidak mampu mendeteksi virus corona baru?

Korea Selatan mencatat lebih dari 4.200 kasus dengan 476 kasus baru dengan jumlah orang meninggal mencapai 26. Pemimpin sebuah gereja Korea Selatan yang terkait dengan wabah meminta maaf. Sementara itu, Australia memastikan terjadinya penularan dari orang ke orang. Di tengah penyebaran yang meluas ini, bagaimana kita tahu bahwa kita tertular virus ini? Gejala Covid-19 mirip seperti gejala flu ataupun pilek. Pada mulanya, penderita merasa seperti demam dan kemudin diikuti dengan batuk kering. Setelah satu minggu, pasien akan mengalami tersengal-sengal. Masa inkubasi – antara penularan dan menunjukkan gejala – adalah sekitar 14 hari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun sejumlah peneliti mengatakan periode ini dapat memakan waktu 24 hari. Ilmuwan China mengatakan sejumlah orang mungkin tertular sebelum menunjukkan gejala. Berdasarkan data dari 44.000 pasien yang terkena virus corona

Menurut WHO:

  • 81% mengalami gejala ringan
  • 14% mengalami gejala parah
  • 5% mengalami sakit parah
  • Antara 1% dan 2% meninggal karena penyakit ini

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Virus corona ‘kemungkinan berasal dari ular, dan belum ada vaksin’

Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan. Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. “Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu,” kata Diah. Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas. Virus ini telah diidentifikasi sebagai virus corona, yang dapat menyebabkan beragam penyakit mulai dari flu biasa hingga Sars yang mematikan. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Simak Fakta Tentang Virus Corona Serta Asal Usulnya

Simak Fakta Tentang Virus Corona Serta Asal Usulnya – Virus Corona ditemukan oleh sekelompok ahli, untuk pertama kalinya pada 1968. Virus ini terdeteksi terdapat pada mamalia dan juga unggas. Pada sapi dan babi menyebabkan diare dan pada unggas menyebabkan penyakit pernafasan. Pada manusia, gejala mereka yang terkena virus tersebut adalah demam, wajah pucat, dan leher yang seakan tercekik karena sulitnya bernafas. Kata Corona pertama kali diperkenalkan oleh sejumlah ahli virologi dalam sebuah artikel berjudul “Coronaviruses” pada jurnal News and Views pada 1968. Jika merujuk pada “keluarga virus,” Corona masuk dalam subfamily Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronoviridae. Nama coronavirus berasal dari Bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” yang bermakna mahkota atau lingkaran cahaya. Bisa ditebak penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus itu, yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus.

Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Belum Ada Obat

Hingga kini, menurut para ahli, belum ada obat yang secara cespleng bisa mengenyahkan virus ini selamanya. Cara paling jitu agar tidak terkena virus ini adalah tidak berinteraksi dengan mereka yang terkena virus. Dan, untuk menghindari terkena virus ini, salah satunya, banyak-banyak minum air putih agar kerongkongan tetap basah. Sejak kemunculan virus corona pada akhir Desember 2019, pemerintah China sudah melakukan langkah pencegahan tak hanya dengan menutup pasar Huanan. Namun juga menutup Wuhan dan kota di dalam Provinsi Hubei, menghentikan layanan transportasi publik, hingga memperpanjang masa liburan.Libur Tahun Baru Imlek yang dilaporkan berakhir pada 30 Januari, diperpanjang hingga 2 Februari untuk mengurangi massa yang berkumpul. Selain itu, sekolah dan universitas juga ditangguhkan pembukaan tahun ajaran barunya hingga mendapat pemberitahuan lebih lanjut. Menteri Kesehatan Ma Xiaowei menerangkan, saat ini Negeri “Panda” berada dalam masa genting, di mana kemampuan virus untuk menyebar semakin kuat.

Baca Juga : Ini Dia Hasil Otopsi Mendiang Lina Mantan Istri Sule

Berasal Dari Wuhan

virus ini diketahui berasal dari pasar hewan yang terletak di Wuhan, China. Wabah virus ini hampir mirip dengan Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau MERS dan Sindrom Pernapasan Akut Parah atau SARS. Asal mula virus corona ini memang masih ditelusuri oleh para ilmuwan. Namun, dilansir dari Washington Times, laporan terbaru dari Radio Free Asia menyebutkan bahwa asal mula virus corona ini dari sebuah laboratorium di Wuhan. Laboratorium tercanggih di China ini berada di Wuhan National Biosafety Laboratory yang dibuka pada Januari 2018 lalu.Disebut-sebut laboratorium ini mendapat deklarasi dari China dan menjadi pusat virus-virus paling mematikan di dunia. Seorang mantan intelijen militer Israel, Dany Shoham menyebutkan jika laboratorium tersebut terkait dengan program pembuatan senjata biologi oleh Beijing.Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa senjata biologi ini termasuk dalam bagian riset militer yang bersifat rahasia dan sangat ditutup-tutupi.

Sudah Ada Peringatan Di Tahun 2017

Jika hal ini benar, maka fenomena ini mengingatkan pada tahun 2017 silam saat seorang ilmuwan memperingatkan mengenai kedatangan sebuah virus mirip SARS yang sewaktu-waktu dapat lepas dari laboratorium tersebut. Kecurigaan terhadap laboratorium tersebut bermula dari lokasinya yang terletak 32 kilometer dari Pasar Seafood Huanan. Walaupun dirancang dengan standar biosafety level 4, tidak bisa dipungkiri jika ada virus yang lolos dari laboratorium ini. Pendapat ini bahkan diyakini oleh beberapa ilmuwan. Walaupun ada juga yang merasa jika hal tersebut tidak mungkin terjadi dan laboratorium ini sama sekali tidak berkaitan dengan penyebaran virus corona. Hingga saat ini, asal mula virus corona memang masih menimbulkan perdebatan sengit antar ilmuwan. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum mengambil kesimpulan dari kemunculan virus corona ini.

Diduga Dari Pasar Huanan Wuhan

Pasar Huanan di Wuhan, Cina, adalah satu tempat yang langsung diisolasi setelah virus corona merebak. Pasar ini ditengarai sebagai tempat awal munculnya virus corona. Ditutup pada 1 Januari 2020. Nama resmi dari Pasar Huanan adalah Huanan Seafood Wholesale Market. Tempat ini dikenal sebagai pasar basah karena di sana didominasi aktivitas pemotongan berbagai jenis hewan, seperti ayam, keledai, domba, babi, rubah, musang, tikus, landak, kelinci, kelelawar, koala, ular, dan salamander. Pasar basah seperti ini umum di Cina. Tak jauh dari tempat pemotongan hewan, ada kedai makanan laut yang menyuguhkan ikan dan udang segar. Pasar basah membuat kontak antara manusia, hewan yang masih hidup, dan binatang yang sudah dipotong menjadi sangat dekat. “Ini pasar hewan yang diatur dengan buruk, ditambah perdagangan satwa liar ilegal jadi peluang bagi virus untuk menyebar dari hewan liar ke manusia,” kata Direktur Eksekutif Program Kesehatan Wildlife Conservation Society dalam pernyataan resmi.

Penjualan Satwa Liar

Kondisi ini diduga menjadi pemicu munculnya virus. “Asal mula virus corona adalah satwa liar yang dijual secara ilegal di pasar makanan laut Wuhan,” kata Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina. Perdagangan hewan liar itu didorong tingginya permintaan makanan dan bahan-bahan obat tradisional. Belum lama ini, sebuah riset menjelaskan kemungkinan lain, bahwa Pasar Huanan bukan sumber awal munculnya virus corona. Analisis ini berdasarkan uraian dalam jurnal The Lancet yang dipublikasikan Science Magazine, pada 26 Januari 2020. Makalah The Lancet yang ditulis oleh sejumlah peneliti dari beberapa institusi menunjukkan runutan kasus virus corona. Menurut para peneliti, kasus paling awal infeksi virus corona terjadi pada 1 Desember 2019. Dan pasien tidak memiliki hubungan dengan pasar makanan laut.

Kejadian Luar Biasa

WHO telah merilis status infeksi virus 2019-nCov ini sebagai fenomena outbreak atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) guna meningkatkan kewaspadaan tingkat global. Angka kejadian penyakit terus dilaporkan perkembangannya, dan sejauh ini kasus terkonfirmasi terbanyak ada di China – sebagai lokasi asal penyakit, kemudian Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Nepal, Vietnam, Prancis, dan Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, berdasarkan rilis Kemenkes RI belum ada laporan kasus terkonfirmasi infeksi pernapasan akibat Coronavirus.   Asal-usul dari virus ini serta bagaimana ia ditularkan antarmanusia masih terus diteliti. Sekadar wawasan bagi Anda, virus 2019-nCov yang kasus pertamanya di daerah Wuhan, China ini dalam kajian biologi merupakan jenis virus dari famili coronaviridae sebagaimana virus infeksi pernapasan SARS-Cov yang populer pada awal 2000-an serta virus MERS-Cov di daerah Arab yang beberapa tahun terakhir diperbincangkan dan populer pada momen-momen haji maupun umrah.

Banyak analisis yang disuguhkan mengenai asal penyakit ini.

Berdasarkan rilis dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), coronavirus diduga bersifat zoonosis, yaitu mulanya ditularkan melalui hewan. Hal ini ditengarai dari susunan genetik virusnya yang masih satu famili dengan SARS, yang inangnya adalah jenis musang dan mamalia sejenis; serta MERS, yang ditularkan melalui perantara hewan ternak khususnya unta. Banyak sekali jenis coronavirus yang telah diketahui oleh peneliti, dan yang diketahui menginfeksi manusia baru enam jenis termasuk 2019-nCov, SARS, dan MERS dengan karakteristiknya masing-masing.   Selain itu, kasus-kasus laporan pertama berada di daerah yang dekat dengan lokasi pasar hewan di daerah Wuhan. Salah satu yang sedang ditelusuri adalah kemungkinannya berasal dari ular, kelelawar dan hewan liar lainnya, meski tidak menutup kemungkinan penyebarannya melalui daging hewan ternak atau hewan laut. Laporan kasus infeksi ini diketahui berada di lingkungan yang dekat dengan perdagangan hewan.

Seperti Flu Biasa

Meski diduga berasal dari hewan, coronavirus ini diperkirakan telah melewati serangkaian mutasi pada dirinya sehingga bisa menginfeksi manusia.   Infeksi 2019-nCov ini menyerang organ pernapasan atas maupun bawah, menempel pada lapisan saluran napas mulai hidung, tenggorokan, sampai paru. Dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat tanpa gejala atau hanya seperti flu biasa. Namun mengingat masa inkubasi penyakit ini sekitar 2 sampai 14 hari, maka dalam rentang waktu ini kondisi tubuh perlu dicermati. Virus ini ditularkan antar manusia melalui udara dari batuk atau bersin, kontak kulit, atau setelah memegang tempat yang terpapar virus.

Gejala Mirip Infeksi Pernafasan

infeksi pernapasan akibat coronavirus secara umum adalah demam, sesak, susah bernapas dan sesak, diikuti gejala lain seperti nyeri sendi, letih, mual muntah dan penurunan nafsu makan. Dapat memberat pada kasus pasien dengan imun yang lemah atau telah memiliki penyakit tertentu sebelumnya. Pada kondisi tertentu, penyakit ini menyebabkan pnemunonia (radang paru-paru).   khususnya daerah Wuhan dan sekitarnya, kontak dengan penderita maupun orang yang usai berkunjung ke sana atau daerah dengan laporan kasus penyakit coronavirus ini. Ketika ada keluhan saluran pernapasan yang tidak membaik setelah beberapa hari sebagaimana di atas, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

7 fakta penting virus corona berikut ini.

  1. Virus Corona Memiliki Kesamaan dengan SARS dan MERS

Virus corona dikatakan masih satu keluarga dengan SARS dan MERS yang juga merupakan virus mematikan dan pernah menggegerkan dunia pada tahun 2002 dan 2012. Sama seperti corona, SARS juga pertama kali ditemukan di Cina, tepatnya di Guangdong. Sedangkan viurs MERS pertama kali diindentifikasi di Jeddah, Arab Saudi. SARS dan MERS sama-sama telah menyebar ke puluhan negara, menjangkit ribuan orang dan menewaskan ratusan orang. Kesamaan dari ketiga virus ini sama-sama berhasil menyebar melalui hewan. Untuk kasus SARS dan corona, keduanya berasal dari kelelawar sedangkan MERS melalui daging unta dan susunya. Tidak hanya itu, ketiganya juga sama-sama memiliki gejala yang hampir sama yaitu gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.

  1. Virus Corona Telah Berevolusi

Sejak pertama kali diidentifikasi pada bulan Desember 2019, Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Max Xiaowei mengatakan virus corona telah berevolusi sehingga penyebarannya menjadi lebih cepat. Bisa berkembang hingga berevolusi dengan cepat, ditakutnya kasus terjangkit virus ini akan semakin cepat dan semakin luas.

  1. Belum Ada Vaksin yang Bisa Menjinakkan Virus Corona

Dilansir dari WHO (World Health Organization), sampai sekarang baik pihak Cina atau negara-negara lain yang sudah dikonfirmasi terjangkit virus ini belum menemukan vaksin untun menyembuhkan atau memusnahkan virus mematikan corona. Untuk saat ini, penanganan yang bisa diberikan oleh pihak medis terhadap korban-korban yang terjangkit penyakit ini adalah penanganan medis penerapan sistem isolasi terhadap kepada korban yang terjangkit.

  1. Virus Corona Pertama Kali Ditularkan dari Hewan Liar

Virus corona dipercaya pertama kali muncul di akhir tahun lalu di sebuah pasar makanan di Wuhay yang ditelah dikatakan secara ilegal menjual satwa liar. Diduga virus ini bisa menular ke manusia berasal dari ular dan kelelawar. Kedua jenis binatang ini biasa dijual di Pasar Makanan Laut Huanan untuk dikonsumsi.

  1. Cina Mengeluarkan Uang Hingga Rp199 Triliun karena Coronavirus

Pemerintah Cina mengatakan telah melakukan alokasi dana sebesar US$8,74 miliar atau sekitar Rp199 triliun untuk memerangi penyebaran virus corona. Komisi Reformasi dan Pembangungan Nasional Cina mengatakan telah menggelotorkan dana hingga mencapai 300 juta yuan atau sekitar Rp589 miliar untuk pembangunan rumah sakit dadakan untuk merawat korban terjangkit virus ini.

  1. Perusahaan Smartphone Asal Cina Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Coronavirus

Perusahaan smartphone asal Cina, Xiaomi menciptakan aplikasi pendekteksi virus corona, bernama Xiaomi xiaoAi Shorcut dengan nama fitur ‘Real-Time Pneumonia Epidemic’. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi terbaru mengenai informasi epidemi corona virus. Jika Anda salah satu pengguna produk smartphone Xiaomi bisa mencoba mendownload dan menggunakan fitur ini untuk melindungi diri. Terutama ketika Anda sedang berpergian keluar negeri dan ke lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan internasional.

  1. Pasien Virus Corona di China Sembuh Tanpa Vaksin

Kabar baik, pasien pertama yang sembuh dari virus corona adalah pria berusia 23 tahun yang merupakan seorang pekerja di stasiun kereta Hankou tapi menetap di Wuhan. Selain itu ada juga wanita lansia usia 87 juga dinyatakan telah sembuh dari virus corona. Sampai saat ini telah dikonfirmasikan sudah ada 51 pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona

Gejala Terjangkit  Virus Corona

Bagi Anda yang baru saja selesai dari berlibur atau baru selesai berkunjung dari luar negeri dan merasa tidak enak badan atau sakit, pelajari perubahan ada tubuh Anda apakah ada yang sama dengan gejala-gejala yang ditunjukkan jika terjangkit virus corona.

Berikut gejala awal terjangkit virus corona:

  • Mengalami gangguan pernapasan
  • Batuk
  • Demam tinggi mencapai 38 derajat celcius
  • Sesak napas
  • Hidung meler
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot

sumber :

error: Content is protected !!