Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia

Meliburkan Kegiatan Sekolah

Update Terkini Virus Corona (COVID-19) Di Indonesia – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mempertimbangkan opsi meliburkan kegiatan sekolah guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Fikri mengingatkan Nadiem bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberi rekomendasi untuk meliburkan sekolah guna menjaga kesehatan civitas akademika.”Meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun kampus dalam masa karantina yang ditentukan otorita setempat merupakan salah satu rekomendasi WHO yang bertujuan untuk meminimalkan epidemi virus corona,” kata Faqih dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3). Selain itu, kata Faqih, menjaga kesehatan civitas akademika adalah amanat Pasal 79 dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Saat ini sudah banyak negara yang meliburkan sekolah untuk menghindari penularan corona.

Baca Juga : Kasus Nikita Yang Menjadi Tersangka Penyiksaan Mantan Suaminya

Mengkaji Ulang Opsi

Menurutnya, Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di daerah harus mulai mengkaji opsi tersebut. Dia berharap kesehatan para pelajar menjadi prioritas utama. “Prioritas utama Kemendikbud harus melindungi seluruh warga sekolah, siswa dan guru, serta civitas akademika di kampus mengantisipasi wabah virus corona,” ujarnya. Selain itu, Faqih juga meminta Nadiem merumuskan pedoman prosedur pencegahan dan penanganan virus corona di lingkungan pendidikan. Politisi PKS itu menyarankan Nadiem menekankan pola hidup sehat dan rutinitas olah raga dalam aturan tersebut. “Prosedur penanganan yang komprehensif, berkoordinasi penuh dengan dinas-dinas pendidikan di daerah, serta instansi penanganan wabah seperti kementerian kesehatan dan dinas kesehatan,” ucap Faqih.

Wabah Corona

Sejak 2019, dunia dihebohkan dengan wabah virus corona (Covid-19). Hingga saat ini, ada 95.124 orang di seluruh dunia terpapar corona. Sebanyak 3.254 orang meninggal dunia, sedangkan 51.171 orang lainnya dinyatakan sembuh. Di Indonesia, sudah ada dua orang yang dinyatakan terjangkit virus corona.

Baca juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

Situs resmi KawalCOVID19

Praktisi teknologi informasi, Ainun Najib, baru-baru ini membentuk tim KawalCOVID19 sebagai inisiatif untuk “mengawal” informasi terkait persebaran virus corona di Indonesia.   Setelah membuat akun Twitter resmi dengan nama @KawalCOVID19, situs resmi dari inisatif ini pun kini resmi dirilis. Situs tersebut dapat diakses melalui alamat KawalCOVID19.id. Situs ini menampilkan sejumlah informasi serta edukasi seputar kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Isinya, berupa tips-tips yang mudah diaplikasikan oleh setiap orang dan kelompok masyarakat, seperti sekolah, tempat kerja, rumah makan, dan tempat-tempat umum. Situs KawalCOVID19.id juga dapat menampilkan peta di mana saja rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dengan gejala terpapar virus corona.

Update Realtime

Informasi dalam situs maupun akun resmi KawalCOVID19 di Twitter dan Facebook, akan diperbarui secara berkala sehingga akan menampilkan informasi ter-update. Situs resmi KawalCOVID19.id juga memuat sejumlah menu, mulai dari tanya-jawab seputar virus corona, peta kasus global, hingga situs Infeksi Emerging yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu ada pula tautan yang akan mengarahkan ke situs resmi WHO dan UNICEF Indonesia. Melalui keterangan resmi yang diterima KompasTekno, informasi yang disuguhkan dalam situs ini telah dikurasi dan dianalisis dengan mengedepankan poin-poin berdasarkan fakta dan bukti, bukan hipotesis, opini, atau dugaan.

BPJS tidak Dapat Membantu Pasien

BPJS Kesehatan tidak menanggung pasien yang positif terkena virus corona atau Covid-19. Alasannya, karena covid-19 merupakan penyakit yang dapat menimbulkan wabah. Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. “Penyakit corona tidak dicover BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah,” ujarnya. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah. Hal tersebut juga sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/MENKES/104/2020. “Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Iqbal melanjutkan.

Biaya Ditanggung Kemenkes

“Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan ditanggung Kemenkes, Pemda, dan atau Sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” lanjut dia. Kendati demikian, BPJS menghimbau agar masyarakat tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan. BPJS juga meminta kepada FKTP untuk memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukkan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat virus corona. “FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Iqbal. Lebih lanjut, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.

Kebersihan Diri

Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” Dari jumlah kasus dari lebih 80.000 di dunia, kematian mencapai lebih dari 3.000 orang. Lebih dari 90% kematian tercatat di Hubei, China namun korban meninggal sejauh ini tercatat di 10 negara lain. Dua WNI positif Covid-19, ‘tidak ada penghentian kegiatan’ di Depok, kata Menkes. Pria Jepang terjangkit virus corona setelah berkunjung ke Indonesia

Benarkah Indonesia tidak mampu mendeteksi virus corona baru?

Korea Selatan mencatat lebih dari 4.200 kasus dengan 476 kasus baru dengan jumlah orang meninggal mencapai 26. Pemimpin sebuah gereja Korea Selatan yang terkait dengan wabah meminta maaf. Sementara itu, Australia memastikan terjadinya penularan dari orang ke orang. Di tengah penyebaran yang meluas ini, bagaimana kita tahu bahwa kita tertular virus ini? Gejala Covid-19 mirip seperti gejala flu ataupun pilek. Pada mulanya, penderita merasa seperti demam dan kemudin diikuti dengan batuk kering. Setelah satu minggu, pasien akan mengalami tersengal-sengal. Masa inkubasi – antara penularan dan menunjukkan gejala – adalah sekitar 14 hari, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun sejumlah peneliti mengatakan periode ini dapat memakan waktu 24 hari. Ilmuwan China mengatakan sejumlah orang mungkin tertular sebelum menunjukkan gejala. Berdasarkan data dari 44.000 pasien yang terkena virus corona

Menurut WHO:

  • 81% mengalami gejala ringan
  • 14% mengalami gejala parah
  • 5% mengalami sakit parah
  • Antara 1% dan 2% meninggal karena penyakit ini

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

Virus corona ‘kemungkinan berasal dari ular, dan belum ada vaksin’

Diah melanjutkan proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan. Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. “Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu,” kata Diah. Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas. Virus ini telah diidentifikasi sebagai virus corona, yang dapat menyebabkan beragam penyakit mulai dari flu biasa hingga Sars yang mematikan. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Viral Anjing Merusak Paspor Untuk Mencegah Majikannya Pergi Ke Wuhan

Viral Anjing Merusak Paspor Untuk Mencegah Majikannya Pergi Ke Wuhan –  Anjing merupakan hewan peliharaan yang dekat dengan manusia. Hal tersebut membuat anjing dan manusia bisa menjadi sahabat. Bahkan karena sudah sangat dekat, terkadang anjing merasa tidak rela apabila ditinggalkan sendirian. Seperti yang persis terjadi di Taiwan saat seekor anjing jenis Golden Retriever tidak rela majikannya pergi. Saking tidak rela ditinggal pergi, anjing tersebut sampai merusak paspor milik majikannya. Sang majikan melalui akun Facebook @Kimi0611 pada 13 Januari 2013 mengungkapkan kekesalannya pada anjing tersebut karena merusak paspor. Alhasil, Kimi harus menunda agendanya bepergian mengunjungi Wuhan, salah satu kota di China.

Merasa Bersyukur

Rusaknya paspor tersebut, membuat perempuan asal Taiwan menunda perjalannya ke Wuhan. Tak berselang lama, Kimi malah bersyukur karena paspornya rusak. Seperti diketahui, Wuhan sedang mewabah virus Corona yang bisa menginfeksi siapa saja. Paspornya rusak Siapa sih yang tidak kesal dengan perilaku hewan peliharaan yang merusak barang berharga? Hal tersebut persis seperti yang dirasakan perempuan dengan akun Facebook @Kimi0611. Akun Facebook tersebut mengunggah ungkapan rasa kesalnya pada anjing peliharaan berjenis Golden Retriver karena merusak paspornya. Padahal Kimi dijadwalkan ada agenda bepergian menuju China tepatnya kota Wuhan.

“Setelah saya kembali ke kamar dan menemukan hal semacam ini. Adakah seseorang yang dapat membantu saya menyelesaikan masalah ini (membenarkan paspor)?” Ujar akun Facebook @Kimi0611 pada 13 Januari 2029.

Banyak Warganet Yang Memberi Pujian

Pada postingan aslinya, banyak warganet yang memberikan pujian pada sang anjing serta membagikan postingan sebanyak puluhan kali. Seorang wanita asal Taiwan bernama Kim berencana pergi ke Wuhan, China untuk liburan pada akhir Januari 2020. Sayangnya, ia gagal traveling karena anjing Golden Retriever-nya merusak dan mengoyak paspor. Pada tanggal 13 Januari 2020, ia cukup terkejut setelah melihat anjingnya mengubah paspor miliknya menjadi gumpalan kertas tak berharga. Tidak ada satu halaman pun dari paspor yang masih utuh.

Postingan yang dibagikan berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan puluhan ribu Like. Sebenarnya 9Gag hanya membagikan postingan asli milik sebuah akun Facebook bernama Kimi0611. Saat itu, virus Corona tidak terlalu serius terutama dalam hal pemberitaan. Kini virus Corona menjadi perhatian dunia karena telah menginfeksi 2.014 orang dan menyebabkan 56 orang meninggal dunia. Wuhan menjadi kota yang menjadi sorotan karena kini kota tersebut diisolasi sebagai akibat dari sumber penemuan virus Corona.

Komentar Warganet

Aksi sang anjing yang merusak paspor majikannya tersebut mendapatkan beragam komentar dari warganet. “Anjingnya seperti punya feeling yang luar biasa padamu. Aku sangat ingin memiliki anjing seperti itu,” kata Huang Wei.

Kalo aku jadi kamu maka aku akan langsung membunuhnya…dengan pelukan dan kasih sayang,” komentar Naruto From Dbz.

Wanita itu kembali memposting cerita di Facebook, dan mengatakan bahwa anjing kesayangannya telah melindunginya.

“Kalian ingat paspor?

Anjing ini benar-benar melindungi saya. Setelah paspor saya terkoyak, virus mulai menyebar ke tempat yang semula saya rencanakan. Jika saya memikirkannya sekarang, itu sangat menyentuh. Untungnya, anjing ini menghalangi saya untuk melakukan perjalanan,” tulisnya dalam keterangan. Membaca kisah yang diunggah wanita itu, banyak warganet memuji anjing dan menyebutnya sebagai ‘anjing terbaik di dunia’ karena sudah menyelamatkan nyawa pemiliknya.

Virus Corona

Seperti diketahui, baru-baru ini virus Corona cukup membuat banyak orang merasa ketakutan. Hal tersebut dikarenakan virus ini bisa menyebabkan infeksi dan sangat rentan menular. Corona bahkan disebut sindrom pernapasan akut parah. Wuhan menjadi kawasan yang terdampak virus Corona. Fakta virus Corona mewabah di Wuhan membuat Kimi merasa tercekat. Pasalnya, ia menunda kunjungannya ke Wuhan karena anjing peliharaan merusak paspornya. Kini ia malah berterimakasih sekali pada anjing betina tersebut karena dianggap sudah melindungi Kimi dari ancaman virus Corona. Konon katanya, hewan memang memiliki indra keenam yang bisa meramalkan potensi bencana yang akan terjadi. Entah bisa dipercaya atau tidak, namun hal tersebut kini sedang dirasakan perempuan Taiwan yang tidak jadi berkunjung ke Wuhan karena paspornya di rusak anjingnya sendiri. Ia pun kini sangat bersyukur paspornya rusak dan terselamatkan dari wabah virus Corona yang ada di Wuhan.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

“Good girl. Thanks for you protect me again. I’m so lucky to meet you in my life. love you more my baby girl” ujar akun Facebook @Kimi0611 pada Senin (27/1/2020).

Pasien Dalam Pemulihan

Sementara itu, China telah mengumumkan penyembuhan potensial untuk virus corona karena salah satu pasien dikatakan sedang dalam pemulihan. Dilansir dari Reuters, kasus penularan awal terjadi pada 8 Desember 2019. Pada 31 Desember investigasi dimulai. Sebanyak 27 kasus pneumonia yang tidak diketahui asal mulanya terjadi. Kemudian tanggal 1 Januari pasar tradisional makanan laut, Huanan, dicurigai sebagai sumber virus. Lalu ditutup secara resmi. Pasar Huanan adalah sebuah pasar tradisional di Wuhan, yang menjual berbagai jenis hewan. Pihak berwenang baru mengidentifikasi virus corona pada 10 Januari, setelah sebuah kasus kematian terjadi pada 9 Januari.

Banyak Korban Meninggal

Hingga Senin (27/1/2020), Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi. Dilansir AFP Senin (27/1/2020), otoritas di Provinsi Hubei mengonfirmasi adanya 371 kasus serta 24 korban kematian yang baru. Jumlah 80 korban meninggal akibat virus corona merupakan lonjakan tajam setelah sehari sebelumnya (26/1/2020), China mengumumkan 56 kematian. Selain itu, kasus baru yang diumumkan pemerintah Hubei membuat angka mereka yang terinfeksi mencapai lebih dari 2.300 orang jika digabung data dari otoritas pusat.

Gejala Virus Corona dan Cara Mencegahnya

Gejala virus corona baru ini meliputi demam, batuk serta sulit bernafas. Baru-baru ini, sebuah studi menyebut bahwa gejala virus ini hampir sama dengan yang disebabkan SARS. Namun, ada sejumlah perbedaan, yakni tidak ada gejala gangguan saluran pernafasan seperti sakit tenggorokan, bersin dan pilek.

Menular dari Manusia ke Manusia

Penting kenali gejala virus corona dan cara penularannya. Menurut (CDC) Centers of Disease Control and Prevention, dalam kasus terbatas, virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia. Namun, penularan utamanya dari hewan ke manusia, seperti yang diungkap oleh DCD, bahwa virus corona dapat menyebar dari seseorang yang telah terinfeksi lewat udara, seperti dari batuk atau bersin. Selain itu, bisa juga melalui sentuhan atau berjabat tangan, melalui benda yang menyentuh mulut, mata, atau hidung sebelum kamu mencuci tangan.

Mencegah Penyebaran Virus Corona

Penting kenali gejala virus corona, karena sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk virus corona. Tetapi, kita masih bisa mencegah supaya virus tidak menyebar luas. Beberapa cara bisa kamu lakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Cara untuk mencegah penyebaran diantaranya selalu menjalankan pola hidup sehat, sering cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik. Selain itu, pastikan pula tangan, jari dan kuku selalu bersih dari kuman, hindari menyentuh mulut, hidung atau mata dengan tangan yang kotor. Kemudian, hindari kontak secara berdekatan dengan orang sakit, dan selalu gunakan masker.

Fakta Terbaru Penyebaran Virus Corona

Diketahui virus corona punya bentuk fisik bulat dengan ukuran 100-120 nanometer. Itulah alasannya pencegahan infeksi virus tersebut efektinya menggunakan masker, namun maskernya harus yang berpori lebih kecil di bawah 100 nanometer. Host specific adalah sifat dari virus corona yang menyebar secara langsung dari manusia ke manusia melalui batuk atau bersin. Penting untuk kenali gejala virus corona karena virus tersebut tidak akan stabil saat berada di udara, hanya bertahan 3 jam saja. Sehingga, penularannya lewat udara kemungkinannya kecil.

Menyerang Sistem Pernafasan

Dibandingkan virus lainnya, virus corona punya perbedaan bila dibandingkan dengan virus lainnya, karena virus ini mampu memberikan dampak fatal bagi pengidapnya. Bahkan, jika pori-pori masuk ke paru-paru akan menyebabkan pneumonia yakni peradangan yang diakibatkan oleh virus dan mikroorganisme lainnya. Kondisi tersebut membuat pertukaran oksigen jadi sulit, bahkan pengidapnya pun dapat mengalami kegagalan pernafasan. Masa inkubasi virus corona selama rentang waktu jam 02 WIB adalah 2-14 hari, sehingga kalau ada seseorang dicurigai terjangkit virus corona harus secepatnya diisolasi dan diobservasi.

Bisa Muncul Tanpa Gejala

Penting kenali gejala virus corona karena virus ini bisa muncul. Hingga sekarang penelitian virus corona masih terus dilakukan. Sebagian besar yang dirasakan adalah sesak nafas, flu, batuk, dan demam. Para dokter melakukan penelitian di Hong Kong. Orang yang terjangkit virus ini bisa saja mendadak sakit tanpa disertai gejala umum seperti pengidap sebelumnya. Hal itu ditemukan pasca tim peneliti melaksanakan observasi kepada 6 anggota keluarga yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Cina dari tanggal 15-16 Januari. Terdapat satu dari enam anggota keluarga yang tidak pergi ke Cina, dan tidak mau menunjukkan kalau tubuhnya memiliki gejala virus corona. Tetapi, ketika dilakukan pemeriksaan pada bagian paru-parunya tampak mengalami gangguan pernafasan. Artinya ia sebelumnya tidak pernah mengalami gejala umum seperti flu, batuk atau demam.

 Belum Ada Obat untuk Infeksi Virus Corona

Dokter spesialis paru Faisal Yunus, virus corona yang saat ini menyebar di dunia belum ada obatnya. Dia mengatakan, infeksi virus tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. “Bila daya tahan baik, bisa sembuh sendiri,” kata Faisal ketika dihubungi lewat pesan pada Senin (27/1/2020). “Maka bila ada yang sembuh makan bawang putih, sembuhnya ini kemungkinan memang sembuh sendiri. Jadi bila tidak makan bawang putih pun dia bisa sembuh,” ujarnya. Selain itu, Faisal mengatakan bahwa penyembuhan setiap pasien yang sudah terkena pneumonia pun juga berbeda-beda. Hal itu tergantung dari daya tahan pasien serta virus itu sendiri. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu dalam konferensi persnya pada Rabu pekan lalu mengatakan, belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona strain baru ini.

“Novel coronavirus belum ada. Jadi yang diobati adalah gejalanya bukan langsung kepada penyebabnya,” kata Wiendra di gedung Kemenkes, Jakarta.  Perawat yang berbicara secara anonim menyampaikan data versinya melalui video online. “Saya berada di area di mana virus corona dimulai,” katanya di awal video. Kota Wuhan, Provinsi Hubei, adalah pusat penyebaran penyakit mirip SARS ini. “Saya di sini untuk mengatakan yang sebenarnya,” lanjut perawat tersebut yang berbicara dengan mengenakan masker wajah penuh. “Pada saat ini, provinsi Hubei, termasuk daerah Wuhan, bahkan China, 90.000 orang telah terinfeksi oleh virus Corona,” ujarnya, seperti dikutip New York Post. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan angka statistik yang serius tersebut. Video perawat “Whistleblower Coronavirus” ini viral dan sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di YouTube. Klaim perawat ini belum bisa diverifikasi secara independen.

Viral Virus Corona Yang Mengkhawatirkan Seluruh Dunia Dan Fakta Virus

Viral Virus Corona Yang Mengkhawatirkan Seluruh Dunia Dan Fakta Virus – Gejala virus corona yang telah membuat geger masyarakat dunia, dan cara mencegahnya penting bagi kamu untuk mengenalinya. Sebab, virus corona menyebar sangat cepat dan sudah menyebabkan kematian banyak orang di beberapa negara, terutama di China. Dirangkum dari berbagai sumber, menurut Centers of Disease Control and Prevention, virus corona masih keluarga dari virus penyebab penyakit pernafasan, seperti flu. Penting untuk bisa mengetahui gejalanya, karena pada beberapa kasus, virus ini bisa mengakibatkan penyakit saluran pernafasan bawah, seperti bronkhitis dan pneumonia.

Gejala Virus Corona dan Cara Mencegahnya

Gejala virus corona baru ini meliputi demam, batuk serta sulit bernafas. Baru-baru ini, sebuah studi menyebut bahwa gejala virus ini hampir sama dengan yang disebabkan SARS. Namun, ada sejumlah perbedaan, yakni tidak ada gejala gangguan saluran pernafasan seperti sakit tenggorokan, bersin dan pilek.

Menular dari Manusia ke Manusia

Penting kenali gejala virus corona dan cara penularannya. Menurut (CDC) Centers of Disease Control and Prevention, dalam kasus terbatas, virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia. Namun, penularan utamanya dari hewan ke manusia, seperti yang diungkap oleh DCD, bahwa virus corona dapat menyebar dari seseorang yang telah terinfeksi lewat udara, seperti dari batuk atau bersin. Selain itu, bisa juga melalui sentuhan atau berjabat tangan, melalui benda yang menyentuh mulut, mata, atau hidung sebelum kamu mencuci tangan.

Mencegah Penyebaran Virus Corona

Penting kenali gejala virus corona, karena sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk virus corona. Tetapi, kita masih bisa mencegah supaya virus tidak menyebar luas. Beberapa cara bisa kamu lakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Cara untuk mencegah penyebaran diantaranya selalu menjalankan pola hidup sehat, sering cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik. Selain itu, pastikan pula tangan, jari dan kuku selalu bersih dari kuman, hindari menyentuh mulut, hidung atau mata dengan tangan yang kotor. Kemudian, hindari kontak secara berdekatan dengan orang sakit, dan selalu gunakan masker.

Banyak Orang Meninggal Dunia

Kenali gejala virus corona karena di sejumlah negara sudah banyak orang yang meninggal dunia akibat serangan virus tersebut. The New York Times merilis, pada tanggal 25 Januari 2020, tercatat sudah hampir 1.300 kasus, dan terkonfirmasi sebanyak 41 kematian berhubungan dengan 2019-nCoV di China. Kemudian, tanggal 24 Januari, di Amerika Serikat terdapat  orang kedua seorang perempuan warga Chicago, telah dipastikan terjangkit virus corona. Sedangkan, kasus pertamanya seorang pria warga negara bagian Washington. Kedua orang tersebut baru saja pulang dari kota Wuhan, China.

Menyebar di Beberapa Negara

Kenali gejala virus corona yang kasus pertamanya dilaporkan terjadi di kota Wuhan, China tanggal 31 Desember 2019. Sejak itu menyebar ke beberapa negara lain, diantaranya Thailand, Republik Korea, Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Australia, dan beberapa negara lainnya.

Fakta Terbaru Penyebaran Virus Corona

Diketahui virus corona punya bentuk fisik bulat dengan ukuran 100-120 nanometer. Itulah alasannya pencegahan infeksi virus tersebut efektinya menggunakan masker, namun maskernya harus yang berpori lebih kecil di bawah 100 nanometer. Host specific adalah sifat dari virus corona yang menyebar secara langsung dari manusia ke manusia melalui batuk atau bersin. Penting untuk kenali gejala virus corona karena virus tersebut tidak akan stabil saat berada di udara, hanya bertahan 3 jam saja. Sehingga, penularannya lewat udara kemungkinannya kecil.

Menyerang Sistem Pernafasan

Dibandingkan virus lainnya, virus corona punya perbedaan bila dibandingkan dengan virus lainnya, karena virus ini mampu memberikan dampak fatal bagi pengidapnya. Bahkan, jika pori-pori masuk ke paru-paru akan menyebabkan pneumonia yakni peradangan yang diakibatkan oleh virus dan mikroorganisme lainnya. Kondisi tersebut membuat pertukaran oksigen jadi sulit, bahkan pengidapnya pun dapat mengalami kegagalan pernafasan. Masa inkubasi virus corona selama rentang waktu jam 02 WIB adalah 2-14 hari, sehingga kalau ada seseorang dicurigai terjangkit virus corona harus secepatnya diisolasi dan diobservasi.

Bisa Muncul Tanpa Gejala

Penting kenali gejala virus corona karena virus ini bisa muncul. Hingga sekarang penelitian virus corona masih terus dilakukan. Sebagian besar yang dirasakan adalah sesak nafas, flu, batuk, dan demam. Para dokter melakukan penelitian di Hong Kong. Orang yang terjangkit virus ini bisa saja mendadak sakit tanpa disertai gejala umum seperti pengidap sebelumnya. Hal itu ditemukan pasca tim peneliti melaksanakan observasi kepada 6 anggota keluarga yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Cina dari tanggal 15-16 Januari. Terdapat satu dari enam anggota keluarga yang tidak pergi ke Cina, dan tidak mau menunjukkan kalau tubuhnya memiliki gejala virus corona. Tetapi, ketika dilakukan pemeriksaan pada bagian paru-parunya tampak mengalami gangguan pernafasan. Artinya ia sebelumnya tidak pernah mengalami gejala umum seperti flu, batuk atau demam.

Wabah Corona

Saat ini, masyarakat tengah di khawatirkan oleh virus corona yang dianggap mematikan. Karena, virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini telah memakan korban sebanyak 56 jiwa serta sebanyak 1.975 orang di Tiongkok diidentifikasi terserang virus ini. Hal ini menyebabkan banyak rumah sakit di Tiongkok dipadati oleh pasien. Petugas rumah sakit pun dikerahkan dan harus siaga berjaga setiap saat. Disaat kesibukan yang tengah melanda, viral sebuah video di media sosial Tiongkok yang memperlihatkan seorang dokter sedang menelpon sambil marah-marah. Dokter tersebut marah kepada tim medisnya karena tidak bisa menghubungi kepala rumah sakit.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 23 detik, tampak seorang dokter menggunakan alat pelindung diri (APD) sedang memarahi tim medisnya karena tidak dapat menghubungi ketua rumah sakit. “Kapan kita bisa melihat mu? Bagaimana kami bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga? “Kita ingin merayakan tahun baru Imlek. Apa yang kamu lakukan sekarang?” ucap sang dokter dalam video tersebut. Dia bahkan mengatakan bagaimana timnya harus membagi empat shift untuk satu hari. Dikarenakan banyak dari mereka yang harus kembali bekerja setelah makan tanpa sempat beristirahat. Bahkan mereka akan dihukum jika mereka terlambat karena pergantian pekerjaan mereka. “Apakah anda pikir kita (dokter) tidak perlu hidup?” ujar sang dokter sambil marah.

Pengobatan Alternatif, Apakah Bisa??

Ketidakpuasan dokter terhadap rumah sakit ini tidak mendapat respon yang memuaskan saat di telepon tersebut. Dunia tengah dihebohkan dengan kemunculan virus baru, 2019-nCoV, yang pada kasus parah bisa berujung pneumonia. Virus corona pertama kali ditemukan di Wuhan, China dan kini telah menyebar kurang lebih ke sepuluh negara lain dan menjangkiti ribuan orang serta puluhan korban meninggal. Meski belum ditemukan kasus virus corona Wuhan di Indonesia, mulai bermunculan pesan berantai di media sosial (WAG) mengenai pengobatan alternatif yang diklaim mampu menyembuhkan infeksi virus tersebut. Isi pesan-pesan tersebut tak beda jauh. Yaitu mengenai manfaat bawang putih untuk pengobatan virus, termasuk virus corona.

Bawang Putih UntukPengobatan ??

“Dokter zong yi dia udh kena virus selama 8 hari. Jadi, bawang putih dikupas kulitnya , trs bawang putih ny di rebus selama 3 menit .( Airnya 7 gelas ) Yang kena virusnya sekali minum 2 kali . Pas hari kedua udh agak mendingan sakitnya, serta keluarkan dahak hitam dan sudah tidak demam lg. Pas bsk harinya sudah kembali normal (sudah sembuh)” Dalam pesan lain, berbunyi: “Ini bawang putih yg besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkok di tuang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu di minum langsung 2 gelas ,ternyata pasien yg kena Virus Corona sembuh di hari kedua/setelah malam minum air bawang putih ini!!!!!” Benarkah demikian?

 Belum Ada Obat untuk Infeksi Virus Corona

Dokter spesialis paru Faisal Yunus, virus corona yang saat ini menyebar di dunia belum ada obatnya. Dia mengatakan, infeksi virus tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. “Bila daya tahan baik, bisa sembuh sendiri,” kata Faisal ketika dihubungi lewat pesan pada Senin (27/1/2020). “Maka bila ada yang sembuh makan bawang putih, sembuhnya ini kemungkinan memang sembuh sendiri. Jadi bila tidak makan bawang putih pun dia bisa sembuh,” ujarnya. Selain itu, Faisal mengatakan bahwa penyembuhan setiap pasien yang sudah terkena pneumonia pun juga berbeda-beda. Hal itu tergantung dari daya tahan pasien serta virus itu sendiri. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu dalam konferensi persnya pada Rabu pekan lalu mengatakan, belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona strain baru ini.

Baca Juga : Belajar Digital Marketing Dan Bisnis Online Sampai Menghasilkan

“Novel coronavirus belum ada. Jadi yang diobati adalah gejalanya bukan langsung kepada penyebabnya,” kata Wiendra di gedung Kemenkes, Jakarta.  Perawat yang berbicara secara anonim menyampaikan data versinya melalui video online. “Saya berada di area di mana virus corona dimulai,” katanya di awal video. Kota Wuhan, Provinsi Hubei, adalah pusat penyebaran penyakit mirip SARS ini. “Saya di sini untuk mengatakan yang sebenarnya,” lanjut perawat tersebut yang berbicara dengan mengenakan masker wajah penuh. “Pada saat ini, provinsi Hubei, termasuk daerah Wuhan, bahkan China, 90.000 orang telah terinfeksi oleh virus Corona,” ujarnya, seperti dikutip New York Post. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan angka statistik yang serius tersebut. Video perawat “Whistleblower Coronavirus” ini viral dan sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di YouTube. Klaim perawat ini belum bisa diverifikasi secara independen.

 

 

 

 

error: Content is protected !!